Daftar isi
Analisis data kualitatif adalah proses mengolah kata-kata, yaitu transkrip wawancara, catatan observasi, dan dokumen, menjadi temuan yang menjawab rumusan masalah. Berbeda dengan statistik, analisis ini berlangsung bolak-balik: peneliti membaca, memberi kode, mengelompokkan, lalu kembali ke data untuk memeriksa.
Langkah analisis
- Siapkan data: transkrip verbatim, catatan lapangan, dan dokumen, masing-masing diberi kode sumber (misalnya W-I1 untuk wawancara informan 1).
- Baca berulang kali sampai kamu mengenal datanya. Catat kesan awal di margin.
- Beri kode pada potongan data yang bermakna: satu kalimat atau paragraf yang berhubungan dengan fokus penelitian.
- Kelompokkan kode yang mirip menjadi kategori.
- Temukan tema dari kategori-kategori yang saling berkaitan dan menjawab rumusan masalah.
- Sajikan dalam tabel, matriks, atau bagan, disertai kutipan yang mewakili.
- Tarik kesimpulan dan periksa kembali dengan data, informan, dan sumber lain.
Contoh coding
Dari kutipan ke tema (data contoh buatan)
| Kutipan (sumber) | Kode | Kategori | Tema |
|---|---|---|---|
| "Saya bagi siswa jadi tiga kelompok sesuai hasil tes awal." (W-I1) | Pengelompokan berdasarkan asesmen awal | Pemetaan kebutuhan siswa | Perencanaan berbasis data |
| "Sebelum bab baru, saya kasih kuis singkat dulu." (W-I2) | Asesmen diagnostik | Pemetaan kebutuhan siswa | Perencanaan berbasis data |
| "Waktunya habis untuk menyiapkan tiga versi lembar kerja." (W-I1) | Beban persiapan materi | Kendala waktu | Keterbatasan sumber daya |
| "Kami belum pernah dapat pelatihan khusus." (W-I3) | Kurang pelatihan | Kendala kompetensi | Keterbatasan sumber daya |
Kode boleh berubah selama analisis. Bila ada kode baru, baca ulang data sebelumnya untuk melihat apakah kode itu juga muncul di sana.
Dua model yang paling sering dipakai
Model Miles, Huberman, dan Saldaña terdiri atas tiga kegiatan yang berlangsung bersamaan: kondensasi atau reduksi data (memilih dan memberi kode), penyajian data (tabel, matriks, bagan), dan penarikan serta verifikasi kesimpulan. Model ini populer di skripsi Indonesia karena alurnya mudah dijelaskan di Bab 3. Lihat juga teknik analisis data.
Analisis tematik menurut Braun dan Clarke (2006) menekankan pencarian pola makna lewat enam tahap: mengenali data, membuat kode awal, mencari tema, meninjau tema, mendefinisikan dan menamai tema, lalu menulis laporan. Cocok bila datamu banyak wawancara dengan pengalaman yang beragam.
Keabsahan data
Penelitian kualitatif tidak memakai uji validitas statistik. Kepercayaan terhadap temuan dibangun dengan kriteria yang dirumuskan Lincoln dan Guba (1985):
| Kriteria | Pertanyaan | Cara yang umum |
|---|---|---|
| Kredibilitas | Apakah temuan sesuai dengan kenyataan yang dialami informan? | Triangulasi sumber dan teknik, pengecekan ke informan (member check), pengamatan yang cukup lama |
| Transferabilitas | Bisakah pembaca menilai kecocokannya dengan konteks lain? | Uraian konteks yang rinci |
| Dependabilitas | Apakah proses penelitiannya bisa ditelusuri? | Catatan keputusan dan proses, pemeriksaan oleh pembimbing |
| Konfirmabilitas | Apakah temuan berasal dari data, bukan dari prasangka peneliti? | Jejak data mentah sampai kesimpulan, refleksi peneliti |
Menuliskan hasil di Bab 4
- Susun hasil per rumusan masalah atau per tema, bukan per informan.
- Dukung setiap tema dengan kutipan yang mewakili, diberi kode informan.
- Jelaskan juga data yang berbeda dari pola umum, karena itu memperkaya temuan.
- Pembahasan mengaitkan tema dengan teori dan penelitian terdahulu. Lihat menulis Bab 4.
Kesalahan umum
- Menyalin transkrip panjang ke Bab 4 tanpa dianalisis.
- Tema hanya mengulang pertanyaan wawancara, bukan pola yang ditemukan di data.
- Menulis "triangulasi" di Bab 3 tetapi tidak memperlihatkan perbandingan antarsumber di Bab 4.
- Menganalisis setelah semua data terkumpul, sehingga terlambat menyadari data yang kurang.
Pertanyaan umum
Apakah analisis kualitatif harus memakai software?
Tidak. Coding bisa dikerjakan di Word dengan komentar atau di spreadsheet. Software gratis seperti QualCoder dan Taguette membantu bila datanya banyak. NVivo dan ATLAS.ti lebih lengkap tetapi berbayar.
Kapan analisis data kualitatif dimulai?
Sejak pengumpulan data, bukan setelah semua data terkumpul. Menganalisis wawancara pertama membantu menentukan apa yang perlu ditanyakan atau diamati berikutnya, sampai data dianggap jenuh.
Apa beda kode, kategori, dan tema?
Kode adalah label singkat untuk satu potongan data. Kategori mengelompokkan kode yang mirip. Tema adalah pola makna yang lebih luas dan menjawab rumusan masalah.