Metodologi

Skala Likert

Jawaban singkat

Skala Likert mengukur sikap atau persepsi dengan pilihan berjenjang, misalnya 1 (sangat tidak setuju) sampai 5 (sangat setuju). Untuk mengategorikan rata-rata skor, hitung panjang interval = (skor tertinggi − skor terendah) / jumlah kategori. Pada skala 1–5 dengan lima kategori, intervalnya 0,80: 1,00–1,80 sangat rendah, 1,81–2,60 rendah, 2,61–3,40 sedang, 3,41–4,20 tinggi, dan 4,21–5,00 sangat tinggi.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim MetodologiAngka dicocokkan dengan R
Daftar isi
  1. Apa itu skala Likert?
  2. 4 poin atau 5 poin?
  3. Cara menghitung interval kategori
  4. Kategori untuk skor total
  5. Mengolah jawaban menjadi tabel deskriptif
  6. Kesalahan umum
  7. Pertanyaan umum
Alat · Kategori skala LikertInterval kelas dan distribusi jawaban
Skala jawaban
Jumlah kategori
Nama kategori
Yang dikategorikan

Rata-rata per butir, per indikator, atau per responden.

Panjang interval = (5 − 1) / 5 = 0,80

Rata-rata skorKategori
1,00 – 1,80Sangat rendah
1,81 – 2,60Rendah
2,61 – 3,40Sedang
3,41 – 4,20Tinggi
4,21 – 5,00Sangat tinggi

Olah data jawaban (opsional)

Tempel jawaban responden (baris = responden, kolom = butir, skala 1–5) untuk mendapatkan distribusi frekuensi, rata-rata, dan kategori setiap butir. Data diolah di browsermu dan tidak dikirim ke server.

Apa itu skala Likert?

Skala Likert adalah cara mengukur sikap, pendapat, atau persepsi dengan pilihan jawaban yang berjenjang. Nama skala ini berasal dari Rensis Likert (1932). Bentuk yang paling sering dipakai di skripsi adalah lima pilihan:

SkorPernyataan positifPernyataan negatif
5Sangat setujuSangat tidak setuju
4SetujuTidak setuju
3Netral / ragu-raguNetral / ragu-ragu
2Tidak setujuSetuju
1Sangat tidak setujuSangat setuju

Untuk pernyataan negatif (unfavorable), skornya dibalik. Lihat cara membuat kuesioner.

4 poin atau 5 poin?

  • 5 poin menyediakan pilihan tengah, sehingga responden yang benar-benar netral tidak dipaksa memilih.
  • 4 poin menghilangkan pilihan tengah, supaya responden memilih arah setuju atau tidak setuju. Pilihan ini sering dipakai bila banyak responden cenderung memilih netral.

Keduanya sah. Pilih satu, tuliskan alasannya di Bab 3, dan pakai secara konsisten di semua butir.

Cara menghitung interval kategori

  1. Tentukan skor terendah dan tertinggi. Untuk rata-rata skor skala 1–5: terendah 1, tertinggi 5.
  2. Tentukan jumlah kategori, misalnya lima (sangat rendah sampai sangat tinggi).
  3. Hitung panjang interval: (5−1)/5=0,80(5 - 1) / 5 = 0{,}80.
  4. Susun kategorinya mulai dari skor terendah, dengan menambahkan 0,80 setiap kali.
Rata-rata skorKategori
1,00 – 1,80Sangat rendah
1,81 – 2,60Rendah
2,61 – 3,40Sedang
3,41 – 4,20Tinggi
4,21 – 5,00Sangat tinggi

Penulisan 1,81 di awal kategori kedua hanyalah kebiasaan penulisan dua desimal. Aturannya sederhana: nilai yang tepat di batas atas masuk kategori di bawahnya, dan nilai yang sedikit di atasnya masuk kategori berikutnya. Alat di atas memakai aturan ini dan menghindari galat pembulatan komputer tepat di batas.

Kategori untuk skor total

Bila yang dikategorikan adalah jumlah skor semua butir, skor terendah dan tertingginya ikut dikalikan jumlah butir. Contohnya, 10 butir dengan skala 1–5 punya skor total 10 sampai 50, sehingga panjang intervalnya (50−10)/5=8(50 - 10) / 5 = 8. Pilih "Skor total" di alat dan isi jumlah butirnya.

Mengolah jawaban menjadi tabel deskriptif

Bab 4 penelitian kuantitatif biasanya menyajikan tabel distribusi jawaban setiap butir: berapa responden memilih tiap skor, rata-rata butir, dan kategorinya. Tempel data jawaban di bagian "Olah data jawaban" pada alat untuk mendapatkan tabel itu, lalu salin ke Word.

Kesalahan umum

  • Menghitung interval dengan membagi skor tertinggi dengan jumlah kategori (5 / 5 = 1).
  • Memakai kategori rata-rata untuk skor total, atau sebaliknya.
  • Lupa membalik skor pernyataan negatif sebelum menghitung rata-rata.
  • Menulis kategori tanpa menjelaskan cara menghitung intervalnya di Bab 3.

Pertanyaan umum

Kenapa intervalnya 0,80 dan bukan 1?

Karena jarak dari skor terendah ke tertinggi pada skala 1–5 adalah 4, bukan 5. Jarak 4 dibagi lima kategori menghasilkan 0,80.

Rata-rata 1,80 masuk kategori mana?

Sangat rendah. Batas atas setiap interval termasuk dalam kategorinya, jadi 1,80 masih sangat rendah, sedangkan 1,81 sudah rendah.

Apakah skala Likert data ordinal atau interval?

Satu butir Likert adalah data ordinal. Skor gabungan dari banyak butir sering diperlakukan sebagai data interval dalam analisis skripsi. Bila pembimbing meminta pendekatan ordinal yang ketat, gunakan statistik nonparametrik.

Panduan terkait