Daftar isi
Penelitian ex post facto (dari bahasa Latin, "dari sesudah kejadian") meneliti pengaruh suatu faktor yang sudah terjadi dan tidak bisa atau tidak etis dimanipulasi oleh peneliti. Fred Kerlinger (1986) menggambarkannya sebagai penelitian empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung, karena variabel itu sudah muncul atau pada dasarnya memang tidak bisa diubah.
Desain ini sering juga disebut kausal-komparatif. Posisinya di antara desain lain dibahas di metode penelitian.
Ciri utama
- Variabel bebas sudah terjadi sebelum penelitian: jenis sekolah asal, pengalaman kerja, pola asuh, status gizi masa kecil, keikutsertaan dalam program.
- Peneliti membandingkan kelompok yang sudah ada, bukan membentuknya.
- Tidak ada penempatan acak (random assignment).
- Tujuannya menelusuri kemungkinan sebab dari perbedaan yang diamati.
Ex post facto, eksperimen, dan korelasional
| Eksperimen | Ex post facto | Korelasional | |
|---|---|---|---|
| Manipulasi variabel bebas | ya | tidak, sudah terjadi | tidak |
| Pembentukan kelompok | oleh peneliti, idealnya acak | sudah ada | tidak membandingkan kelompok |
| Variabel bebas yang khas | perlakuan | kategori (punya/tidak) | kontinu |
| Kekuatan kesimpulan kausal | paling kuat | sedang sampai lemah | lemah |
Contoh judul
- Perbedaan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I Berdasarkan Riwayat Mengikuti PAUD.
- Pengaruh Pengalaman Mengikuti Organisasi terhadap Kemampuan Komunikasi Mahasiswa.
- Perbedaan Prestasi Belajar Siswa yang Tinggal di Asrama dan yang Tinggal Bersama Orang Tua.
Pada ketiga judul itu, peneliti tidak mungkin menyuruh anak ikut atau tidak ikut PAUD; faktornya sudah terjadi.
Langkah
- Rumuskan masalah dan variabel bebas yang sudah terjadi, serta variabel terikat yang diukur sekarang.
- Tetapkan kelompok pembanding dengan kriteria yang jelas, misalnya "pernah mengikuti PAUD minimal satu tahun" dan "tidak pernah".
- Samakan kelompok sebisa mungkin pada variabel lain yang berpengaruh (misalnya usia, jenis kelamin, pendidikan orang tua), dengan pencocokan (matching) atau dengan memasukkannya sebagai kovariat dalam analisis.
- Ukur variabel terikat dengan instrumen yang valid dan reliabel.
- Analisis perbedaan atau pengaruhnya, lalu bahas penjelasan lain yang mungkin.
Teknik analisis data
| Rancangan | Analisis |
|---|---|
| Dua kelompok | Independent sample t test atau Mann-Whitney |
| Tiga kelompok atau lebih | ANOVA atau Kruskal-Wallis |
| Dua faktor yang sudah terjadi | ANOVA dua jalur |
| Mengendalikan variabel lain | ANCOVA atau regresi linear berganda dengan variabel dummy |
| Variabel terikat kategori | Uji chi square atau regresi logistik |
Laporkan juga effect size, karena pembaca perlu tahu seberapa besar perbedaannya, bukan hanya signifikan atau tidak.
Ancaman terhadap kesimpulan
- Seleksi diri. Siswa yang ikut PAUD mungkin berasal dari keluarga yang lebih peduli pendidikan; perbedaan kemampuan membacanya bisa disebabkan keluarga, bukan PAUD.
- Sebab terbalik. Mahasiswa yang sejak awal pandai berkomunikasi mungkin lebih tertarik ikut organisasi.
- Variabel ketiga yang memengaruhi kedua variabel sekaligus.
Tuliskan ancaman ini di keterbatasan penelitian, dan kendalikan yang bisa diukur (misalnya pendidikan orang tua) dalam analisis.
Menuliskannya di Bab 3
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, karena variabel [riwayat mengikuti PAUD] telah terjadi sebelum penelitian dan tidak dapat dimanipulasi. Subjek dikelompokkan menjadi [siswa yang pernah mengikuti PAUD minimal satu tahun] dan [siswa yang tidak pernah mengikuti PAUD]. Untuk mengurangi pengaruh variabel lain, [pendidikan orang tua] dimasukkan sebagai kovariat.
Kesalahan umum
- Menyebut desain ini eksperimen karena ada kelompok "eksperimen" dan "kontrol".
- Menulis kesimpulan sebab-akibat yang mutlak, misalnya "PAUD terbukti meningkatkan kemampuan membaca".
- Kriteria kelompok kabur, misalnya "pernah ikut organisasi" tanpa batas lama atau keaktifan.
- Tidak membahas variabel lain yang mungkin menjelaskan perbedaan.
Pertanyaan umum
Apa beda ex post facto dan eksperimen?
Pada eksperimen, peneliti memberikan perlakuan dan idealnya menempatkan subjek secara acak. Pada ex post facto, 'perlakuan' sudah terjadi sebelum penelitian (misalnya siswa yang pernah ikut bimbel dan yang tidak), sehingga peneliti hanya bisa membandingkan kelompok yang sudah terbentuk.
Apa beda ex post facto dan penelitian korelasional?
Keduanya tidak memanipulasi variabel. Ex post facto biasanya membandingkan kelompok berdasarkan variabel kategori (punya atau tidak punya pengalaman tertentu) dan bertujuan menelusuri sebab. Penelitian korelasional mengukur hubungan antarvariabel kontinu tanpa harus menentukan mana sebab dan mana akibat.
Bolehkah memakai kata 'pengaruh' di judul ex post facto?
Banyak pedoman membolehkannya, karena tujuan desain ini memang menelusuri pengaruh. Namun di pembahasan, jelaskan bahwa kesimpulan sebab-akibatnya terbatas dan sebutkan penjelasan lain yang mungkin.