Metodologi

Studi Literatur

Jawaban singkat

Studi literatur adalah penelitian yang datanya berasal dari tulisan yang sudah terbit, seperti artikel jurnal, buku, dan laporan. Langkahnya: merumuskan pertanyaan, menentukan kata kunci dan basis data, memilih sumber dengan kriteria yang jelas, mencatat temuan dalam matriks, lalu menyintesis persamaan, perbedaan, dan celah penelitian. Bila prosedurnya ketat dan terdokumentasi, studi literatur menjadi systematic literature review.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Tinjauan pustaka Bab 2 vs studi literatur sebagai metode
  2. Jenis tinjauan literatur
  3. Langkah studi literatur
  4. Matriks sintesis
  5. Sintesis, bukan rangkuman berderet
  6. Menuliskan Bab 3 studi literatur
  7. Pertanyaan umum

Setiap skripsi punya tinjauan pustaka di Bab 2. Studi literatur sebagai metode penelitian berbeda: seluruh penelitiannya dilakukan dengan mengumpulkan, menilai, dan menyintesis tulisan yang sudah terbit. Data penelitiannya adalah isi artikel dan buku, bukan jawaban responden.

Tinjauan pustaka Bab 2 vs studi literatur sebagai metode

Tinjauan pustaka (Bab 2)Studi literatur (metode)
FungsiLandasan teori dan kerangka berpikirMenjawab rumusan masalah
Data penelitianDikumpulkan di lapanganTulisan yang sudah terbit
Pemilihan sumberRelevan dengan variabelKriteria yang ditulis jelas dan bisa diulang
HasilHipotesis atau fokus penelitianSintesis temuan dan celah penelitian

Jenis tinjauan literatur

JenisCiriKapan dipakai
NaratifMengulas dan merangkum sumber yang dipilih penelitiMengenalkan topik, mengembangkan konsep
Sistematis (SLR)Pencarian, penyaringan, dan penilaian mengikuti protokol yang terdokumentasiMenjawab pertanyaan spesifik secara menyeluruh
Scoping reviewMemetakan luas dan jenis penelitian di suatu topikTopik baru atau sangat beragam
Meta-analisisMenggabungkan angka hasil (ukuran efek) dari banyak penelitianBanyak penelitian kuantitatif dengan ukuran yang sebanding
BibliometrikMenganalisis metadata publikasi: tahun, penulis, kata kunciMemetakan tren dan jaringan penelitian

Langkah studi literatur

  1. Rumuskan pertanyaan yang spesifik. Contoh: "Bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar di Indonesia dan apa kendalanya?"
  2. Tentukan kata kunci dan sinonimnya, dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
  3. Pilih basis data: misalnya Google Scholar, Garuda (Kemdikbud), DOAJ, dan portal jurnal kampus.
  4. Tetapkan kriteria sumber: rentang tahun, bahasa, jenis publikasi (artikel jurnal, prosiding), dan kesesuaian topik.
  5. Cari, saring, dan catat setiap sumber yang lolos, beserta alasan sumber yang dikeluarkan.
  6. Ekstraksi: catat informasi penting setiap sumber ke dalam matriks.
  7. Sintesis: kelompokkan temuan menjadi tema, bandingkan, dan temukan celah.
  8. Tulis hasil dan pembahasannya per tema, bukan per artikel.

Matriks sintesis

Matriks sintesis adalah tabel kerja yang membuat perbandingan antarsumber terlihat. Contoh kolomnya:

Penulis (tahun)TujuanMetode dan subjekTemuan utamaCatatan untuk tema
[Penulis A] ([tahun])…Kualitatif, 3 SD…Kendala waktu guru
[Penulis B] ([tahun])…Survei, 120 guru…Kendala waktu guru; pelatihan

Isi tabel ini dengan sumber yang benar-benar kamu baca. Dari kolom terakhir, tema-tema akan muncul dengan sendirinya, misalnya "kesiapan guru", "sarana", dan "asesmen".

Sintesis, bukan rangkuman berderet

Kesalahan paling umum dalam studi literatur adalah menulis satu paragraf untuk satu artikel: "Penelitian A menemukan..., penelitian B menemukan...". Itu rangkuman, belum sintesis.

Sintesis disusun per tema:

Rangkuman vs sintesis

Rangkuman: "Penulis A menemukan guru kekurangan waktu. Penulis B menemukan guru belum mendapat pelatihan."

Sintesis: "Kendala yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan kesiapan guru, baik dari sisi waktu persiapan maupun pelatihan. Kendala waktu muncul pada penelitian kualitatif dan survei, sehingga temuannya konsisten di berbagai metode."

Bab 3 studi literatur biasanya memuat: jenis penelitian, sumber data (basis data dan jenis publikasi), strategi pencarian (kata kunci), kriteria pemilihan, teknik pengumpulan data (dokumentasi), dan teknik analisis (analisis isi atau sintesis tematik). Lihat juga contoh Bab 3 metode penelitian.

Bila pembimbing meminta prosedur yang lebih ketat dan bisa diulang orang lain, gunakan systematic literature review dengan diagram PRISMA.

Pertanyaan umum

Apakah studi literatur boleh untuk skripsi?

Bergantung pada kampus dan prodi. Sebagian menerima, terutama sejak masa pandemi, sebagian hanya menerima systematic literature review, dan sebagian tidak menerima sama sekali. Pastikan dulu ke pedoman prodi atau pembimbing.

Berapa jumlah sumber minimal?

Tidak ada angka baku. Yang lebih penting adalah alasan pemilihan sumber yang jelas dan cakupan yang memadai untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sebutkan rentang tahun, jenis sumber, dan kriterianya.

Apakah boleh memakai sumber dari blog atau situs umum?

Sebaiknya tidak sebagai sumber utama. Prioritaskan artikel jurnal bertelaah sejawat, buku akademik, dan laporan resmi dari lembaga yang kredibel.

Panduan terkait