Metodologi

Cara Membuat Kuesioner Penelitian

Jawaban singkat

Kuesioner disusun dari variabel penelitian: tentukan definisi operasional, turunkan menjadi indikator, buat kisi-kisi, lalu tulis butir untuk setiap indikator. Pakai skala yang konsisten (misalnya Likert 1–5), uji coba kuesionernya, lalu uji validitas dan reliabilitas sebelum dipakai untuk penelitian sebenarnya.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Langkah membuat kuesioner
  2. Contoh kisi-kisi
  3. Menulis butir yang baik
  4. Susunan kuesioner
  5. Uji coba, validitas, dan reliabilitas
  6. Kesalahan umum
  7. Pertanyaan umum

Kuesioner (angket) adalah daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis yang dijawab sendiri oleh responden. Kuesioner yang baik tidak ditulis dari ide spontan, melainkan diturunkan dari variabel penelitian lewat kisi-kisi, sehingga setiap butir jelas mengukur apa.

Langkah membuat kuesioner

  1. Tentukan variabel dari rumusan masalah. Lihat variabel penelitian.
  2. Tulis definisi operasional: bagaimana variabel itu diukur dalam penelitianmu.
  3. Turunkan menjadi indikator dari teori yang kamu pakai di Bab 2.
  4. Buat kisi-kisi: tabel variabel, indikator, nomor butir, dan jumlah butir.
  5. Tulis butir untuk setiap indikator, campuran pernyataan positif dan negatif bila perlu.
  6. Pilih skala jawaban dan susun kuesioner lengkap.
  7. Minta penilaian ahli (dosen atau praktisi) tentang isi dan bahasanya.
  8. Uji coba pada responden yang mirip dengan sampel, lalu uji validitas dan reliabilitas.
  9. Perbaiki atau buang butir yang tidak memenuhi syarat, baru sebarkan ke sampel penelitian.

Contoh kisi-kisi

Kisi-kisi variabel motivasi belajar (contoh)

VariabelIndikatorButir positifButir negatifJumlah
Motivasi belajarKetekunan mengerjakan tugas1, 233
Minat terhadap pelajaran4, 563
Keinginan berprestasi7, 893
Kemandirian belajar10, 11123
Jumlah12

Indikator di atas hanya ilustrasi. Indikator di penelitianmu harus berasal dari teori atau definisi yang kamu pakai, dan sumbernya disebut di Bab 2 atau Bab 3.

  • Satu butir, satu gagasan. "Saya rajin belajar dan selalu mengerjakan PR" memuat dua hal; pisahkan.
  • Bahasa yang dipahami responden. Hindari istilah teknis atau kalimat panjang.
  • Tidak mengarahkan. "Bukankah pelayanan kami sangat ramah?" mendorong jawaban tertentu.
  • Hindari negasi ganda, misalnya "Saya tidak pernah tidak mengerjakan tugas".
  • Spesifik dan sesuai pengalaman responden. Tanyakan hal yang memang mereka alami.

Pernyataan positif dan negatif

Pernyataan positif (favorable) mendukung variabel, misalnya "Saya mengerjakan tugas sampai selesai." Pernyataan negatif (unfavorable) berlawanan, misalnya "Saya mudah menyerah bila tugasnya sulit." Campuran keduanya membantu mendeteksi responden yang menjawab asal sama semua. Saat pengolahan, skor pernyataan negatif dibalik:

JawabanSkor positifSkor negatif
Sangat setuju51
Setuju42
Netral33
Tidak setuju24
Sangat tidak setuju15

Susunan kuesioner

  1. Pengantar dan persetujuan: identitas peneliti, tujuan penelitian, jaminan kerahasiaan, perkiraan waktu mengisi, dan pernyataan bahwa responden bersedia ikut.
  2. Pertanyaan penyaring bila memakai kriteria, misalnya "Apakah Anda pernah berbelanja di Toko X dalam tiga bulan terakhir?"
  3. Identitas responden secukupnya. Jangan meminta data pribadi yang tidak dipakai di analisis.
  4. Petunjuk pengisian dan arti setiap pilihan jawaban.
  5. Butir-butir dikelompokkan per variabel, atau diacak bila ingin mengurangi pola jawaban.
  6. Ucapan terima kasih.

Uji coba, validitas, dan reliabilitas

Setelah uji coba, setiap butir diuji validitasnya: korelasi skor butir dengan skor total dibandingkan dengan r tabel sesuai jumlah responden uji coba. Butir yang tidak valid diperbaiki atau dibuang. Kuesioner lalu diuji reliabilitasnya, biasanya dengan Cronbach's Alpha, untuk melihat konsistensi jawabannya.

Kedua uji ini bisa kamu jalankan di uji validitas dan uji reliabilitas dengan menempel data langsung dari Excel. Datanya diolah di browser dan tidak dikirim ke server.

Kesalahan umum

  • Butir disusun tanpa kisi-kisi, sehingga ada indikator yang tidak terwakili.
  • Indikator tidak bersumber dari teori.
  • Skala jawaban berbeda-beda antarbagian tanpa alasan.
  • Lupa membalik skor butir negatif sebelum dianalisis.
  • Langsung menyebar kuesioner tanpa uji coba.
  • Meminta data pribadi berlebihan, misalnya nomor telepon atau alamat lengkap, tanpa keperluan.

Pertanyaan umum

Berapa jumlah butir untuk setiap indikator?

Tidak ada aturan baku. Banyak peneliti memakai beberapa butir per indikator supaya masih ada cadangan bila ada butir yang gugur saat uji validitas. Hindari kuesioner yang terlalu panjang karena responden cenderung mengisi asal.

Skala Likert lebih baik 4 atau 5 pilihan?

Lima pilihan menyediakan jawaban tengah (netral atau ragu-ragu). Empat pilihan menghilangkan jawaban tengah supaya responden memilih arah. Keduanya dipakai luas; pilih satu, tuliskan alasannya di Bab 3, dan pakai secara konsisten.

Boleh memakai kuesioner dari penelitian lain?

Boleh, bahkan sering dianjurkan bila kuesionernya sudah teruji. Sebutkan sumbernya, sesuaikan bahasanya bila perlu, dan tetap uji validitas serta reliabilitasnya pada respondenmu.