Metodologi

Simple Random Sampling

Jawaban singkat

Simple random sampling adalah teknik probability sampling yang memberi setiap anggota populasi peluang yang sama untuk terpilih, misalnya dengan undian atau angka acak dari daftar lengkap populasi. Syarat utamanya adalah kerangka sampel, yaitu daftar seluruh anggota populasi. Di Excel, cara mudahnya memberi angka acak dengan RAND, mengurutkan, lalu mengambil n teratas.

Diperbarui 12 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Syarat: kerangka sampel
  2. Cara mengacak
  3. Kelebihan dan kekurangan
  4. Beda dengan accidental sampling
  5. Contoh kalimat Bab 3
  6. Pertanyaan umum

Simple random sampling (sampling acak sederhana) adalah teknik probability sampling di mana setiap anggota populasi punya peluang yang sama untuk terpilih. Pemilihannya dilakukan dengan cara acak, misalnya undian atau angka acak, bukan berdasarkan pertimbangan atau kemudahan peneliti.

Syarat: kerangka sampel

Simple random sampling membutuhkan kerangka sampel, yaitu daftar lengkap seluruh anggota populasi: daftar siswa, daftar karyawan, daftar pelanggan, atau daftar desa. Tanpa daftar ini, pengacakan tidak bisa dilakukan.

Bila populasinya terdiri atas kelompok yang berbeda (mis. kelas X, XI, XII), pertimbangkan stratified random sampling. Bila populasinya tersebar luas dan hanya ada daftar kelompok, pertimbangkan cluster sampling.

Cara mengacak

1. Undian. Tulis nomor setiap anggota populasi di kertas, gulung, lalu ambil sebanyak n tanpa pengembalian. Cocok untuk populasi kecil.

2. Excel atau Google Sheets. Cara ini paling praktis untuk ratusan atau ribuan nama:

  1. Salin daftar populasi ke kolom A (mis. A2 sampai A541).
  2. Di B2 ketik =RAND() lalu salin ke bawah sampai baris terakhir. Setiap nama mendapat angka acak antara 0 dan 1.
  3. Salin kolom B lalu tempel sebagai nilai (Paste Values), supaya angkanya tidak berubah setiap kali lembar dihitung ulang.
  4. Urutkan seluruh tabel berdasarkan kolom B.
  5. Ambil n baris teratas sebagai sampel.

Langkah 2–4 bisa digabung dalam satu rumus: =SORTBY(A2:A541, RANDARRAY(540)) di Excel 365, atau =SORT(A2:A541, RANDARRAY(540), TRUE) di Google Sheets. Salin hasilnya sebagai nilai, lalu ambil n baris teratas.

3. Angka acak dari aplikasi. Fungsi RANDBETWEEN(1, N) atau pembangkit angka acak lain bisa dipakai, tetapi angka yang sama bisa muncul dua kali. Abaikan angka yang sudah terpilih sampai jumlahnya cukup.

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan:

  • Paling sederhana di antara teknik probability sampling.
  • Tidak bias oleh pilihan peneliti, sehingga paling kuat untuk generalisasi ke populasi.
  • Perhitungan statistik inferensial dirancang untuk sampel seperti ini.

Kekurangan:

  • Butuh daftar lengkap populasi, yang sering tidak tersedia.
  • Responden terpilih bisa tersebar jauh, sehingga mahal untuk didatangi.
  • Bila kebetulan, kelompok kecil dalam populasi bisa kurang terwakili.

Beda dengan accidental sampling

Mengambil "siapa saja yang ditemui" bukan pengacakan, walaupun terasa acak. Itu disebut accidental sampling dan termasuk non-probability sampling. Perbedaan ini penting karena memengaruhi seberapa kuat hasil penelitian bisa digeneralisasi.

Contoh kalimat Bab 3

Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Dari daftar 540 siswa yang diperoleh dari bagian tata usaha, setiap siswa diberi angka acak menggunakan fungsi RAND pada Microsoft Excel, lalu diurutkan, dan 230 siswa dengan urutan teratas dijadikan sampel. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin pada taraf kesalahan 5%.

Angka di atas hanya ilustrasi. Untuk menghitung jumlah sampelnya, pakai kalkulator sampel atau baca cara menentukan jumlah sampel.

Pertanyaan umum

Apakah menyebar kuesioner online secara acak termasuk simple random sampling?

Tidak, bila tautannya disebar bebas dan siapa saja bisa mengisi. Itu termasuk accidental atau convenience sampling. Disebut simple random sampling bila orang yang diminta mengisi dipilih secara acak dari daftar populasi, lalu hanya mereka yang dihubungi.

Bagaimana kalau responden yang terpilih menolak atau tidak bisa dihubungi?

Catat berapa yang menolak. Cara yang lazim adalah mengambil pengganti dari urutan acak berikutnya, bukan memilih sendiri orang yang mudah dihubungi. Laporkan tingkat responsnya di Bab 3.

Apakah simple random sampling wajib untuk uji statistik inferensial?

Uji inferensial paling tepat dipakai pada sampel acak. Dalam praktik, banyak skripsi memakai sampel non-acak dan tetap memakai uji statistik; konsekuensinya, generalisasi ke populasi harus ditulis lebih hati-hati.

Panduan terkait