Daftar isi
Penelitian eksperimen adalah satu-satunya desain kuantitatif yang dirancang untuk menguji sebab-akibat. Peneliti tidak hanya mengamati, tetapi memberi perlakuan (misalnya metode pembelajaran baru), lalu membandingkan hasilnya dengan kondisi tanpa perlakuan.
Ciri penelitian eksperimen
- Ada perlakuan yang dikendalikan peneliti (variabel bebas).
- Ada pengukuran hasil (variabel terikat), biasanya sebelum dan sesudah perlakuan.
- Ada pembanding: kelompok kontrol, atau pengukuran sebelum perlakuan.
- Faktor lain yang bisa memengaruhi hasil dikendalikan sebisa mungkin.
Notasi desain
Notasi yang dipopulerkan Donald Campbell dan Julian Stanley (1963) memudahkan menuliskan desain dalam satu baris:
- X: perlakuan
- O: pengamatan atau pengukuran (pretest, posttest)
- R: subjek dibagi ke kelompok secara acak
Campbell dan Stanley mengelompokkan desain menjadi tiga: pre-eksperimen, eksperimen murni, dan quasi eksperimen.
Desain yang paling sering dipakai
| Desain | Notasi | Jenis | Kekuatan kesimpulan |
|---|---|---|---|
| One-shot case study | X O | Pre-eksperimen | Sangat lemah |
| One group pretest-posttest | O₁ X O₂ | Pre-eksperimen | Lemah |
| Nonequivalent control group | O₁ X O₂ O₃ O₄ | Quasi eksperimen | Sedang |
| Pretest-posttest control group | R O₁ X O₂ R O₃ O₄ | Eksperimen murni | Kuat |
| Posttest-only control group | R X O₁ R O₂ | Eksperimen murni | Kuat |
Ancaman terhadap validitas
Validitas internal berarti perubahan hasil memang disebabkan perlakuan, bukan hal lain. Ancaman yang sering muncul:
- Sejarah: kejadian lain selama penelitian, misalnya les tambahan menjelang ujian.
- Kematangan: subjek berkembang dengan sendirinya seiring waktu.
- Efek pretest: subjek lebih siap mengerjakan posttest karena sudah mengenal soal pretest.
- Perbedaan awal kelompok: kelas eksperimen memang sudah lebih pintar sejak awal.
- Subjek keluar (attrition) dari salah satu kelompok.
Kelompok kontrol, pengacakan, dan pretest adalah cara mengendalikan ancaman-ancaman ini.
Analisis data
| Desain | Analisis yang umum |
|---|---|
| One group pretest-posttest | Uji t berpasangan (atau Wilcoxon), ditambah N-Gain |
| Dua kelompok, pretest setara | Uji t sampel independen pada posttest |
| Dua kelompok, pretest berbeda | Uji t pada skor gain, atau ANCOVA dengan pretest sebagai kovariat |
| Tiga kelompok atau lebih | ANOVA |
Sebelum uji t, periksa normalitas dan homogenitas data. Untuk menentukan jumlah subjek per kelompok, lihat rumus Federer.
Etika
Perlakuan tidak boleh merugikan subjek. Pada penelitian pendidikan, kelas kontrol tetap mendapat pembelajaran yang layak, dan bila perlakuannya terbukti efektif, kelas kontrol sebaiknya diberi kesempatan mendapatkannya setelah penelitian selesai.
Lihat juga penelitian tindakan kelas bila tujuanmu memperbaiki pembelajaran di kelas sendiri, bukan menguji sebab-akibat.
Pertanyaan umum
Apa beda eksperimen dan quasi eksperimen?
Pada eksperimen murni (true experiment), subjek dibagi ke kelompok secara acak, sehingga kelompok setara sejak awal. Pada quasi eksperimen, kelompok sudah terbentuk (misalnya kelas A dan kelas B) dan tidak bisa diacak, sehingga perbedaan awal perlu dikendalikan, misalnya dengan pretest.
One group pretest-posttest boleh dipakai?
Boleh, tetapi kesimpulannya lemah karena tidak ada kelompok pembanding. Kenaikan nilai bisa disebabkan hal lain, seperti pengalaman mengerjakan pretest atau pembelajaran di luar perlakuan. Tulis keterbatasan ini di Bab 5.
Analisis apa yang dipakai?
Untuk satu kelompok pretest-posttest: uji t berpasangan (atau Wilcoxon). Untuk dua kelompok: uji t sampel independen pada posttest atau pada skor gain, atau ANCOVA dengan pretest sebagai kovariat. Untuk pendidikan, N-Gain sering ditambahkan untuk menggambarkan besarnya peningkatan.