Metodologi

Uji Hipotesis

Jawaban singkat

Uji hipotesis memutuskan apakah data sampel cukup kuat untuk menolak hipotesis nol (H0). Di SPSS, bandingkan nilai Sig. (p-value) dengan taraf signifikansi, biasanya 0,05: bila Sig. < 0,05, H0 ditolak dan H1 diterima; bila Sig. ≥ 0,05, H0 tidak ditolak. Cara lain adalah membandingkan statistik hitung dengan nilai tabel.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. H0 dan H1
  2. Nilai Sig. dan taraf signifikansi
  3. Uji satu sisi dan dua sisi
  4. Dua jenis kesalahan
  5. Memilih uji yang tepat
  6. Langkah menuliskan uji hipotesis
  7. Panduan dalam topik ini
  8. Pertanyaan umum

Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara atas rumusan masalah (lihat hipotesis penelitian). Uji hipotesis adalah prosedur statistik untuk memutuskan apakah data mendukung jawaban sementara itu.

H0 dan H1

Setiap hipotesis penelitian kuantitatif ditulis sebagai sepasang hipotesis statistik:

  • H0 (hipotesis nol): tidak ada pengaruh, hubungan, atau perbedaan.
  • H1 atau Ha (hipotesis alternatif): ada pengaruh, hubungan, atau perbedaan. Biasanya inilah dugaan peneliti.

Contoh

H0: Tidak terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. H1: Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.

Yang diuji secara statistik adalah H0. Kesimpulannya hanya dua: H0 ditolak (H1 diterima), atau H0 tidak ditolak.

Nilai Sig. dan taraf signifikansi

Taraf signifikansi (α) adalah batas risiko salah menolak H0 yang masih diterima peneliti. Yang paling umum α = 0,05 (5%); sebagian bidang memakai 0,01 atau 0,10.

Nilai Sig. di SPSS, atau p-value, adalah peluang mendapatkan hasil sejauh yang teramati (atau lebih jauh) bila H0 benar. Semakin kecil nilainya, semakin kuat bukti untuk menolak H0.

HasilKeputusan
Sig. < 0,05H0 ditolak, H1 diterima: hasilnya signifikan
Sig. ≥ 0,05H0 tidak ditolak: hasilnya tidak signifikan

Cara kedua adalah membandingkan statistik hitung dengan nilai tabel, misalnya t hitung dengan t tabel atau F hitung dengan F tabel. Kedua cara selalu menghasilkan keputusan yang sama bila taraf dan jenis ujinya sama.

Uji satu sisi dan dua sisi

  • Dua sisi: hipotesis tidak menyebut arah ("ada perbedaan", "ada pengaruh"). Ini pilihan bawaan SPSS.
  • Satu sisi: hipotesis menyebut arah ("lebih tinggi", "berpengaruh positif"), dan arahnya ditetapkan sebelum melihat data.

Pada uji satu sisi, nilai tabel lebih kecil (misalnya t tabel df 30 pada α 5%: 2,042 untuk dua sisi dan 1,697 untuk satu sisi). Memilih satu sisi setelah melihat hasil supaya menjadi signifikan adalah praktik yang keliru.

Dua jenis kesalahan

H0 sebenarnya benarH0 sebenarnya salah
H0 ditolakKesalahan tipe I (peluangnya α)Keputusan benar
H0 tidak ditolakKeputusan benarKesalahan tipe II (peluangnya β)

Sampel yang terlalu kecil memperbesar kesalahan tipe II: pengaruh yang sebenarnya ada tidak terdeteksi. Itu sebabnya ukuran sampel perlu direncanakan, misalnya dengan kalkulator sampel.

Memilih uji yang tepat

TujuanDataUji parametrikAlternatif nonparametrik
Membandingkan 2 kelompok independenInterval/rasioUji t sampel independenMann-Whitney
Membandingkan sebelum-sesudahInterval/rasioUji t berpasanganWilcoxon
Membandingkan 3 kelompok atau lebihInterval/rasioANOVAKruskal-Wallis
Hubungan 2 variabelInterval/rasio atau ordinalKorelasi PearsonKorelasi Spearman
Pengaruh 1 variabel bebasInterval/rasioRegresi linear sederhana
Pengaruh 2 variabel bebas atau lebihInterval/rasioRegresi linear berganda
Pengaruh melalui variabel perantaraInterval/rasioUji Sobel atau SEM-PLS
Hubungan 2 variabel kategoriNominalChi square

Uji parametrik memerlukan uji asumsi terlebih dahulu. Bila asumsinya tidak terpenuhi, pakai alternatif nonparametriknya. Penjelasan lengkapnya ada di statistik parametrik dan nonparametrik. Sebelum menguji hipotesis, ringkas dulu datamu dengan statistik deskriptif.

Langkah menuliskan uji hipotesis

  1. Tulis H0 dan H1.
  2. Sebutkan taraf signifikansi dan uji yang dipakai.
  3. Laporkan statistik hitung, derajat bebas, dan nilai Sig.
  4. Tulis keputusan (H0 ditolak atau tidak ditolak).
  5. Terjemahkan keputusan itu ke kalimat penelitian, termasuk arah dan besar pengaruhnya.

Panduan dalam topik ini

Pertanyaan umum

Kalau Sig. > 0,05, apakah H0 terbukti benar?

Tidak. Artinya data belum cukup kuat untuk menolak H0. Bisa karena memang tidak ada pengaruh, bisa juga karena sampel terlalu kecil. Tulis 'H0 tidak ditolak' atau 'hipotesis tidak terbukti', bukan 'H0 terbukti benar'.

Sig. 0,000 di SPSS artinya apa?

SPSS membulatkan ke tiga angka di belakang koma, jadi nilai p sebenarnya kurang dari 0,0005. Tulis p < 0,001, bukan p = 0,000.

Kapan memakai uji satu sisi?

Bila hipotesisnya menyebut arah dan arah itu ditetapkan sebelum data dikumpulkan, misalnya 'metode A meningkatkan hasil belajar'. Bila hipotesisnya hanya 'ada perbedaan' atau 'ada pengaruh', pakai dua sisi.

Panduan terkait