Metodologi

Teknik Sampling

Jawaban singkat

Teknik sampling adalah cara memilih anggota sampel dari populasi. Ada dua kelompok besar: probability sampling, di mana setiap anggota populasi punya peluang yang diketahui untuk terpilih (misalnya acak sederhana, stratified, cluster), dan non-probability sampling, di mana pemilihan didasarkan pada pertimbangan atau kemudahan (misalnya purposive, accidental, snowball).

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Probability sampling
  2. Non-probability sampling
  3. Cara memilih teknik sampling
  4. Pertanyaan umum

Teknik sampling adalah cara memilih anggota sampel dari populasi. Pilihannya menentukan seberapa kuat hasil penelitianmu bisa digeneralisasi ke populasi.

Probability sampling

Setiap anggota populasi punya peluang yang diketahui untuk terpilih. Biasanya membutuhkan kerangka sampel, yaitu daftar seluruh anggota populasi.

TeknikCaraContoh
Acak sederhana (simple random)Mengundi dari seluruh daftar populasiMengundi 300 dari 1.200 nomor pelanggan
SistematisMemilih anggota dengan jarak tetap dari daftarSetiap nama ke-4 di daftar siswa
Stratified (berstrata)Membagi populasi ke strata, lalu mengacak di tiap strataMengacak siswa per kelas X, XI, dan XII
Cluster (klaster/area)Mengacak kelompok, lalu meneliti anggota kelompok terpilihMengacak 5 dari 20 sekolah
Bertahap (multistage)Gabungan beberapa tahap pengacakanAcak kecamatan, lalu sekolah, lalu kelas

Non-probability sampling

Pemilihan didasarkan pada pertimbangan peneliti atau kemudahan, sehingga peluang setiap anggota tidak diketahui.

TeknikCaraCocok untuk
PurposiveMemilih berdasarkan kriteria tertentuResponden atau informan dengan karakteristik khusus
Accidental (insidental, convenience)Memilih siapa saja yang kebetulan ditemui dan bersediaPopulasi tanpa daftar, penelitian awal
KuotaMemenuhi jumlah tertentu per kelompok tanpa diacakSurvei pasar dengan target per kategori
SnowballInforman merekomendasikan informan berikutnyaKelompok yang sulit dijangkau
Sampel jenuh (sensus)Seluruh populasi ditelitiPopulasi kecil

Cara memilih teknik sampling

  1. Adakah daftar lengkap populasi? Bila ada, probability sampling bisa dipakai. Bila tidak, pertimbangkan purposive atau accidental.
  2. Apakah populasinya terdiri atas kelompok yang berbeda? Pertimbangkan stratified agar setiap kelompok terwakili.
  3. Apakah populasinya tersebar luas secara geografis? Cluster atau multistage lebih hemat.
  4. Apakah kamu membutuhkan karakteristik khusus? Purposive sampling dengan kriteria yang jelas.
  5. Penelitian kualitatif? Purposive atau snowball, sampai data jenuh.

Pertanyaan umum

Teknik sampling apa yang paling banyak dipakai di skripsi?

Purposive sampling dan simple random sampling termasuk yang paling sering. Pilihan yang tepat bergantung pada ketersediaan daftar populasi (kerangka sampel) dan tujuan generalisasi penelitianmu.

Apa itu kerangka sampel?

Daftar seluruh anggota populasi yang bisa dipakai untuk mengundi sampel, misalnya daftar siswa atau daftar pelanggan. Probability sampling membutuhkan kerangka sampel.

Bolehkah memakai accidental sampling untuk skripsi kuantitatif?

Boleh bila tidak ada kerangka sampel, tetapi tuliskan keterbatasannya: hasilnya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh populasi sekuat sampel acak.