Daftar isi
Sebelum analisis apa pun, data kuesioner harus masuk ke SPSS dengan benar. Kesalahan di tahap ini (kode jawaban tertukar, butir negatif lupa dibalik, angka salah ketik) membuat semua hasil sesudahnya keliru, sekalipun uji statistiknya benar.
Halaman ini membahas angket skala Likert, yang paling umum di skripsi. Cara membuat kuesionernya dibahas di cara membuat kuesioner.
1. Siapkan buku kode
Buku kode (codebook) adalah daftar yang menjelaskan setiap kolom data. Buat sebelum mengetik data, supaya semua orang yang membantu mengetik memakai aturan yang sama.
| Variabel | Isi | Kode |
|---|---|---|
| No | nomor responden | 1, 2, 3, … |
| JK | jenis kelamin | 1 = Laki-laki, 2 = Perempuan |
| Kelas | kelas responden | 1 = VII, 2 = VIII, 3 = IX |
| P1–P10 | butir motivasi belajar | 1 = Sangat tidak setuju … 5 = Sangat setuju |
| P4, P7 | butir negatif | dibalik sebelum dijumlahkan |
| (kosong) | tidak menjawab | 99 |
2. Isi Variable View
Buka SPSS, klik tab Variable View di kiri bawah. Satu baris di sini = satu variabel (satu kolom data).
| Kolom | Isi untuk butir Likert | Catatan |
|---|---|---|
| Name | P1 | diawali huruf, tanpa spasi |
| Type | Numeric | |
| Width / Decimals | 8 / 0 | jawaban Likert tidak berdesimal |
| Label | Saya bersemangat mengikuti pelajaran | isi pernyataan, muncul di output |
| Values | 1 = Sangat tidak setuju, …, 5 = Sangat setuju | klik kotak, isi Value dan Label, klik Add |
| Missing | Discrete missing values: 99 | bila memakai kode untuk data kosong |
| Measure | Ordinal (butir) atau Scale (skor total) | lihat FAQ di bawah |
3. Masukkan data
Klik tab Data View. Satu baris = satu responden, satu kolom = satu variabel. Ketik angka kodenya, bukan teks jawabannya.
Dari Excel atau Google Sheets. Ada dua cara:
- Impor: File → Import Data → Excel, pilih file, centang Read variable names from the first row of data. Pastikan baris pertama berisi nama variabel yang memenuhi aturan Name.
- Salin-tempel: buat dulu variabelnya di Variable View, lalu blok angka di spreadsheet (tanpa baris judul) dan tempel di sel pertama Data View.
Dari Google Forms. Buka tab Respons → ikon spreadsheet → unduh sebagai .xlsx. Hapus kolom Timestamp dan kolom data pribadi yang tidak dianalisis, ganti nama kolom menjadi P1, P2, dan seterusnya, lalu ubah teks jawaban menjadi angka sebelum diimpor.
4. Balik skor butir negatif
Butir negatif (unfavorable) adalah pernyataan yang arahnya berlawanan, misalnya "Saya malas mengerjakan tugas" pada angket motivasi. Skornya dibalik supaya angka besar selalu berarti motivasi tinggi.
- Pilih Transform → Recode into Different Variables.
- Masukkan P4, isi Output Variable Name dengan P4R, klik Change.
- Klik Old and New Values, lalu isi pasangan 1 → 5, 2 → 4, 3 → 3, 4 → 2, 5 → 1. Tambahkan juga System- or user-missing → System-missing.
- Klik Continue dan OK. Ulangi untuk butir negatif lain.
Memakai variabel baru (bukan Recode into Same Variables) lebih aman, karena data asli tetap tersimpan dan mudah diperiksa.
5. Hitung skor total
- Pilih Transform → Compute Variable.
- Isi Target Variable dengan Total_Motivasi.
- Isi Numeric Expression dengan
P1 + P2 + P3 + P4R + P5 + P6 + P7R + P8 + P9 + P10. - Klik OK, lalu di Variable View ubah Measure Total_Motivasi menjadi Scale.
Rumus dengan tanda tambah menghasilkan nilai kosong bila ada satu butir yang kosong, sehingga kamu tahu responden mana yang datanya tidak lengkap. Fungsi SUM(...) justru tetap menjumlahkan butir yang terisi, sehingga skor responden yang melewatkan butir menjadi lebih kecil tanpa disadari.
6. Periksa salah ketik
Sebelum analisis, jalankan Analyze → Descriptive Statistics → Frequencies untuk semua butir. Cari angka di luar rentang, misalnya 6 atau 44 pada skala 1–5. Cocokkan baris itu dengan lembar jawaban aslinya. Periksa juga apakah jumlah responden sesuai dengan jumlah kuesioner yang kembali.
7. Simpan dan lanjutkan
Simpan sebagai file .sav (File → Save As). Simpan juga salinan data mentah sebelum diolah. Setelah itu biasanya:
- uji validitas dan uji reliabilitas bila data berasal dari uji coba instrumen,
- statistik deskriptif dan kategori skala Likert,
- uji normalitas dan uji hipotesis yang sesuai.
Cara membaca hasilnya ada di cara membaca output SPSS.
Kesalahan umum
- Mengetik teks jawaban ("SS", "S") alih-alih angka kode.
- Lupa membalik butir negatif, sehingga reliabilitas turun dan butir itu tampak tidak valid.
- Kode data hilang tidak didaftarkan di kolom Missing, sehingga 99 ikut dihitung dalam rata-rata.
- Menjumlahkan dengan SUM tanpa menyadari ada butir yang kosong.
- Mengurutkan satu kolom saja di spreadsheet sebelum diimpor, sehingga jawaban responden tercampur.
Pertanyaan umum
Measure butir Likert diisi Ordinal atau Scale?
Secara ketat, jawaban satu butir Likert adalah data ordinal. Namun skor total atau rata-rata beberapa butir biasanya diperlakukan sebagai data interval (Scale) agar bisa dianalisis dengan uji parametrik. Banyak peneliti mengisi butir dengan Ordinal dan skor total dengan Scale. Measure tidak mengubah hasil hitung SPSS, tetapi menentukan pilihan di beberapa menu dan grafik.
Data dari Google Forms berupa teks 'Sangat setuju'. Bagaimana mengubahnya ke angka?
Cara paling aman: ubah di spreadsheet sebelum diimpor, misalnya dengan Cari dan Ganti per kolom. Bisa juga di SPSS dengan Transform → Recode into Different Variables dari variabel teks ke variabel angka baru. Pastikan ejaan setiap pilihan sama persis, termasuk huruf besar dan spasi.
Bolehkah Name variabel memakai spasi, misalnya 'Butir 1'?
Tidak. Name harus diawali huruf dan tidak boleh berisi spasi atau sebagian besar tanda baca. Pakai P1, P2, atau Motivasi_1. Teks yang lebih panjang ditulis di kolom Label.