Daftar isi
Etnografi adalah pendekatan penelitian kualitatif untuk memahami budaya sebuah kelompok: kebiasaan, nilai, bahasa, aturan tak tertulis, dan makna yang dibagi bersama oleh anggotanya. Ciri utamanya, peneliti terlibat langsung dalam kehidupan kelompok itu dan mengamatinya dalam suasana sehari-hari.
Kelompoknya bisa berupa masyarakat adat, komunitas nelayan, pesantren, kelompok pendukung sepak bola, karyawan sebuah pabrik, atau komunitas daring.
Asal-usul singkat
Etnografi lahir dari antropologi. Bronisław Malinowski (1922) dikenal sebagai pelopor kerja lapangan dengan tinggal lama di tengah masyarakat yang diteliti dan mempelajari bahasanya. Clifford Geertz (1973) kemudian mempopulerkan istilah thick description (deskripsi tebal): menuliskan tindakan beserta konteks dan maknanya, bukan sekadar apa yang terlihat. Kini etnografi juga dipakai dalam pendidikan, kesehatan, bisnis, dan kajian media.
Ciri penelitian etnografi
- Fokus pada kelompok yang berbagi budaya, bukan pada individu.
- Kerja lapangan dalam waktu yang cukup lama di lingkungan alami kelompok itu.
- Observasi partisipan sebagai teknik utama, dilengkapi wawancara dan dokumen.
- Berusaha memahami sudut pandang orang dalam (emic), lalu menghubungkannya dengan sudut pandang peneliti (etic).
- Hasilnya berupa deskripsi tebal dan tema-tema budaya.
Observasi partisipan dan catatan lapangan
Dalam observasi partisipan, peneliti ikut serta dalam kegiatan kelompok sambil mengamati. Tingkat keterlibatannya bisa berbeda, dari sekadar hadir dan mengamati sampai ikut aktif penuh. Tuliskan di Bab 3 peranmu di lapangan dan alasannya.
Catatan lapangan sebaiknya ditulis pada hari yang sama, berisi:
- Deskripsi: siapa, di mana, kapan, apa yang dilakukan dan dikatakan, sedetail mungkin.
- Refleksi: kesan, pertanyaan, dan dugaan sementara peneliti, dipisahkan dari deskripsi.
Wawancara etnografis biasanya berlangsung dalam suasana santai di sela kegiatan, dengan pertanyaan yang mengajak menjelaskan, misalnya "Bisa ceritakan apa saja yang biasanya terjadi saat persiapan acara ini?". Bandingkan dengan pedoman wawancara yang lebih terstruktur.
Langkah analisis
Banyak skripsi etnografi di Indonesia mengikuti alur yang dirumuskan James Spradley (1980):
- Analisis domain: mengelompokkan istilah dan kejadian dari catatan lapangan ke dalam kategori besar (domain), misalnya "jenis kegiatan di pesantren".
- Analisis taksonomi: merinci isi setiap domain dan hubungan antarbagiannya.
- Analisis komponen: mencari ciri yang membedakan satu unsur dengan unsur lain dalam domain yang sama.
- Analisis tema budaya: menemukan pola atau nilai yang menghubungkan domain-domain tersebut.
Pengumpulan dan analisis data berjalan bergantian: temuan sementara menentukan apa yang perlu diamati berikutnya. Langkah analisis kualitatif umum ada di analisis data kualitatif.
Contoh judul dan rumusan masalah
Contoh
Judul: Budaya Gotong Royong dalam Tradisi Panen Masyarakat Desa X: Sebuah Studi Etnografi
Rumusan masalah:
- Bagaimana praktik gotong royong dijalankan dalam tradisi panen masyarakat Desa X?
- Makna apa yang dilekatkan masyarakat pada tradisi tersebut?
Etika di lapangan
- Minta izin kepada tokoh atau pengurus kelompok dan jelaskan tujuan penelitian dengan jujur.
- Mintalah persetujuan sebelum merekam, memotret, atau mengutip.
- Samarkan nama orang dan tempat bila ada informasi yang bisa merugikan.
- Hormati hal-hal yang dianggap rahasia atau sakral oleh kelompok.
Kesalahan umum
- Waktu di lapangan terlalu singkat sehingga yang teramati hanya acara khusus, bukan kehidupan sehari-hari.
- Hanya mengandalkan wawancara tanpa observasi, padahal ciri etnografi adalah pengamatan langsung.
- Mencampur deskripsi dan pendapat peneliti dalam catatan lapangan.
- Menilai budaya kelompok dengan ukuran budaya peneliti sendiri.
Untuk menjaga kepercayaan pada temuan, gunakan triangulasi dan pembahasan di keabsahan data penelitian kualitatif.
Pertanyaan umum
Berapa lama penelitian etnografi?
Etnografi klasik bisa berlangsung berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Untuk skripsi, waktunya biasanya lebih singkat, sehingga fokusnya dipersempit pada satu aspek budaya, misalnya tradisi tertentu atau kebiasaan belajar di satu komunitas, dan keterbatasan waktu ini dituliskan.
Apa beda etnografi dan fenomenologi?
Etnografi mempelajari budaya sebuah kelompok, yaitu pola perilaku dan makna yang dibagi bersama. Fenomenologi mempelajari makna pengalaman yang dialami sejumlah orang, yang tidak harus berasal dari satu kelompok budaya.
Apakah peneliti harus tinggal di lokasi penelitian?
Tidak selalu, tetapi peneliti harus cukup sering dan cukup lama hadir sehingga bisa mengamati kehidupan sehari-hari kelompok itu, bukan hanya peristiwa khusus. Bentuk lain seperti etnografi digital (komunitas daring) juga berkembang.