Daftar isi
Kisi-kisi instrumen adalah tabel rancangan yang menjabarkan variabel menjadi dimensi, indikator, dan nomor butir pertanyaan atau soal. Fungsinya memastikan setiap bagian variabel terwakili secara seimbang, menjadi pegangan saat menulis butir, dan menjadi bahan penilaian ahli saat validasi isi.
Alur menyusun kisi-kisi
- Mulai dari teori tentang variabel, lalu tuliskan definisi operasional variabel.
- Pecah variabel menjadi dimensi (aspek besar), lalu setiap dimensi menjadi indikator yang bisa diamati atau ditanyakan.
- Tentukan jumlah butir setiap indikator, sebanding dengan pentingnya indikator itu.
- Beri nomor butir, dan untuk angket tandai butir positif dan negatif.
- Tulis butir berdasarkan kisi-kisi, lalu minta penilaian ahli (bisa dihitung dengan Aiken's V).
- Uji coba instrumen, lalu lakukan uji validitas dan reliabilitas. Perbarui kisi-kisi bila ada butir yang gugur.
Kisi-kisi angket
Contoh: variabel kepuasan belajar daring (ilustrasi)
| Dimensi | Indikator | Butir positif | Butir negatif | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Materi | Kejelasan materi | 1, 2 | 3 | 3 |
| Materi | Kesesuaian dengan tujuan | 4 | 5 | 2 |
| Interaksi | Respons dosen | 6, 7 | 8 | 3 |
| Interaksi | Diskusi antarmahasiswa | 9 | 10 | 2 |
| Teknologi | Kemudahan platform | 11, 12 | 13 | 3 |
| Jumlah | 8 | 5 | 13 |
Butir negatif (unfavorable) membantu mendeteksi responden yang menjawab asal sama. Saat diolah, skornya harus dibalik; alat uji validitas menyediakan pilihan untuk itu. Cara menulis butir dan skalanya ada di cara membuat kuesioner.
Kisi-kisi tes
Untuk tes hasil belajar, kisi-kisi biasanya memuat kompetensi atau indikator soal, level kognitif, bentuk soal, dan nomor soal. Level kognitif sering memakai taksonomi Bloom yang direvisi Lorin Anderson dan David Krathwohl (2001): mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6).
Contoh: tes pecahan kelas V (ilustrasi)
| Indikator soal | C1 | C2 | C3 | C4 | Jumlah |
|---|---|---|---|---|---|
| Menyebutkan pecahan senilai | 1, 2 | 2 | |||
| Membandingkan dua pecahan | 3, 4 | 2 | |||
| Menjumlahkan pecahan berpenyebut beda | 5, 6, 7 | 3 | |||
| Menyelesaikan soal cerita pecahan | 8 | 9, 10 | 3 | ||
| Jumlah | 2 | 2 | 4 | 2 | 10 |
Setelah diuji coba, kualitas setiap soal bisa diperiksa dengan analisis butir soal: tingkat kesukaran, daya pembeda, dan pengecohnya.
Kisi-kisi observasi dan wawancara
Untuk lembar observasi, kisi-kisi memuat aspek yang diamati, indikator perilaku, dan nomor pernyataan. Untuk wawancara, kisi-kisi memuat fokus atau aspek, indikator, informan yang ditanya, dan nomor pertanyaan. Contoh pertanyaannya ada di pedoman wawancara.
Kesalahan umum
- Indikator tidak berasal dari teori, sehingga sulit dipertahankan saat sidang.
- Jumlah butir sangat timpang antarindikator tanpa alasan.
- Satu butir mengukur dua indikator sekaligus.
- Kisi-kisi tidak diperbarui setelah butir yang gugur dibuang, sehingga terlihat masih lengkap padahal ada indikator yang kosong.
- Semua soal tes berada di level C1 dan C2, padahal tujuannya mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Gambaran besar jenis instrumen dan cara mengujinya ada di instrumen penelitian.
Pertanyaan umum
Apakah kisi-kisi wajib dicantumkan di skripsi?
Hampir semua pedoman skripsi kuantitatif memintanya, biasanya di Bab 3 atau di lampiran. Kisi-kisi menunjukkan bahwa instrumen disusun dari teori secara sistematis, bukan dari pertanyaan yang dikarang begitu saja.
Berapa butir untuk setiap indikator?
Tidak ada aturan baku. Banyak peneliti menyiapkan minimal dua atau tiga butir per indikator, supaya bila ada butir yang gugur saat uji validitas, indikator itu masih terwakili.
Apa beda kisi-kisi dan definisi operasional variabel?
Definisi operasional menjelaskan bagaimana variabel diukur (indikator, alat ukur, skala). Kisi-kisi menjabarkan lebih lanjut menjadi rancangan butir: nomor butir untuk setiap indikator, arah pernyataan, atau level kognitif soal.