Baris = butir, kolom = penilai. Kolom nama butir di kiri boleh disertakan.
V = Σs / (n(c − 1)), dengan s = skor penilai − skor terendah, n = jumlah penilai, dan c = jumlah kategori. V kritis dihitung eksak dari peluang V bila penilai memilih secara acak.
Tabel V kritis Aiken untuk 5 kategori, taraf 5%
| Penilai | V kritis | p |
|---|---|---|
| 2 | 1,00 | 0,040 |
| 3 | 0,92 | 0,032 |
| 4 | 0,88 | 0,024 |
| 5 | 0,80 | 0,040 |
| 6 | 0,79 | 0,029 |
| 7 | 0,75 | 0,041 |
| 8 | 0,75 | 0,030 |
| 9 | 0,72 | 0,038 |
| 10 | 0,70 | 0,047 |
| 11 | 0,70 | 0,035 |
| 12 | 0,69 | 0,041 |
| 13 | 0,67 | 0,048 |
| 14 | 0,68 | 0,036 |
| 15 | 0,67 | 0,041 |
| 16 | 0,66 | 0,046 |
| 17 | 0,66 | 0,036 |
| 18 | 0,65 | 0,040 |
| 19 | 0,64 | 0,044 |
| 20 | 0,64 | 0,048 |
| 21 | 0,64 | 0,038 |
| 22 | 0,64 | 0,041 |
| 23 | 0,63 | 0,045 |
| 24 | 0,63 | 0,048 |
| 25 | 0,63 | 0,038 |
Rumus Aiken's V
- = skor yang diberikan penilai
- = skor terendah pada skala (mis. 1)
- = jumlah penilai
- = jumlah kategori (mis. 5 untuk skala 1–5)
Nilai V berkisar dari 0 sampai 1. Semakin dekat ke 1, semakin kuat kesepakatan para ahli bahwa butir itu relevan.
Contoh
Lima ahli menilai satu butir dengan skala 1–5 dan memberi skor 4, 5, 4, 4, 5. Maka dan . Karena 0,85 ≥ 0,80 (V kritis untuk 5 penilai dan 5 kategori pada taraf 5%), butir ini valid.
V kritis
Lewis Aiken (1985) menyusun tabel nilai V yang cukup tinggi untuk disebut "tidak terjadi kebetulan". Dasarnya: bila para penilai memilih skor secara acak, berapa peluang V mencapai nilai tertentu? Butir dinyatakan valid bila peluang itu kecil, misalnya di bawah 5%.
Alat di halaman ini menghitung peluang tersebut secara eksak untuk jumlah penilai dan kategori berapa pun, sehingga kamu tidak bergantung pada tabel cetak yang hanya memuat kombinasi tertentu. Buka bagian "Tabel V kritis" di bawah alat untuk melihat nilainya.
Langkah validasi ahli
- Susun lembar validasi berisi butir-butir instrumen dan skala penilaian, misalnya 1 (tidak relevan) sampai 5 (sangat relevan).
- Pilih ahli sesuai bidang: ahli materi, ahli bahasa, atau ahli pengukuran.
- Kumpulkan skor dan saran dari setiap ahli.
- Hitung V setiap butir dan bandingkan dengan V kritis.
- Revisi butir yang belum valid berdasarkan saran ahli, lalu lanjutkan ke uji coba dan uji validitas empiris.
Kesalahan umum
- Memakai skor penilai langsung tanpa dikurangi skor terendah.
- Salah menghitung c: skala 1–5 punya 5 kategori, bukan 4.
- Memakai V kritis untuk jumlah penilai yang berbeda.
- Menganggap validasi ahli menggantikan uji coba instrumen.
Pertanyaan umum
Berapa jumlah ahli yang dibutuhkan?
Semakin banyak penilai, semakin kecil V kritisnya. Dengan skala 1–5, tiga penilai membutuhkan V minimal 0,92 pada taraf 5%, sedangkan lima penilai cukup 0,80. Lihat tabel V kritis di alat.
Apakah boleh memakai batas 0,8 saja tanpa tabel?
Sebagian peneliti memakai kategori (V di atas 0,8 tinggi). Itu pedoman umum, bukan uji. Membandingkan dengan V kritis sesuai jumlah penilai dan kategori lebih kuat secara statistik.
Kapan Aiken's V dipakai?
Saat instrumen atau produk dinilai oleh ahli sebelum diujicobakan, misalnya kuesioner, tes, modul, atau media pembelajaran dalam penelitian pengembangan (R&D).