Daftar isi
Penelitian terdahulu adalah hasil penelitian sebelumnya yang membahas variabel, fokus, metode, atau konteks yang mirip dengan penelitianmu. Bagian ini, biasanya di Bab 2, punya tiga fungsi:
- Menunjukkan bahwa kamu tahu apa yang sudah diteliti.
- Menjelaskan persamaan dan perbedaan penelitianmu dengan penelitian sebelumnya.
- Menemukan celah penelitian (research gap) yang membuat penelitianmu perlu dilakukan.
Mencari penelitian terdahulu
- Tentukan kata kunci dari variabel atau fokusmu, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Contoh: promosi media sosial, social media marketing, minat beli, purchase intention.
- Cari di basis data jurnal: Google Scholar, Garuda (garuda.kemdikbud.go.id), portal SINTA untuk melihat peringkat jurnal di Indonesia, serta DOAJ untuk jurnal akses terbuka.
- Saring: utamakan artikel jurnal yang relevan, terbit beberapa tahun terakhir, dan jelas metodenya.
- Baca abstrak, metode, dan hasil dulu. Simpan hanya yang benar-benar relevan.
- Catat ke dalam tabel sejak awal, supaya tidak perlu membaca ulang saat menulis.
Tabel penelitian terdahulu
Format yang paling sering dipakai:
| No | Peneliti (tahun) dan judul | Metode | Hasil | Persamaan | Perbedaan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama (tahun)], [judul] | [desain, sampel, analisis] | [temuan utama] | [variabel atau metode yang sama] | [subjek, tempat, variabel, atau metode yang berbeda] |
Kolom persamaan dan perbedaan adalah bagian terpenting. Perbedaan bisa berupa:
- variabel yang ditambah atau dikurangi,
- subjek atau tempat yang berbeda,
- waktu penelitian,
- metode atau teknik analisis yang berbeda.
Menemukan celah penelitian
Celah penelitian muncul bila:
- Hasil penelitian berbeda-beda. Misalnya sebagian menemukan pengaruh signifikan, sebagian tidak. Ini alasan kuat untuk meneliti ulang di konteks lain.
- Konteksnya belum diteliti. Variabelnya sudah sering diteliti, tetapi belum pada subjek atau tempatmu.
- Variabel atau hubungan belum diuji. Misalnya belum ada yang menguji variabel moderasi atau mediasi tertentu.
- Metodenya terbatas. Misalnya semua penelitian memakai survei, belum ada yang memakai pendekatan kualitatif untuk memahami alasannya.
Dari tabel ke paragraf sintesis
Tabel saja tidak cukup. Penguji ingin melihat kamu menyintesis, yaitu mengelompokkan dan membandingkan temuan, bukan meringkas satu per satu.
Ringkasan vs sintesis
Ringkasan (kurang kuat): Peneliti A meneliti promosi dan minat beli dan hasilnya signifikan. Peneliti B meneliti promosi dan minat beli dan hasilnya tidak signifikan.
Sintesis (lebih kuat): Temuan tentang pengaruh promosi terhadap minat beli belum konsisten. Penelitian pada konsumen [konteks A] menemukan pengaruh yang signifikan, sedangkan pada [konteks B] pengaruhnya tidak signifikan. Perbedaan ini diduga berkaitan dengan [faktor], sehingga penelitian ini menguji kembali hubungan tersebut pada [konteksmu].
Bagian dalam kurung siku diisi dengan temuan nyata dari artikel yang kamu baca. Paragraf sintesis seperti ini juga bisa dipakai di latar belakang masalah dan menjadi dasar kerangka berpikir dan hipotesis.
Kesalahan umum
- Penelitian terdahulu tidak relevan dengan variabel atau fokus.
- Hanya meringkas tanpa menyebutkan persamaan, perbedaan, dan celah.
- Tahun di tabel berbeda dengan tahun di daftar pustaka.
- Mengutip hasil yang tidak sesuai dengan isi artikel aslinya.
- Penelitian terdahulu tidak dipakai lagi di pembahasan Bab 4. Padahal hasilmu perlu dibandingkan dengan temuan mereka.
Pertanyaan umum
Berapa jumlah penelitian terdahulu yang dibutuhkan?
Tidak ada jumlah baku; banyak prodi meminta sekitar 5 sampai 10 penelitian yang paling relevan. Kualitas dan relevansi lebih penting daripada jumlah. Ikuti pedoman prodimu.
Seberapa baru penelitian terdahulu yang dipakai?
Utamakan terbitan beberapa tahun terakhir. Banyak prodi meminta 5 sampai 10 tahun terakhir. Penelitian lama tetap boleh bila menjadi rujukan utama di bidangnya.
Bolehkah memakai skripsi orang lain sebagai penelitian terdahulu?
Boleh bila diizinkan prodi, tetapi artikel jurnal yang sudah melalui penelaahan sejawat (peer review) lebih kuat. Banyak dosen meminta sebagian besar rujukan berasal dari jurnal.