Metodologi

Olah Data

Jawaban singkat

Tempel tabel dari Excel atau Google Sheets, atau unggah file CSV/Excel, lalu pilih analisis. Alat ini menghitung statistik deskriptif (N, mean, median, modus, simpangan baku, varians, skewness, kurtosis, persentil) dan tabel frekuensi dengan definisi yang sama seperti SPSS, beserta kalimat penjelasan. Semua perhitungan berjalan di browsermu; data tidak dikirim ke server. Uji normalitas, uji t, korelasi, regresi, ANOVA, dan chi square menyusul bertahap.

Diperbarui 12 Oktober 2026Tim MetodologiAngka dicocokkan dengan R
Daftar isi
  1. Cara memakai
  2. Format data
  3. Apa yang dihitung
  4. Datamu tetap di perangkatmu
  5. Yang menyusul
  6. Pertanyaan umum
Alat · Olah dataDiolah di browsermu, tidak dikirim ke server

Maksimal 10.000 baris dan 200 kolom. Excel dibaca dari lembar pertama. Sel kosong, NA, atau tanda strip dianggap data hilang.

Cara memakai

  1. Data: blok tabel di Excel atau Google Sheets (termasuk baris judul), salin, lalu tempel. Bisa juga memilih file .csv, .xlsx, atau .xls. Belum punya data? Pilih Coba dengan data contoh.
  2. Variabel: beri label yang jelas (mis. "Motivasi belajar"), label nilai untuk kode (mis. 1 = Laki-laki; 2 = Perempuan), dan kode data hilang bila ada.
  3. Analisis: pilih statistik deskriptif atau tabel frekuensi, lalu pilih variabelnya.
  4. Hasil: salin tabel ke Word atau unduh CSV, lalu salin kalimat penjelasannya dan sesuaikan dengan penelitianmu.

Format data

Satu baris untuk satu responden, satu kolom untuk satu variabel atau butir, dan baris pertama berisi nama kolom.

RespondenJenis_KelaminP1P2P3Total
R01145413
R02234411
  • Angka boleh memakai koma desimal (3,5) atau titik (3.5).
  • CSV dari Excel berbahasa Indonesia yang dipisah titik koma juga terbaca.
  • Sel kosong, NA, atau tanda strip dianggap data hilang.
  • Maksimal 10.000 baris dan 200 kolom. File Excel dibaca dari lembar pertama.

Apa yang dihitung

Statistik deskriptif menampilkan dua tabel seperti SPSS:

  • Descriptive Statistics: N, minimum, maksimum, mean, simpangan baku, skewness, dan kurtosis beserta galat bakunya, ditambah baris Valid N (listwise).
  • Statistics: tambahan median, modus, varians, rentang, jumlah, dan persentil 25, 50, 75.

Skewness dan kurtosis memakai rumus tipe 2, persentil memakai metode HAVERAGE, dan setiap variabel memakai semua datanya yang terisi. Semuanya sama dengan bawaan SPSS. Hasilnya dicocokkan dengan R pada data normal, data menceng, data Likert, data kecil, dan angka sangat besar atau sangat kecil; lihat akurasi.

Kamu juga bisa mengkategorikan rata-rata skor, misalnya skala Likert 1–5 menjadi lima kategori dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Cara menghitung intervalnya dijelaskan di skala Likert.

Tabel frekuensi menampilkan banyaknya jawaban, persen, persen valid, dan persen kumulatif untuk setiap nilai, seperti menu Frequencies di SPSS.

Penjelasan cara menafsirkan dan menyajikan hasilnya di Bab 4 ada di analisis statistik deskriptif.

Datamu tetap di perangkatmu

Data dibaca dan dihitung di browser, di dalam Web Worker supaya halaman tetap lancar. Tidak ada file yang diunggah ke server, dan tidak ada yang disimpan setelah halaman ditutup. Analitik situs hanya mencatat nama analisis yang dipakai, tidak pernah nama variabel atau isi data.

Yang menyusul

Olah data dikembangkan bertahap. Setelah statistik deskriptif, yang menyusul adalah uji normalitas dan uji t, lalu korelasi, regresi, dan uji asumsi klasik, kemudian ANOVA, uji nonparametrik, dan chi square. Sementara itu, langkah-langkahnya di SPSS dijelaskan di uji normalitas, uji t, dan regresi linear berganda. Software gratis yang bisa dipakai sekarang dibahas di alternatif SPSS gratis.

Pertanyaan umum

Apakah dataku dikirim atau disimpan?

Tidak. File dibaca dan dihitung di browsermu sendiri, di perangkatmu. Data juga tidak disimpan: saat halaman ditutup, data hilang. Simpan file aslimu di Excel.

Kenapa skewness atau kurtosis berbeda dengan Excel?

Fungsi SKEW dan KURT di Excel memakai rumus yang sama dengan SPSS, jadi seharusnya sama. Yang sering berbeda adalah fungsi di software lain, misalnya bawaan paket psych di R yang memakai rumus tipe 3. Alat ini mengikuti SPSS.

Kenapa persentil (kuartil) berbeda dengan Excel?

Ada beberapa cara menghitung persentil. Alat ini memakai cara bawaan SPSS (HAVERAGE). Fungsi PERCENTILE.EXC di Excel memakai cara yang sama, sedangkan PERCENTILE atau QUARTILE memakai cara lain, sehingga hasilnya bisa sedikit berbeda.

Data saya punya kode 99 untuk tidak menjawab. Bagaimana?

Buka tab Variabel, lalu isi kode data hilang dengan 99. Nilai itu tidak ikut dihitung, tanpa mengubah data aslinya.