Daftar isi
Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan keadaan, karakteristik, atau fenomena sebagaimana adanya. Peneliti tidak memberi perlakuan dan tidak menguji hubungan sebab-akibat. Pertanyaan yang dijawab adalah apa, bagaimana gambaran, atau seberapa tinggi, bukan apakah X berpengaruh terhadap Y.
Bedanya dengan desain lain
| Desain | Pertanyaan khas | Contoh |
|---|---|---|
| Deskriptif | Bagaimana gambaran ...? | Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa? |
| Korelasional | Apakah ada hubungan antara ... dan ...? | Hubungan motivasi belajar dan prestasi |
| Asosiatif kausal | Apakah ... berpengaruh terhadap ...? | Pengaruh promosi terhadap minat beli |
| Eksperimen | Apakah perlakuan ... efektif? | Efektivitas model pembelajaran X |
Deskriptif kuantitatif
Data berupa angka, biasanya dari kuesioner, tes, atau data sekunder. Hasilnya disajikan sebagai frekuensi, persentase, rata-rata, dan kategori.
Contoh deskriptif kuantitatif
Judul: Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X
Rumusan masalah: Bagaimana tingkat literasi keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas X?
Data: kuesioner skala Likert kepada sampel mahasiswa. Jumlah sampel bisa dihitung dengan rumus Slovin bila jumlah mahasiswanya diketahui.
Analisis: rata-rata skor per indikator, persentase responden di setiap kategori, lalu kategori skor (misalnya rendah, sedang, tinggi).
Deskriptif kualitatif
Data berupa kata-kata dari wawancara, observasi, dan dokumen. Peneliti menggambarkan fenomena secara rinci dengan bahasa yang dekat dengan data, tanpa banyak tafsir teoretis. Desain ini sering dipilih untuk skripsi karena alurnya lugas.
Contoh deskriptif kualitatif
Judul: Pelaksanaan Program Makan Bergizi di SD Negeri X
Rumusan masalah: Bagaimana pelaksanaan program makan bergizi di SD Negeri X, dan apa kendala yang dihadapi sekolah?
Data: wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan pengelola program; observasi; dokumen program.
Analisis: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Langkah penelitian deskriptif
- Tentukan apa yang ingin digambarkan dan rumuskan pertanyaan "bagaimana gambaran" atau "seberapa tinggi".
- Tentukan subjek: populasi dan sampel untuk kuantitatif, informan untuk kualitatif. Lihat populasi dan sampel.
- Susun instrumen: kuesioner dengan kisi-kisi, atau pedoman wawancara dan observasi.
- Kumpulkan data. Lihat teknik pengumpulan data.
- Analisis: statistik deskriptif untuk kuantitatif, reduksi-penyajian-kesimpulan untuk kualitatif. Lihat teknik analisis data.
- Sajikan hasil dalam tabel, grafik, atau uraian yang menjawab rumusan masalah.
Kelebihan dan keterbatasan
- Kelebihan: alurnya lugas, cocok untuk memetakan keadaan sebelum penelitian lanjutan, dan hasilnya langsung berguna bagi lembaga yang diteliti.
- Keterbatasan: tidak menjelaskan sebab, dan bila hanya sedikit variabel yang digambarkan, kontribusinya bisa dianggap kurang mendalam. Perkuat dengan pembahasan yang mengaitkan hasil dengan teori dan penelitian terdahulu.
Pertanyaan umum
Apakah penelitian deskriptif memakai hipotesis?
Umumnya tidak, karena tidak menguji hubungan atau perbedaan. Sebagian peneliti merumuskan hipotesis deskriptif, misalnya dugaan bahwa rata-rata skor berada di kategori tertentu, lalu mengujinya dengan uji t satu sampel.
Apa beda deskriptif kualitatif dan studi kasus?
Deskriptif kualitatif menggambarkan fenomena secara langsung dan apa adanya dengan bahasa sehari-hari. Studi kasus mendalami satu kasus yang dibatasi dengan jelas, dari banyak sumber data, dan sering berusaha menjelaskan proses atau alasannya.
Analisis apa yang dipakai penelitian deskriptif kuantitatif?
Statistik deskriptif: frekuensi, persentase, rata-rata, simpangan baku, dan pengategorian skor (misalnya sangat rendah sampai sangat tinggi), disajikan dalam tabel atau grafik.