Metodologi

Analisis bibliometrik

Jawaban singkat

Analisis bibliometrik memetakan perkembangan suatu topik penelitian secara kuantitatif dari data publikasi: jumlah artikel per tahun, penulis dan jurnal paling berpengaruh, serta jaringan kata kunci, kutipan, dan kerja sama penulis. Langkahnya: tentukan kata kunci dan basis data, unduh metadata, bersihkan, analisis kinerja, petakan jaringan dengan VOSviewer atau Biblioshiny, lalu tafsirkan klasternya.

Diperbarui 14 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Kapan dipakai
  2. Langkah
  3. Sumber data
  4. Jenis analisis
  5. Software
  6. Menafsirkan peta VOSviewer
  7. Keterbatasan yang perlu ditulis
  8. Kesalahan umum
  9. Pertanyaan umum

Analisis bibliometrik adalah metode kuantitatif untuk memetakan suatu bidang penelitian dari data publikasinya: siapa yang menulis, di jurnal mana, kapan, kata kunci apa yang dipakai, dan siapa mengutip siapa. Hasilnya berupa tren, daftar karya berpengaruh, dan peta jaringan topik.

Metode ini termasuk keluarga studi literatur, bersama systematic literature review.

Kapan dipakai

  • Ingin melihat perkembangan topik dari waktu ke waktu, misalnya penelitian e-learning di Indonesia 2015–2025.
  • Ingin menemukan klaster tema dan celah penelitian (research gap) sebelum menentukan judul.
  • Sebagai bagian awal artikel review yang kemudian dilanjutkan dengan SLR.

Langkah

  1. Rumuskan pertanyaan dan kata kunci. Misalnya ("project-based learning" OR "pembelajaran berbasis proyek") AND ("critical thinking" OR "berpikir kritis").
  2. Pilih basis data dan batasan: rentang tahun, jenis dokumen (artikel jurnal), bahasa, bidang.
  3. Unduh metadata dalam format yang dibaca software (RIS, CSV, atau format bawaan basis data). Catat tanggal pencarian dan jumlah hasil.
  4. Bersihkan data: hapus duplikat dan dokumen yang tidak relevan, samakan ejaan kata kunci dan nama penulis (misalnya "e-learning" dan "elearning"). Di VOSviewer, penyamaan ini dilakukan dengan berkas thesaurus.
  5. Analisis kinerja: jumlah publikasi per tahun, penulis, institusi, negara, dan jurnal paling produktif dan paling banyak dikutip.
  6. Pemetaan sains: buat peta jaringan dan tafsirkan setiap klaster.
  7. Tulis prosedur pencarian, hasil, dan tafsirannya, termasuk keterbatasannya.

Prosedur seleksi dokumen bisa dilaporkan dengan diagram alir seperti PRISMA (lihat systematic literature review).

Sumber data

SumberAksesCatatan
Scopuslewat langganan kampusmetadata rapi, paling sering diterima jurnal
Web of Sciencelewat langganan kampuscakupan lebih selektif
Dimensionsversi gratis tersediametadata cukup rapi, bisa diekspor
Google Scholar (lewat Publish or Perish)gratiscakupan luas termasuk jurnal nasional, tetapi data kurang rapi
Crossrefgratismetadata DOI, butuh pengolahan tambahan

Publish or Perish adalah perangkat lunak gratis dari Anne-Wil Harzing untuk mengambil data kutipan dari Google Scholar dan sumber lain.

Jenis analisis

AnalisisApa yang dihubungkanMenjawab
Ko-kata (co-occurrence)kata kunci yang muncul bersamatema apa saja dan bagaimana kaitannya
Ko-sitasi (co-citation)dua karya yang dikutip bersama oleh karya lain (Henry Small, 1973)fondasi intelektual bidang
Bibliographic couplingdua karya yang mengutip sumber yang sama (Myer Kessler, 1963)arah penelitian terkini
Ko-penulis (co-authorship)penulis, institusi, atau negara yang menulis bersamajaringan kerja sama
Sitasikarya, penulis, atau jurnal yang paling dikutipsiapa yang paling berpengaruh

Untuk kinerja penulis sering dilaporkan juga indeks h dari Jorge Hirsch (2005): seorang peneliti punya indeks h bila h karyanya masing-masing dikutip minimal h kali.

Software

  • VOSviewer (Nees Jan van Eck dan Ludo Waltman, 2010): gratis, membuat peta jaringan dengan tiga tampilan, yaitu network (klaster berwarna), overlay (warna menurut tahun rata-rata, berguna untuk melihat topik yang sedang naik), dan density.
  • Biblioshiny, antarmuka web dari paket R bibliometrix (Massimo Aria dan Corrado Cuccurullo, 2017): gratis, menyediakan analisis kinerja, peta tematik, dan evolusi topik.
  • Spreadsheet untuk grafik publikasi per tahun dan tabel peringkat.

Menafsirkan peta VOSviewer

  • Ukuran lingkaran: seberapa sering kata kunci muncul (atau seberapa sering dokumen dikutip).
  • Garis: dua butir muncul bersama; makin tebal, makin sering.
  • Warna klaster: kelompok butir yang saling berkaitan erat. Beri nama setiap klaster dari isi kata kuncinya, lalu jelaskan.
  • Tampilan overlay: butir berwarna terang (tahun terbaru) yang masih kecil bisa menjadi petunjuk celah penelitian.

Peta hanya menunjukkan pola kemunculan, bukan isi temuan. Untuk menyimpulkan apa yang sudah diketahui tentang suatu topik, artikelnya tetap perlu dibaca.

Keterbatasan yang perlu ditulis

  • Hasil bergantung pada basis data dan kata kunci yang dipilih.
  • Jurnal nasional yang tidak terindeks Scopus atau WoS tidak ikut terpetakan bila hanya memakai basis data itu.
  • Jumlah kutipan dipengaruhi umur artikel: artikel lama punya waktu lebih lama untuk dikutip.
  • Pembersihan kata kunci melibatkan keputusan peneliti; dokumentasikan.

Kesalahan umum

  • Tidak mencatat string pencarian, tanggal, dan jumlah hasil, sehingga penelitian tidak bisa diulang.
  • Langsung memetakan data mentah tanpa menyatukan sinonim dan menghapus duplikat.
  • Menampilkan peta tanpa tafsiran atau tanpa memberi nama klaster.
  • Menyimpulkan isi temuan dari peta kata kunci.
  • Mencampur data dari beberapa basis data tanpa menyamakan formatnya lebih dulu.

Pertanyaan umum

Apa beda analisis bibliometrik dan systematic literature review?

Bibliometrik menganalisis metadata ratusan sampai ribuan publikasi (judul, kata kunci, penulis, kutipan) untuk melihat peta dan tren topik. SLR membaca isi puluhan artikel terpilih secara mendalam untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu. Keduanya sering digabung: bibliometrik untuk peta besar, SLR untuk sintesis isi.

Apakah Google Scholar boleh dipakai sebagai sumber data?

Boleh, misalnya lewat Publish or Perish, tetapi datanya kurang rapi: kata kunci penulis tidak tersedia, ada duplikat, dan sumber nonilmiah ikut terambil. Banyak jurnal lebih menerima data Scopus atau Web of Science. Dimensions menyediakan akses gratis dengan data yang cukup rapi.

Berapa jumlah dokumen yang cukup?

Tidak ada angka baku. Peta jaringan biasanya baru bermakna dengan ratusan dokumen. Bila hanya ada puluhan artikel, SLR biasanya lebih tepat.

Panduan terkait