Metodologi

Tahapan Menulis Skripsi

Jawaban singkat

Menulis skripsi bisa dibagi menjadi tujuh tahap: (1) ide dan judul, (2) proposal Bab 1–3, (3) instrumen, (4) pengumpulan data, (5) analisis, (6) pembahasan dan kesimpulan Bab 4–5, dan (7) sidang dan publikasi. Setiap tahap punya hasil yang jelas, dan tahap berikutnya bergantung pada tahap sebelumnya.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Ide dan judul
  2. Proposal
  3. Instrumen
  4. Pengumpulan data
  5. Analisis
  6. Pembahasan dan kesimpulan
  7. Sidang dan publikasi
  8. Panduan dalam topik ini
  9. Pertanyaan umum

Menulis skripsi terasa berat karena sering dibayangkan sebagai satu pekerjaan besar. Sebenarnya skripsi adalah rangkaian tujuh tahap, dan setiap tahap menghasilkan sesuatu yang jelas: judul, proposal, instrumen, data, hasil analisis, naskah lengkap, lalu sidang. Halaman ini memetakan ketujuh tahap itu beserta panduan dan alat Metodologi untuk masing-masing.

TahapBagian skripsiHasil akhir tahap
1. Ide dan judulSebelum Bab 1Judul dan pendekatan penelitian
2. ProposalBab 1–3Naskah proposal untuk seminar
3. InstrumenBab 3 dan lampiranKuesioner, pedoman wawancara, atau lembar observasi yang sudah divalidasi
4. Pengumpulan dataLapanganData mentah yang lengkap
5. AnalisisBab 4Hasil analisis yang menjawab setiap rumusan masalah
6. Pembahasan dan kesimpulanBab 4–5Naskah skripsi lengkap
7. Sidang dan publikasiSetelah Bab 5Lulus sidang, revisi, artikel jurnal

Ide dan judul

Cari masalah yang nyata dan bisa diteliti: kesenjangan antara yang seharusnya terjadi dan yang terjadi, fenomena yang belum dijelaskan, atau hasil penelitian sebelumnya yang saling bertentangan. Setelah masalahnya jelas, tentukan pendekatannya: kuantitatif bila ingin mengukur dan menguji hubungan antarvariabel, kualitatif bila ingin memahami makna, proses, atau pengalaman.

Judul yang baik memuat variabel atau fokus, subjek, dan tempat. Contoh: Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Minat Beli Konsumen Toko X.

Proposal

Proposal biasanya terdiri atas tiga bab:

Ketiga bab ini harus konsisten. Setiap rumusan masalah punya tujuan yang sepadan, setiap hipotesis menjawab satu rumusan masalah, dan setiap hipotesis punya teknik analisis yang menjawabnya.

Instrumen

Instrumen adalah alat untuk mengumpulkan data: kuesioner, tes, pedoman wawancara, lembar observasi, atau format dokumentasi. Untuk penelitian kuantitatif, susun kisi-kisi dulu (variabel, indikator, nomor butir), baru tulis butirnya. Instrumen biasanya divalidasi ahli (dosen atau praktisi), lalu diujicobakan untuk diuji validitas dan reliabilitasnya.

Untuk penelitian kualitatif, peneliti sendiri adalah instrumen utama. Pedoman wawancara dan observasi berfungsi sebagai panduan, bukan daftar pertanyaan yang kaku.

Pengumpulan data

Kumpulkan data sesuai rencana di Bab 3: sebar kuesioner ke sampel yang sudah ditentukan, lakukan wawancara dan observasi, atau kumpulkan data sekunder dari dokumen dan lembaga resmi. Catat semua kejadian di lapangan, termasuk responden yang gugur dan kendala, karena itu ditulis di Bab 4.

Tahap 4 · Di lapangan3 siap dipakai

Analisis

Analisis dipilih berdasarkan rumusan masalah dan jenis data, bukan berdasarkan alat yang paling dikuasai. Data angka biasanya dianalisis dengan statistik deskriptif, uji prasyarat, lalu uji hipotesis. Data kualitatif dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, atau analisis tematik. Lihat teknik analisis data.

Tahap 5 · Bab 43 siap dipakai

Pembahasan dan kesimpulan

Bab 4 menyajikan hasil, lalu membahasnya: apa arti hasil itu, mengapa bisa terjadi, dan apakah sejalan dengan teori dan penelitian terdahulu. Bab 5 berisi kesimpulan yang menjawab setiap rumusan masalah secara singkat, serta saran yang bersumber dari temuan, bukan saran umum.

Tahap 6 · Bab 4–52 siap dipakai

Sidang dan publikasi

Siapkan presentasi singkat yang mengikuti alur skripsi: masalah, tujuan, metode, hasil, kesimpulan. Pertanyaan penguji umumnya seputar alasan memilih metode, sampel, instrumen, dan cara membaca hasil analisis. Setelah revisi, banyak kampus meminta skripsi diubah menjadi artikel jurnal.

Tahap 7 · Setelah Bab 51 siap dipakai

Panduan dalam topik ini

Pertanyaan umum

Bagian skripsi mana yang sebaiknya ditulis lebih dulu?

Mulailah dari rumusan masalah, bukan dari latar belakang. Rumusan masalah menentukan variabel atau fokus, metode, instrumen, dan analisis. Latar belakang lebih mudah ditulis setelah rumusan masalahnya jelas.

Apakah sistematika skripsi di semua kampus sama?

Tidak persis. Pola Bab 1 pendahuluan, Bab 2 kajian pustaka, Bab 3 metode, Bab 4 hasil dan pembahasan, serta Bab 5 penutup paling umum, tetapi jumlah bab dan sub-babnya mengikuti pedoman penulisan prodi masing-masing. Pedoman prodi selalu didahulukan.

Berapa lama menulis skripsi?

Umumnya satu sampai dua semester, bergantung pada jenis penelitian, akses ke data, dan ritme bimbingan. Penelitian kualitatif dan eksperimen biasanya butuh waktu lapangan lebih lama daripada survei.