Daftar isi
Quota sampling (sampling kuota) adalah teknik nonprobability sampling yang menetapkan jumlah responden untuk setiap kelompok lebih dulu, lalu mengisi setiap kuota dengan responden yang mudah dijumpai sampai penuh. Teknik ini banyak dipakai pada survei pasar dan jajak pendapat, karena cepat dan menghasilkan komposisi sampel yang mirip populasi.
Teknik ini berada di keluarga yang sama dengan accidental sampling dan purposive sampling. Peta lengkapnya ada di teknik sampling.
Langkah
- Pilih karakteristik pembagi kelompok yang berkaitan dengan variabel penelitian, misalnya jenis kelamin, usia, atau divisi kerja.
- Cari komposisi populasi dari sumber yang dapat dipercaya (data BPS, data sekolah, laporan perusahaan).
- Hitung kuota setiap kelompok: proporsi kelompok × jumlah sampel.
- Kumpulkan responden di lapangan atau secara daring sampai setiap kuota terpenuhi. Responden di luar kuota yang sudah penuh tidak dipakai.
Contoh
200 responden dari karyawan sebuah pabrik (rekaan)
Data HRD menunjukkan komposisi 1.250 karyawan: produksi 55%, administrasi 25%, dan pemasaran 20%. Jumlah sampel 200 orang.
| Divisi | Proporsi | Kuota |
|---|---|---|
| Produksi | 55% | 0,55 × 200 = 110 |
| Administrasi | 25% | 0,25 × 200 = 50 |
| Pemasaran | 20% | 0,20 × 200 = 40 |
| Jumlah | 100% | 200 |
Peneliti menyebar kuesioner di kantin dan ruang istirahat, lalu berhenti mengumpulkan dari divisi yang kuotanya sudah penuh.
Kuota silang. Bila ada dua karakteristik, misalnya divisi dan jenis kelamin, kuota dihitung untuk setiap kombinasi. Bila 60% karyawan produksi adalah laki-laki, kuota produksi-laki-laki = 0,60 × 110 = 66 dan produksi-perempuan = 44. Kuota silang membuat komposisi lebih mirip populasi, tetapi lebih lama dipenuhi.
Quota sampling dan stratified random sampling
| Quota sampling | Stratified random sampling | |
|---|---|---|
| Pembagian kelompok | ya | ya |
| Jumlah per kelompok | sebanding dengan populasi (biasanya) | sebanding atau ditentukan lain |
| Pemilihan di dalam kelompok | siapa saja yang ditemui | acak dari daftar |
| Butuh daftar populasi | tidak, cukup komposisinya | ya |
| Generalisasi statistik | terbatas | bisa |
Kemiripan komposisi tidak menjamin sampelnya mewakili. Responden yang mudah dijumpai di kantin, misalnya, bisa berbeda dari karyawan yang jarang ke kantin dalam hal yang justru diteliti.
Kalimat untuk Bab 3
Sampel diambil dengan teknik quota sampling. Kuota setiap [divisi] ditetapkan sebanding dengan komposisi populasi berdasarkan [data HRD tahun 2026], yaitu [produksi 110, administrasi 50, dan pemasaran 40 responden]. Responden dalam setiap kuota adalah karyawan yang [ditemui di lokasi dan bersedia mengisi kuesioner] hingga kuota terpenuhi.
Sebutkan juga keterbatasannya di Bab 3 atau Bab 5: hasil penelitian menggambarkan responden yang terjangkau, dan generalisasi ke seluruh populasi perlu dilakukan dengan hati-hati.
Kesalahan umum
- Menyebut quota sampling sebagai teknik acak.
- Kuota tidak dihitung dari data populasi, melainkan dibagi rata tanpa alasan.
- Tidak menyebut sumber komposisi populasi.
- Memakai uji generalisasi dengan klaim yang terlalu kuat, misalnya "hasil ini berlaku untuk seluruh karyawan", tanpa menyebut keterbatasan teknik sampelnya.
Pertanyaan umum
Apakah quota sampling termasuk probability sampling?
Tidak. Kuotanya mengikuti komposisi populasi, tetapi siapa yang masuk sampel di dalam setiap kuota ditentukan oleh siapa yang ditemui dan bersedia. Peluang setiap anggota populasi untuk terpilih tidak diketahui.
Kapan quota sampling lebih tepat daripada stratified random sampling?
Saat daftar lengkap populasi tidak tersedia tetapi komposisinya diketahui, misalnya dari data BPS, data sekolah, atau laporan perusahaan, dan penelitian butuh sampel yang cepat dengan komposisi seimbang.
Bagaimana membulatkan kuota yang hasilnya pecahan?
Bulatkan ke bawah dulu, lalu bagikan sisanya kepada kelompok dengan pecahan terbesar sampai jumlahnya tepat sama dengan rencana. Cara yang sama dipakai pada alokasi proporsional di stratified random sampling.