Metodologi

Model 4D

Jawaban singkat

Model 4D terdiri atas empat tahap: Define (menetapkan kebutuhan, karakteristik siswa, materi, dan tujuan), Design (merancang tes, media, format, dan draf awal), Develop (validasi ahli lalu uji coba dan revisi), dan Disseminate (uji di lingkungan yang lebih luas, pengemasan, dan penyebaran). Model ini dikenalkan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974) dan banyak dipakai untuk mengembangkan perangkat dan bahan ajar.

Diperbarui 13 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Empat tahap 4D
  2. Contoh: pengembangan LKPD berbasis masalah
  3. Instrumen dan analisis per tahap
  4. 4D dan ADDIE
  5. Menuliskannya di skripsi
  6. Kesalahan umum
  7. Pertanyaan umum

Model 4D adalah model penelitian pengembangan dengan empat tahap: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Model ini diperkenalkan Sivasailam Thiagarajan, Dorothy Semmel, dan Melvyn Semmel (1974) dalam buku tentang pengembangan pembelajaran untuk pelatihan guru anak berkebutuhan khusus. Di Indonesia, model ini sangat sering dipakai untuk mengembangkan LKPD, modul, perangkat pembelajaran, dan media.

Model ini termasuk keluarga penelitian R&D. Pembandingnya yang paling sering adalah model ADDIE.

Empat tahap 4D

TahapPertanyaan utamaHasil
Define (pendefinisian)Apa yang dibutuhkan, oleh siapa, untuk tujuan apa?Rumusan kebutuhan, karakteristik siswa, peta materi, tujuan pembelajaran
Design (perancangan)Seperti apa produknya?Tes acuan kriteria, pilihan media dan format, draf I
Develop (pengembangan)Apakah produknya layak dan bisa dipakai?Produk yang sudah divalidasi ahli dan diuji coba (draf II, draf final)
Disseminate (penyebaran)Apakah produknya bisa dipakai lebih luas?Produk yang dikemas dan disebarkan

1. Define

Tahap ini memastikan produk menjawab masalah yang nyata. Lima kegiatan yang biasa dikerjakan:

  • Analisis awal-akhir (front-end analysis): masalah dasar pembelajaran apa yang terjadi, misalnya siswa kesulitan memahami konsep tertentu dan bahan ajar yang ada kurang mendukung.
  • Analisis siswa: kemampuan awal, usia, gaya belajar, dan akses terhadap perangkat.
  • Analisis tugas: keterampilan yang harus dikuasai siswa.
  • Analisis konsep: materi yang akan dimuat dan urutannya.
  • Perumusan tujuan pembelajaran: tujuan yang terukur, yang nanti menjadi dasar tes.

Datanya biasanya dari wawancara guru, angket siswa, observasi kelas, dan telaah kurikulum.

2. Design

Rancangan disusun dari hasil Define:

  • Menyusun tes acuan kriteria, yaitu tes yang mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Memilih media yang sesuai dengan tugas dan karakteristik siswa.
  • Memilih format, misalnya urutan kegiatan di LKPD atau struktur modul.
  • Rancangan awal (draf I): produk utuh pertama yang siap dinilai.

3. Develop

Tahap inti yang menghasilkan bukti kelayakan:

  • Penilaian ahli (expert appraisal): ahli materi, ahli media atau desain, dan guru praktisi menilai draf I dengan lembar validasi. Hasilnya dipakai untuk revisi menjadi draf II.
  • Uji coba pengembangan (developmental testing): draf II dicoba pada kelompok kecil, lalu pada kelas terbatas. Dari sini diperoleh data kepraktisan (respons guru dan siswa, keterlaksanaan) dan keefektifan (hasil belajar).

4. Disseminate

Produk diuji dan disebarkan di lingkungan yang lebih luas:

  • Uji validasi di kelas atau sekolah lain.
  • Pengemasan, misalnya dicetak, diunggah, atau dibuat versi digital.
  • Difusi dan adopsi, yaitu penyebaran kepada pengguna dan dorongan agar dipakai.

Contoh: pengembangan LKPD berbasis masalah

LKPD materi pencemaran lingkungan untuk kelas VII (rancangan rekaan)

  • Define: wawancara guru dan angket 32 siswa menunjukkan LKPD yang ada hanya berisi soal hafalan. Tujuan dirumuskan dari capaian pembelajaran tentang interaksi makhluk hidup dan lingkungan.
  • Design: disusun tes pemecahan masalah 10 soal uraian, format LKPD dengan alur orientasi masalah, investigasi, dan presentasi, serta draf I.
  • Develop: dua ahli materi, satu ahli media, dan dua guru menilai draf I dengan skala 1–4. Setelah revisi, draf II dicoba pada 6 siswa, lalu satu kelas berisi 30 siswa dengan pretest dan posttest.
  • Disseminate: LKPD final dibagikan dalam pertemuan MGMP IPA kabupaten dan diunggah dalam format PDF.

Instrumen dan analisis per tahap

TahapInstrumenAnalisis
Definepedoman wawancara, angket kebutuhan, lembar telaah kurikulumdeskriptif kualitatif
Develop (validasi)lembar validasi ahlipersentase kelayakan (lihat penelitian R&D) atau Aiken's V
Develop (kepraktisan)angket respons guru dan siswa, lembar keterlaksanaanpersentase atau kategori skala Likert
Develop (keefektifan)tes acuan kriteriaN-Gain, ketuntasan belajar, atau paired sample t test
Disseminateangket keterbacaan atau keterpakaiandeskriptif

Lembar validasi dan tes juga perlu diperiksa kualitasnya; lihat instrumen penelitian.

4D dan ADDIE

4DADDIE
Tahap45
Uji cobabagian dari Developtahap Implementation tersendiri
Evaluasilewat penilaian ahli dan uji cobaevaluasi formatif di setiap tahap dan sumatif di akhir
Akhir penelitianpenyebaran produkpenilaian dampak produk
Sering dipakai untukperangkat dan bahan ajarbahan ajar, media, pelatihan
  • Bab 1: sebutkan produk, model 4D, dan batasan, misalnya bahwa tahap Disseminate dilakukan terbatas.
  • Bab 3: satu subbab per tahap, berisi kegiatan, subjek, instrumen, dan teknik analisis. Tuliskan kriteria kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan sebelum data dikumpulkan.
  • Bab 4: hasil per tahap dalam urutan yang sama, termasuk tabel revisi (saran ahli, tindak lanjut).

Kesalahan umum

  • Define hanya berupa teori, tanpa data kebutuhan dari lapangan.
  • Tidak ada kriteria keputusan, sehingga tidak jelas kapan produk dinyatakan layak.
  • Uji keefektifan memakai satu kelas tanpa pretest, sehingga peningkatan tidak bisa dihitung.
  • Tahap Disseminate diklaim penuh, padahal hanya dibagikan ke satu sekolah.
  • Tabel revisi tidak ditampilkan, padahal itulah bukti bahwa produk berkembang dari draf ke draf.

Pertanyaan umum

Apakah tahap Disseminate wajib dikerjakan di skripsi?

Banyak skripsi membatasinya menjadi penyebaran terbatas, misalnya membagikan produk ke guru di sekolah lain atau ke MGMP, karena waktu dan biaya. Itu boleh asalkan batasannya ditulis jelas di Bab 1 dan Bab 3, beserta alasannya.

Apa bedanya 4D dan ADDIE?

4D menggabungkan uji coba ke dalam tahap Develop dan mengakhiri penelitian dengan penyebaran. ADDIE memisahkan tahap Implementation dan Evaluation, dengan evaluasi formatif di setiap tahap. Keduanya diterima; pilih yang paling sesuai dengan tujuan atau yang diminta pedoman prodi.

Berapa validator yang dibutuhkan di tahap Develop?

Umumnya dua sampai tiga orang per aspek, misalnya ahli materi, ahli media, dan guru praktisi. Bila validitasnya dihitung dengan Aiken's V, jumlah penilai menentukan nilai V minimal yang dianggap signifikan.

Panduan terkait