Metodologi

Penelitian Deskriptif

Jawaban singkat

Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan keadaan, karakteristik, atau fenomena apa adanya, tanpa menguji hubungan sebab-akibat. Bisa kuantitatif (misalnya persentase dan rata-rata skor dari kuesioner) atau kualitatif (uraian mendalam dari wawancara dan observasi). Rumusan masalahnya biasanya diawali 'bagaimana gambaran' atau 'seberapa tinggi'.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Bedanya dengan desain lain
  2. Deskriptif kuantitatif
  3. Deskriptif kualitatif
  4. Langkah penelitian deskriptif
  5. Kelebihan dan keterbatasan
  6. Pertanyaan umum

Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan keadaan, karakteristik, atau fenomena sebagaimana adanya. Peneliti tidak memberi perlakuan dan tidak menguji hubungan sebab-akibat. Pertanyaan yang dijawab adalah apa, bagaimana gambaran, atau seberapa tinggi, bukan apakah X berpengaruh terhadap Y.

Bedanya dengan desain lain

DesainPertanyaan khasContoh
DeskriptifBagaimana gambaran ...?Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa?
KorelasionalApakah ada hubungan antara ... dan ...?Hubungan motivasi belajar dan prestasi
Asosiatif kausalApakah ... berpengaruh terhadap ...?Pengaruh promosi terhadap minat beli
EksperimenApakah perlakuan ... efektif?Efektivitas model pembelajaran X

Deskriptif kuantitatif

Data berupa angka, biasanya dari kuesioner, tes, atau data sekunder. Hasilnya disajikan sebagai frekuensi, persentase, rata-rata, dan kategori.

Contoh deskriptif kuantitatif

Judul: Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X

Rumusan masalah: Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X?

Data: kuesioner skala Likert kepada sampel mahasiswa. Jumlah sampel bisa dihitung dengan rumus Slovin bila jumlah mahasiswanya diketahui.

Analisis: rata-rata skor per indikator, persentase responden di setiap kategori, lalu kategori skor (misalnya rendah, sedang, tinggi).

Deskriptif kualitatif

Data berupa kata-kata dari wawancara, observasi, dan dokumen. Peneliti menggambarkan fenomena secara rinci dengan bahasa yang dekat dengan data, tanpa banyak tafsir teoretis. Desain ini sering dipilih untuk skripsi karena alurnya lugas.

Contoh deskriptif kualitatif

Judul: Pelaksanaan Program Makan Bergizi di SD Negeri X

Rumusan masalah: Bagaimana pelaksanaan program makan bergizi di SD Negeri X, dan apa kendala yang dihadapi sekolah?

Data: wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan pengelola program; observasi; dokumen program.

Analisis: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Langkah penelitian deskriptif

  1. Tentukan apa yang ingin digambarkan dan rumuskan pertanyaan "bagaimana gambaran" atau "seberapa tinggi".
  2. Tentukan subjek: populasi dan sampel untuk kuantitatif, informan untuk kualitatif. Lihat populasi dan sampel.
  3. Susun instrumen: kuesioner dengan kisi-kisi, atau pedoman wawancara dan observasi.
  4. Kumpulkan data. Lihat teknik pengumpulan data.
  5. Analisis: statistik deskriptif untuk kuantitatif, reduksi-penyajian-kesimpulan untuk kualitatif. Lihat teknik analisis data.
  6. Sajikan hasil dalam tabel, grafik, atau uraian yang menjawab rumusan masalah.

Kelebihan dan keterbatasan

  • Kelebihan: alurnya lugas, cocok untuk memetakan keadaan sebelum penelitian lanjutan, dan hasilnya langsung berguna bagi lembaga yang diteliti.
  • Keterbatasan: tidak menjelaskan sebab, dan bila hanya sedikit variabel yang digambarkan, kontribusinya bisa dianggap kurang mendalam. Perkuat dengan pembahasan yang mengaitkan hasil dengan teori dan penelitian terdahulu.

Pertanyaan umum

Apakah penelitian deskriptif memakai hipotesis?

Umumnya tidak, karena tidak menguji hubungan atau perbedaan. Sebagian peneliti merumuskan hipotesis deskriptif, misalnya dugaan bahwa rata-rata skor berada di kategori tertentu, lalu mengujinya dengan uji t satu sampel.

Apa beda deskriptif kualitatif dan studi kasus?

Deskriptif kualitatif menggambarkan fenomena secara langsung dan apa adanya dengan bahasa sehari-hari. Studi kasus mendalami satu kasus yang dibatasi dengan jelas, dari banyak sumber data, dan sering berusaha menjelaskan proses atau alasannya.

Analisis apa yang dipakai penelitian deskriptif kuantitatif?

Statistik deskriptif: frekuensi, persentase, rata-rata, simpangan baku, dan pengategorian skor (misalnya sangat rendah sampai sangat tinggi), disajikan dalam tabel atau grafik.