Daftar isi
Setiap skripsi punya tinjauan pustaka di Bab 2. Studi literatur sebagai metode penelitian berbeda: seluruh penelitiannya dilakukan dengan mengumpulkan, menilai, dan menyintesis tulisan yang sudah terbit. Data penelitiannya adalah isi artikel dan buku, bukan jawaban responden.
Tinjauan pustaka Bab 2 vs studi literatur sebagai metode
| Tinjauan pustaka (Bab 2) | Studi literatur (metode) | |
|---|---|---|
| Fungsi | Landasan teori dan kerangka berpikir | Menjawab rumusan masalah |
| Data penelitian | Dikumpulkan di lapangan | Tulisan yang sudah terbit |
| Pemilihan sumber | Relevan dengan variabel | Kriteria yang ditulis jelas dan bisa diulang |
| Hasil | Hipotesis atau fokus penelitian | Sintesis temuan dan celah penelitian |
Jenis tinjauan literatur
| Jenis | Ciri | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| Naratif | Mengulas dan merangkum sumber yang dipilih peneliti | Mengenalkan topik, mengembangkan konsep |
| Sistematis (SLR) | Pencarian, penyaringan, dan penilaian mengikuti protokol yang terdokumentasi | Menjawab pertanyaan spesifik secara menyeluruh |
| Scoping review | Memetakan luas dan jenis penelitian di suatu topik | Topik baru atau sangat beragam |
| Meta-analisis | Menggabungkan angka hasil (ukuran efek) dari banyak penelitian | Banyak penelitian kuantitatif dengan ukuran yang sebanding |
| Bibliometrik | Menganalisis metadata publikasi: tahun, penulis, kata kunci | Memetakan tren dan jaringan penelitian |
Langkah studi literatur
- Rumuskan pertanyaan yang spesifik. Contoh: "Bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar di Indonesia dan apa kendalanya?"
- Tentukan kata kunci dan sinonimnya, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
- Pilih basis data: misalnya Google Scholar, Garuda (Kemdikbud), DOAJ, dan portal jurnal kampus.
- Tetapkan kriteria sumber: rentang tahun, bahasa, jenis publikasi (artikel jurnal, prosiding), dan kesesuaian topik.
- Cari, saring, dan catat setiap sumber yang lolos, beserta alasan sumber yang dikeluarkan.
- Ekstraksi: catat informasi penting setiap sumber ke dalam matriks.
- Sintesis: kelompokkan temuan menjadi tema, bandingkan, dan temukan celah.
- Tulis hasil dan pembahasannya per tema, bukan per artikel.
Matriks sintesis
Matriks sintesis adalah tabel kerja yang membuat perbandingan antarsumber terlihat. Contoh kolomnya:
| Penulis (tahun) | Tujuan | Metode dan subjek | Temuan utama | Catatan untuk tema |
|---|---|---|---|---|
| [Penulis A] ([tahun]) | … | Kualitatif, 3 SD | … | Kendala waktu guru |
| [Penulis B] ([tahun]) | … | Survei, 120 guru | … | Kendala waktu guru; pelatihan |
Isi tabel ini dengan sumber yang benar-benar kamu baca. Dari kolom terakhir, tema-tema akan muncul dengan sendirinya, misalnya "kesiapan guru", "sarana", dan "asesmen".
Sintesis, bukan rangkuman berderet
Kesalahan paling umum dalam studi literatur adalah menulis satu paragraf untuk satu artikel: "Penelitian A menemukan..., penelitian B menemukan...". Itu rangkuman, belum sintesis.
Sintesis disusun per tema:
Rangkuman vs sintesis
Rangkuman: "Penulis A menemukan guru kekurangan waktu. Penulis B menemukan guru belum mendapat pelatihan."
Sintesis: "Kendala yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan kesiapan guru, baik dari sisi waktu persiapan maupun pelatihan. Kendala waktu muncul pada penelitian kualitatif dan survei, sehingga temuannya konsisten di berbagai metode."
Menuliskan Bab 3 studi literatur
Bab 3 studi literatur biasanya memuat: jenis penelitian, sumber data (basis data dan jenis publikasi), strategi pencarian (kata kunci), kriteria pemilihan, teknik pengumpulan data (dokumentasi), dan teknik analisis (analisis isi atau sintesis tematik). Lihat juga contoh Bab 3 metode penelitian.
Bila pembimbing meminta prosedur yang lebih ketat dan bisa diulang orang lain, gunakan systematic literature review dengan diagram PRISMA.
Pertanyaan umum
Apakah studi literatur boleh untuk skripsi?
Bergantung pada kampus dan prodi. Sebagian menerima, terutama sejak masa pandemi, sebagian hanya menerima systematic literature review, dan sebagian tidak menerima sama sekali. Pastikan dulu ke pedoman prodi atau pembimbing.
Berapa jumlah sumber minimal?
Tidak ada angka baku. Yang lebih penting adalah alasan pemilihan sumber yang jelas dan cakupan yang memadai untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sebutkan rentang tahun, jenis sumber, dan kriterianya.
Apakah boleh memakai sumber dari blog atau situs umum?
Sebaiknya tidak sebagai sumber utama. Prioritaskan artikel jurnal bertelaah sejawat, buku akademik, dan laporan resmi dari lembaga yang kredibel.