Daftar isi
Satu kolom per tes (mis. pra-siklus, siklus I, siklus II), satu baris per siswa. Kolom nama atau nomor urut dikenali otomatis.
Bila datanya skor mentah (mis. 15 dari 20 soal), isi skor maksimal 20. Nilainya diubah menjadi skala 0–100 sebelum dibandingkan dengan KKM.
Hasil muncul di sini setelah data ditempel. Belum punya data? Tekan "Pakai data contoh".
Ketuntasan belajar menunjukkan apakah siswa sudah mencapai kriteria minimal yang ditetapkan. Ada dua tingkat:
- Ketuntasan individu. Seorang siswa tuntas bila nilainya mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal), misalnya 75.
- Ketuntasan klasikal. Sebuah kelas tuntas bila persentase siswa yang tuntas mencapai batas tertentu, misalnya 85%.
Ukuran ini paling sering dipakai di penelitian tindakan kelas untuk menilai apakah sebuah siklus berhasil, dan di penelitian pendidikan lain sebagai pelengkap rata-rata dan N-Gain.
Rumus
Nilai siswa (bila datanya skor mentah):
Ketuntasan individu: tuntas bila Nilai ≥ KKM.
Ketuntasan klasikal:
Kelas tuntas secara klasikal bila ≥ batas klasikal.
Contoh: PTK dua siklus
30 siswa, KKM 75, batas klasikal 85% (rekaan)
| Pra-siklus | Siklus I | Siklus II | |
|---|---|---|---|
| Rata-rata kelas | 67,57 | 74,57 | 88,90 |
| Siswa tuntas | 8 | 15 | 26 |
| Belum tuntas | 22 | 15 | 4 |
| Ketuntasan klasikal | 26,7% | 50,0% | 86,7% |
| Batas 85% | belum | belum | tercapai |
Perhitungan siklus II: . Karena 86,7% ≥ 85%, ketuntasan klasikal tercapai pada siklus II dan penelitian bisa dihentikan, asalkan indikator lain yang ditetapkan juga tercapai.
Data ini sama dengan data contoh di kalkulator. Angkanya rekaan untuk latihan, dan hasilnya sudah dicocokkan dengan R.
Menentukan KKM dan batas klasikal
- KKM ditetapkan sekolah untuk setiap mata pelajaran. Pakai KKM yang berlaku di sekolah tempat penelitian, bukan angka yang dipilih sendiri.
- Batas klasikal bervariasi antarpedoman, yang paling sering 85% atau 75%. Tuliskan sumbernya, misalnya pedoman sekolah atau ketentuan prodi.
- Keduanya ditulis di Bab 3 sebagai indikator keberhasilan sebelum tindakan dilakukan, supaya kriterianya tidak berubah mengikuti hasil.
Menuliskan hasilnya di Bab 4
Kalkulator menyusun kalimatnya otomatis. Contoh untuk data di atas:
Dengan KKM 75, persentase siswa yang tuntas adalah 26,7% (8 dari 30 siswa) pada Pra-siklus, 50,0% (15 siswa) pada Siklus I dan 86,7% (26 siswa) pada Siklus II. Rata-rata nilai kelas berturut-turut 67,57; 74,57; dan 88,90. Persentase ketuntasan meningkat dari 26,7% menjadi 86,7%. Batas ketuntasan klasikal 85% tercapai pada Siklus II.
Sertakan juga tabel ringkas per siklus, dan bila perlu diagram batang persentase ketuntasan.
Ketuntasan, rata-rata, dan N-Gain
| Ukuran | Menjawab pertanyaan | Kelemahan bila dipakai sendirian |
|---|---|---|
| Ketuntasan klasikal | Berapa persen siswa sudah mencapai KKM? | Tidak membedakan siswa yang nilainya 76 dan 98 |
| Rata-rata kelas | Seberapa tinggi capaian kelas secara umum? | Bisa naik karena beberapa siswa saja |
| N-Gain | Seberapa besar peningkatan dibanding peluang naiknya? | Butuh pretest dan posttest |
Ketiganya saling melengkapi. Pada penelitian eksperimen dengan kelompok kontrol, perbedaan antarkelas tetap perlu diuji dengan independent sample t test.
Kesalahan umum
- Menghitung persentase dari siswa yang hadir saja tanpa menjelaskannya. Bila ada siswa yang tidak ikut tes, sebutkan jumlahnya dan dasar perhitunganmu.
- Membandingkan skor mentah dengan KKM tanpa mengubahnya ke skala 0–100.
- Mengubah batas klasikal di tengah penelitian supaya siklus terakhir terlihat berhasil.
- Menyebut siswa dengan nilai sama dengan KKM sebagai belum tuntas.
Pertanyaan umum
Berapa batas ketuntasan klasikal yang benar, 75% atau 85%?
Keduanya dipakai di berbagai pedoman dan penelitian; tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua sekolah. Ambil batas dari pedoman sekolah, kurikulum yang berlaku, atau ketentuan prodi, lalu tuliskan sumbernya di Bab 3 sebagai indikator keberhasilan.
Siswa dengan nilai tepat sama dengan KKM termasuk tuntas?
Ya. Tuntas berarti nilai lebih dari atau sama dengan KKM. Siswa dengan nilai 75 pada KKM 75 dihitung tuntas.
Datanya berupa skor benar dari 20 soal, bukan nilai 0–100. Bagaimana?
Ubah dulu menjadi nilai: skor dibagi skor maksimal lalu dikali 100. Skor 15 dari 20 soal menjadi nilai 75. Kalkulator di atas melakukannya otomatis bila kamu mengisi skor maksimal 20.
Apakah ketuntasan klasikal cukup untuk membuktikan tindakan berhasil?
Pada PTK, ketuntasan klasikal biasanya menjadi salah satu indikator keberhasilan, berdampingan dengan rata-rata kelas dan hasil observasi proses. Tuliskan semua indikator itu di Bab 3 sebelum tindakan dimulai.