Metodologi

Data Primer dan Sekunder

Jawaban singkat

Data primer dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber pertama untuk penelitiannya, misalnya lewat kuesioner, wawancara, atau observasi. Data sekunder sudah dikumpulkan pihak lain untuk keperluan lain, misalnya data BPS, laporan keuangan perusahaan, atau dokumen sekolah. Banyak penelitian memakai keduanya.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Perbedaan data primer dan sekunder
  2. Contoh dalam skripsi
  3. Sumber data sekunder yang kredibel
  4. Jenis data lain yang sering ditanyakan
  5. Menuliskannya di Bab 3
  6. Kesalahan umum
  7. Pertanyaan umum

Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber pertama, khusus untuk penelitiannya. Data sekunder adalah data yang sudah dikumpulkan pihak lain untuk keperluan lain, lalu dipakai ulang oleh peneliti.

Perbedaan data primer dan sekunder

Data primerData sekunder
PengumpulPeneliti sendiriPihak lain (lembaga, perusahaan, peneliti lain)
Tujuan awalUntuk penelitian iniUntuk keperluan lain
Cara memperolehKuesioner, wawancara, observasi, tes, eksperimenUnduh, minta izin, atau salin dari dokumen dan basis data
KesesuaianBisa dirancang sesuai kebutuhanHarus menyesuaikan dengan data yang tersedia
Waktu dan biayaUmumnya lebih lamaUmumnya lebih cepat
ContohJawaban kuesioner 300 konsumenData penduduk dari BPS, laporan keuangan emiten

Contoh dalam skripsi

  • Data primer: kuesioner kepuasan pelanggan, wawancara dengan guru, observasi pembelajaran di kelas, nilai tes siswa yang kamu berikan sendiri.
  • Data sekunder: laporan tahunan perusahaan, data inflasi dan pertumbuhan ekonomi, rekap nilai rapor dari arsip sekolah, data kunjungan wisatawan dari dinas pariwisata.

Banyak penelitian memakai keduanya. Misalnya, penelitian kualitatif tentang program sekolah memakai wawancara (primer) dan dokumen program (sekunder).

Sumber data sekunder yang kredibel

  • Badan Pusat Statistik (bps.go.id): kependudukan, ekonomi, pendidikan, kesehatan.
  • Bursa Efek Indonesia (idx.co.id): laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan terbuka.
  • Bank Indonesia dan OJK: data moneter, perbankan, dan keuangan.
  • Kementerian dan dinas: data pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan sebagainya.
  • Arsip lembaga tempat penelitian: dokumen sekolah, data perusahaan, rekam medis, dengan izin resmi dan menjaga kerahasiaan.

Jenis data lain yang sering ditanyakan

  • Kuantitatif dan kualitatif: angka (skor, jumlah, rupiah) dan kata-kata atau gambar (transkrip wawancara, catatan observasi).
  • Cross-section: banyak subjek pada satu waktu, misalnya 300 responden pada bulan yang sama.
  • Time series (runtun waktu): satu subjek pada banyak waktu, misalnya inflasi bulanan selama sepuluh tahun.
  • Data panel: banyak subjek pada banyak waktu, misalnya laporan keuangan 30 perusahaan selama lima tahun.

Contoh paragraf

Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden, yaitu [subjek]. Data sekunder berupa [nama data] yang diperoleh dari [lembaga] tahun [tahun].

Lanjutkan dengan teknik pengumpulan data yang menjelaskan cara memperoleh masing-masing data.

Kesalahan umum

  • Menyebut data dari kuesioner sendiri sebagai data sekunder.
  • Tidak menyebutkan sumber, tahun, dan cara memperoleh data sekunder.
  • Memakai data sekunder yang definisinya tidak sama dengan variabel penelitian, misalnya memakai data kunjungan untuk mengukur kepuasan.
  • Mengambil data sekunder dari blog atau situs yang tidak jelas pengelolanya.

Pertanyaan umum

Apakah data dari kuesioner Google Form termasuk data primer?

Ya. Kuesioner yang kamu susun dan sebarkan sendiri untuk penelitianmu menghasilkan data primer, apa pun media penyebarannya.

Apakah laporan keuangan perusahaan termasuk data sekunder?

Ya. Laporan keuangan disusun perusahaan untuk keperluan pelaporan, lalu kamu pakai untuk penelitian. Penelitian akuntansi dan keuangan yang memakai laporan tahunan dari situs Bursa Efek Indonesia adalah contoh penelitian dengan data sekunder.

Apakah penelitian dengan data sekunder lebih mudah?

Pengumpulannya lebih cepat, tetapi kamu harus memastikan definisi, cakupan, dan kualitas datanya sesuai dengan kebutuhan penelitianmu. Kamu juga tidak bisa menambah pertanyaan yang tidak dikumpulkan pihak lain.