Daftar isi
Dalam penelitian kualitatif, mutu temuan tidak diuji dengan statistik seperti uji validitas kuesioner, melainkan dengan keabsahan data (trustworthiness). Kerangka yang paling banyak dipakai berasal dari Yvonna Lincoln dan Egon Guba (1985), yang mengusulkan empat kriteria sebagai padanan ukuran mutu dalam penelitian kuantitatif.
Empat kriteria dan tekniknya
| Kriteria | Pertanyaan | Padanan kuantitatif | Teknik |
|---|---|---|---|
| Kredibilitas | Apakah temuan sesuai dengan kenyataan menurut partisipan? | Validitas internal | Triangulasi, member check, perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif |
| Transferabilitas | Bisakah pembaca menilai apakah temuan cocok untuk konteks lain? | Validitas eksternal | Deskripsi tebal tentang konteks, partisipan, dan proses |
| Dependabilitas | Apakah proses penelitian konsisten dan bisa ditelusuri? | Reliabilitas | Audit trail, pemeriksaan proses oleh pembimbing |
| Konfirmabilitas | Apakah temuan berasal dari data, bukan dari prasangka peneliti? | Objektivitas | Audit trail, catatan reflektif, kutipan langsung yang mendukung setiap tema |
Teknik kredibilitas
- Triangulasi: membandingkan informasi dari beberapa sumber (mis. guru, siswa, dokumen), beberapa teknik (wawancara, observasi, dokumentasi), atau beberapa waktu.
- Member check: mengembalikan transkrip, ringkasan, atau tafsiran kepada partisipan untuk dikonfirmasi atau dikoreksi.
- Perpanjangan pengamatan: hadir di lapangan cukup lama sampai memahami konteks dan partisipan merasa nyaman.
- Ketekunan pengamatan: mengamati secara terus-menerus dan rinci hal-hal yang paling relevan dengan fokus penelitian.
- Diskusi dengan teman sejawat: meminta orang lain yang memahami metode menanggapi analisis dan tafsiranmu.
- Analisis kasus negatif: sengaja mencari data yang bertentangan dengan pola temuan, lalu menjelaskannya.
Teknik untuk tiga kriteria lainnya
- Deskripsi tebal untuk transferabilitas: uraikan lokasi, waktu, karakteristik partisipan, dan situasi dengan rinci, supaya pembaca bisa menilai kemiripannya dengan konteks mereka.
- Audit trail untuk dependabilitas dan konfirmabilitas: simpan rekaman, transkrip, catatan lapangan, buku kode, dan catatan keputusan analisis.
- Catatan reflektif untuk konfirmabilitas: tuliskan latar belakang, prasangka, dan posisi peneliti terhadap topik, serta bagaimana hal itu dijaga agar tidak menentukan temuan.
Contoh penulisan di Bab 3
Keabsahan data diperiksa dengan empat kriteria. Kredibilitas dijaga melalui triangulasi sumber (guru, siswa, dan wakil kepala sekolah) dan triangulasi teknik (wawancara, observasi, dan dokumentasi), serta member check dengan mengembalikan ringkasan wawancara kepada setiap informan. Transferabilitas diupayakan dengan deskripsi rinci tentang konteks sekolah dan informan. Dependabilitas dan konfirmabilitas dijaga dengan menyimpan rekaman, transkrip, catatan lapangan, dan catatan proses pengodean yang diperiksa oleh dosen pembimbing.
Sesuaikan teknik dengan yang benar-benar kamu lakukan. Cara mengolah datanya dibahas di analisis data kualitatif dan analisis tematik.
Kesalahan umum
- Hanya menulis "keabsahan data diuji dengan triangulasi" tanpa menjelaskan sumber atau teknik apa yang dibandingkan.
- Menyebut member check padahal transkrip tidak pernah dikembalikan kepada partisipan.
- Memakai istilah kuantitatif seperti "data valid dan reliabel secara statistik" untuk penelitian kualitatif.
Pertanyaan umum
Apakah penelitian kualitatif memakai uji validitas dan reliabilitas?
Tidak dalam arti statistik seperti kuesioner. Padanannya adalah keabsahan data dengan empat kriteria kepercayaan. Kredibilitas sering disebut padanan validitas internal, dan dependabilitas padanan reliabilitas.
Apakah semua teknik harus dipakai?
Tidak. Pilih beberapa teknik yang sesuai dengan desain dan waktu penelitianmu, lalu jelaskan bagaimana teknik itu benar-benar dilakukan. Lebih baik tiga teknik yang dijalankan sungguh-sungguh daripada daftar panjang yang hanya ditulis.
Apa itu audit trail?
Jejak dokumen yang memungkinkan orang lain menelusuri proses penelitian: rekaman dan transkrip wawancara, catatan lapangan, kode dan tema beserta perubahannya, serta catatan keputusan peneliti. Dosen pembimbing sering berperan sebagai pemeriksa jejak ini.