Daftar isi
Teknik pengumpulan data adalah cara peneliti memperoleh data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Pilihannya bergantung pada jenis data yang dibutuhkan, pendekatan penelitian, dan siapa sumber datanya.
| Teknik | Instrumen | Jenis data | Paling sering dipakai di |
|---|---|---|---|
| Kuesioner (angket) | Lembar kuesioner | Angka dari jawaban berskala, pilihan | Kuantitatif |
| Wawancara | Pedoman wawancara | Kata-kata, pengalaman, alasan | Kualitatif |
| Observasi | Lembar observasi, catatan lapangan | Perilaku dan kejadian | Keduanya |
| Dokumentasi | Format atau daftar dokumen | Arsip, data sekunder, foto | Keduanya |
| Tes | Soal tes | Skor kemampuan | Pendidikan, eksperimen |
Kuesioner (angket)
Daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis yang dijawab responden. Paling efisien untuk mengumpulkan data dari banyak orang.
- Tertutup: pilihan jawaban sudah disediakan, misalnya skala Likert 1–5. Mudah dianalisis.
- Terbuka: responden menjawab bebas. Berguna untuk alasan atau saran.
Susun dari kisi-kisi (variabel, indikator, nomor butir), uji coba, lalu uji validitas dan reliabilitas sebelum dipakai. Untuk validitas, r hitung dibandingkan dengan tabel r.
Wawancara
Tanya-jawab langsung dengan informan atau responden.
- Terstruktur: pertanyaan dan urutannya sudah baku.
- Semi-terstruktur: ada pedoman, tetapi peneliti boleh menggali lebih jauh. Paling sering dipakai di skripsi kualitatif.
- Tidak terstruktur: percakapan bebas di sekitar topik, biasanya di tahap awal.
Minta izin merekam, buat transkrip secepatnya, dan catat konteks (waktu, tempat, suasana).
Observasi
Pengamatan langsung terhadap perilaku atau kejadian.
- Partisipatif: peneliti ikut terlibat dalam kegiatan yang diamati.
- Non-partisipatif: peneliti hanya mengamati.
- Terstruktur: memakai lembar observasi berisi aspek yang dinilai, sering dipakai di penelitian pendidikan.
Dokumentasi
Mengumpulkan data dari dokumen: arsip lembaga, laporan, notulen, foto, data statistik, atau laporan keuangan. Dokumentasi menghasilkan data sekunder dan sering dipakai untuk melengkapi atau mengecek data wawancara.
Tes
Serangkaian soal untuk mengukur pengetahuan atau keterampilan, misalnya pretest dan posttest dalam penelitian eksperimen atau penelitian tindakan kelas. Tes perlu diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembedanya.
Triangulasi
Dalam penelitian kualitatif, beberapa teknik dan sumber digabungkan untuk saling mengecek. Triangulasi teknik membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber membandingkan keterangan dari beberapa informan, misalnya kepala sekolah, guru, dan siswa.
Memilih teknik yang tepat
- Lihat rumusan masalah. Pertanyaan "seberapa" atau "apakah berpengaruh" butuh data angka; pertanyaan "bagaimana" dan "mengapa" butuh data mendalam.
- Tentukan sumber data. Orang (responden, informan), kejadian, atau dokumen.
- Pilih teknik utama dan pelengkap. Misalnya kuesioner sebagai utama dan dokumentasi sebagai pelengkap.
- Siapkan instrumennya dan rencanakan cara mengujinya.
Contoh penulisan di Bab 3 (kuantitatif)
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan kepada [jumlah] responden secara daring menggunakan skala Likert lima poin, dari "sangat tidak setuju" (1) sampai "sangat setuju" (5). Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data [jenis data] dari [sumber].
Contoh penulisan di Bab 3 (kualitatif)
Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan [informan] yang dipilih secara purposive. Observasi dilakukan terhadap [kegiatan] selama [periode]. Dokumen yang dikaji meliputi [jenis dokumen].
Pertanyaan umum
Apa beda teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian?
Teknik adalah caranya, misalnya wawancara. Instrumen adalah alatnya, misalnya pedoman wawancara. Di Bab 3, keduanya biasanya ditulis di sub-bab yang berbeda.
Bolehkah memakai lebih dari satu teknik?
Boleh, dan sering dianjurkan. Penelitian kualitatif hampir selalu menggabungkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian kuantitatif juga bisa melengkapi kuesioner dengan dokumentasi.
Apakah kuesioner online sah untuk skripsi?
Sah, asalkan responden yang mengisi memang anggota sampel yang kamu tetapkan. Tuliskan cara penyebarannya dan cara memastikan responden sesuai kriteria, misalnya dengan pertanyaan penyaring di awal kuesioner.