Metodologi

Uji Validitas

Jawaban singkat

Uji validitas butir mengukur apakah setiap butir kuesioner sejalan dengan butir lainnya. Caranya: korelasikan skor tiap butir dengan skor total, lalu bandingkan r hitung dengan r tabel (df = n − 2). Butir valid bila r hitung positif dan lebih besar dari r tabel. Untuk 30 responden pada taraf 5%, r tabel = 0,361.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim MetodologiAngka dicocokkan dengan R
Daftar isi
  1. Apa itu uji validitas butir?
  2. Cara menghitung
  3. Butir-total atau butir-total terkoreksi?
  4. Butir dengan korelasi negatif
  5. Langkah di SPSS
  6. Menuliskannya di skripsi
  7. Kesalahan umum
  8. Pertanyaan umum
Alat · Uji validitasData diolah di browsermu, tidak dikirim ke server

Blok sel di spreadsheet (baris = responden, kolom = butir, boleh dengan baris judul), salin, lalu tempel di sini. Kolom nomor urut, nama responden, dan skor total dikenali otomatis.

Taraf signifikansi
Korelasi untuk uji validitas

Pearson butir-total paling umum di skripsi. Versi terkoreksi tidak menghitung butir itu di skor total, sehingga lebih ketat.

Batas reliabilitas (Cronbach's Alpha)

Ikuti batas yang dipakai pedoman atau dosen pembimbingmu.

Reliabilitas dihitung dari

Hasil muncul di sini setelah data ditempel. Belum punya data? Tekan "Pakai data contoh".

Apa itu uji validitas butir?

Validitas menunjukkan sejauh mana instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk kuesioner skripsi, yang paling sering diuji adalah validitas butir: apakah setiap butir bergerak searah dengan butir-butir lain yang mengukur variabel yang sama. Butir yang tidak sejalan kemungkinan ditafsirkan berbeda oleh responden, terlalu mudah atau terlalu sulit, atau sebenarnya mengukur hal lain.

Selain validitas butir, ada validitas isi yang dinilai ahli (dosen atau praktisi) sebelum uji coba, dan validitas konstruk yang biasanya diuji dengan analisis faktor. Halaman ini membahas validitas butir.

Cara menghitung

  1. Hitung skor total setiap responden, yaitu jumlah skor semua butir dalam satu variabel.
  2. Korelasikan skor setiap butir dengan skor total memakai korelasi Pearson. Hasilnya adalah r hitung.
  3. Cari r tabel dengan df = n − 2 pada taraf signifikansi yang dipilih, biasanya 5% dua sisi. Lihat tabel r.
  4. Putuskan: butir valid bila r hitung positif dan lebih besar dari r tabel.
r=n∑XY−∑X∑Y(n∑X2−(∑X)2)(n∑Y2−(∑Y)2)r = \frac{n\sum XY - \sum X \sum Y}{\sqrt{\left(n\sum X^2 - (\sum X)^2\right)\left(n\sum Y^2 - (\sum Y)^2\right)}}

dengan XX skor butir dan YY skor total. Uji validitas dihitung per variabel: skor total hanya menjumlahkan butir dari variabel yang sama.

Butir-total atau butir-total terkoreksi?

Korelasi butir-total biasa memasukkan butir itu sendiri ke dalam skor total, sehingga r hitungnya sedikit "terbantu". Korelasi butir-total terkoreksi (corrected item-total correlation) mengeluarkan butir itu dari total, sehingga hasilnya lebih ketat. Di SPSS, angka ini muncul di kolom Corrected Item-Total Correlation pada menu Reliability Analysis.

Data contoh di alat memperlihatkan perbedaannya. Butir P4 punya r butir-total 0,443, di atas r tabel 0,361 untuk 30 responden, sehingga dinyatakan valid. Dengan korelasi terkoreksi, nilainya hanya 0,274, sehingga tidak valid. Keduanya dipakai dalam praktik; tuliskan yang kamu pakai di Bab 3, dan ikuti kebiasaan di prodimu.

Butir dengan korelasi negatif

Korelasi negatif hampir selalu berarti butir itu pernyataan negatif (unfavorable) yang skornya belum dibalik. Contohnya, "Saya mudah menyerah bila tugasnya sulit" pada variabel motivasi belajar. Balik skornya dulu (pada skala 1–5: 1 menjadi 5, 2 menjadi 4, dan seterusnya), lalu uji ulang. Di alat, pilih butir itu pada bagian "Butir negatif". Lihat juga cara membuat kuesioner.

Langkah di SPSS

  1. Buat variabel total dengan Transform → Compute Variable (jumlah semua butir).
  2. Buka Analyze → Correlate → Bivariate, masukkan semua butir dan variabel total, centang Pearson dan Two-tailed.
  3. Baca baris korelasi setiap butir dengan total, lalu bandingkan dengan r tabel.

Alternatifnya, Analyze → Scale → Reliability Analysis, lalu aktifkan Scale if item deleted di menu Statistics untuk mendapatkan korelasi butir-total terkoreksi dan alpha jika butir dihapus sekaligus.

Sajikan tabel berisi butir, r hitung, r tabel, dan keputusan, lalu tulis kalimat ringkas. Alat di atas menyediakan tabel yang bisa disalin ke Word dan kalimat hasil yang bisa disesuaikan. Setelah itu, uji reliabilitas butir-butir yang valid.

Kesalahan umum

  • Menghitung skor total dari semua butir kuesioner sekaligus, padahal harus per variabel.
  • Memakai r tabel dengan df = n, bukan n − 2.
  • Lupa membalik skor pernyataan negatif.
  • Menguji validitas pada sampel penelitian yang sama tanpa uji coba, padahal pedoman prodi memintanya.
  • Menyebut butir valid hanya karena r hitung positif, tanpa membandingkannya dengan r tabel.

Pertanyaan umum

Berapa responden untuk uji validitas?

Tidak ada jumlah baku. Banyak pedoman memakai sekitar 30 responden uji coba yang karakteristiknya mirip sampel penelitian, tetapi bukan anggota sampel itu sendiri. Semakin sedikit responden, semakin tinggi r tabel yang harus dilampaui.

Apa yang dilakukan dengan butir yang tidak valid?

Butir yang tidak valid diperbaiki lalu diuji ulang, atau dibuang bila indikatornya masih terwakili butir lain. Bila membuangnya membuat suatu indikator tidak punya butir sama sekali, butir itu sebaiknya diperbaiki.

Apakah membandingkan r hitung dengan r tabel sama dengan melihat nilai Sig.?

Ya, untuk r positif keduanya selalu memberi keputusan yang sama: r hitung lebih besar dari r tabel bila dan hanya bila nilai Sig. (dua sisi) lebih kecil dari taraf signifikansinya.

Apakah data saya dikirim ke server?

Tidak. Data yang kamu tempel diolah langsung di browser dan tidak disimpan maupun dikirim ke mana pun.