Daftar isi
Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen utamanya. Pertanyaan yang sering muncul saat sidang: "Bagaimana kamu yakin datanya benar?" Salah satu jawabannya adalah triangulasi: memeriksa satu temuan dari beberapa arah, seperti juru ukur yang menentukan posisi sebuah titik dari dua atau tiga titik lain.
Jenis triangulasi
Norman Denzin (1978) membedakan empat jenis triangulasi: data, peneliti, teori, dan metode. Di skripsi Indonesia, yang paling sering dipakai adalah tiga jenis berikut.
| Jenis | Yang dibandingkan | Contoh |
|---|---|---|
| Triangulasi sumber | Informasi dari informan atau sumber yang berbeda | Pernyataan kepala sekolah dibandingkan dengan pernyataan guru dan siswa |
| Triangulasi teknik | Data dari teknik pengumpulan yang berbeda | Hasil wawancara dibandingkan dengan hasil observasi dan dokumen |
| Triangulasi waktu | Data yang dikumpulkan pada waktu berbeda | Wawancara pagi hari dibandingkan dengan wawancara ulang di hari lain |
Dua jenis lain dari Denzin:
- Triangulasi peneliti: lebih dari satu peneliti mengumpulkan atau menafsirkan data, lalu hasilnya dibandingkan.
- Triangulasi teori: data ditafsirkan dengan lebih dari satu sudut pandang teori.
Contoh penerapan
Penelitian: pelaksanaan program literasi di sekolah dasar
- Sumber: kepala sekolah menyebut program berjalan setiap hari. Wali kelas menyebut program berjalan 3 kali seminggu, dan siswa menyebut "kadang-kadang".
- Teknik: observasi selama dua minggu mencatat kegiatan literasi pada 6 dari 10 hari sekolah; jadwal resmi dalam dokumen mencantumkan setiap hari.
- Kesimpulan: program dijadwalkan setiap hari, tetapi pelaksanaannya belum rutin. Perbedaan antara jadwal dan pelaksanaan ini menjadi temuan yang dibahas di Bab 4.
Contoh ini memperlihatkan bahwa triangulasi tidak selalu berujung pada "datanya sama". Ketidaksesuaian antar-sumber justru sering menjadi temuan penting.
Menuliskannya di skripsi
Di Bab 3, pada sub-bab keabsahan data, jelaskan jenis triangulasi yang dipakai dan caranya: sumber mana yang dibandingkan, dan teknik apa saja.
Di Bab 4, tunjukkan proses triangulasinya, misalnya dengan tabel:
| Fokus | Wawancara | Observasi | Dokumen | Kesimpulan |
|---|---|---|---|---|
| Frekuensi kegiatan literasi | Kepala sekolah: setiap hari; guru: 3 kali seminggu | 6 dari 10 hari | Jadwal: setiap hari | Dijadwalkan setiap hari, pelaksanaan belum rutin |
Cara lain memeriksa keabsahan data
- Member check: hasil wawancara atau tafsiran dikonfirmasi kembali kepada informan.
- Perpanjangan pengamatan: peneliti berada di lapangan lebih lama.
- Diskusi dengan teman sejawat: temuan didiskusikan dengan peneliti lain.
- Analisis kasus negatif: mencari data yang bertentangan dengan temuan sementara.
Triangulasi bekerja paling baik bila data dikumpulkan dengan beberapa teknik sejak awal. Lihat teknik pengumpulan data, pedoman wawancara, dan analisis data kualitatif.
Pertanyaan umum
Triangulasi wajib di penelitian kualitatif?
Hampir semua pedoman skripsi kualitatif memintanya sebagai bagian dari uji keabsahan data. Triangulasi juga bukan satu-satunya cara: ada member check, perpanjangan pengamatan, dan diskusi dengan teman sejawat.
Kalau data dari sumber berbeda bertentangan, berarti datanya salah?
Belum tentu. Perbedaan bisa memperlihatkan sudut pandang yang berbeda, dan itu sendiri bisa menjadi temuan. Telusuri sebabnya, misalnya dengan wawancara lanjutan, lalu jelaskan di pembahasan.
Berapa jenis triangulasi yang harus dipakai?
Tidak ada jumlah wajib. Yang paling sering dipakai di skripsi adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pilih yang memang bisa kamu lakukan dan jelaskan caranya.