Metodologi

Mixed Methods

Jawaban singkat

Mixed methods menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian, lalu mengintegrasikan keduanya untuk menjawab pertanyaan yang tidak cukup dijawab satu pendekatan saja. Tiga desain dasarnya: konvergen (keduanya dikumpulkan bersamaan lalu dibandingkan), sekuensial eksplanatori (kuantitatif dulu, lalu kualitatif untuk menjelaskan), dan sekuensial eksploratori (kualitatif dulu, lalu kuantitatif untuk menguji atau mengukur).

Diperbarui 12 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Kapan mixed methods tepat dipakai
  2. Tiga desain dasar
  3. Notasi singkat
  4. Langkah penelitian sekuensial eksplanatori
  5. Mengintegrasikan hasil
  6. Contoh judul
  7. Kesalahan umum
  8. Pertanyaan umum

Mixed methods (metode campuran atau penelitian kombinasi) adalah desain penelitian yang mengumpulkan, menganalisis, dan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Tujuannya bukan sekadar memakai dua metode, melainkan mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap daripada bila hanya memakai salah satunya.

Kapan mixed methods tepat dipakai

  • Angka saja tidak cukup menjelaskan mengapa suatu hasil terjadi.
  • Belum ada instrumen yang cocok, sehingga perlu menggali dulu secara kualitatif sebelum mengukur.
  • Ingin membandingkan temuan dari dua sudut pandang untuk memperkuat kesimpulan.
  • Mengembangkan dan menguji program atau produk, misalnya pada penelitian R&D.

Tiga desain dasar

John Creswell dan Vicki Plano Clark (2018) merangkum tiga desain inti yang paling sering dipakai:

DesainUrutanContoh pertanyaan
KonvergenData kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan dalam waktu bersamaan, dianalisis terpisah, lalu dibandingkanApakah hasil angket kepuasan sejalan dengan cerita pengalaman pelanggan?
Sekuensial eksplanatoriKuantitatif dulu, lalu kualitatif untuk menjelaskan hasil kuantitatifMengapa motivasi berpengaruh kecil terhadap prestasi? Wawancarai siswa dengan pola skor yang mengejutkan
Sekuensial eksploratoriKualitatif dulu, lalu hasilnya dipakai untuk menyusun instrumen atau variabel yang diuji secara kuantitatifGali faktor kejenuhan belajar lewat wawancara, lalu susun angket dan uji pada sampel besar

Desain yang lebih kompleks, misalnya data kualitatif yang disisipkan dalam eksperimen, pada dasarnya dibangun dari tiga desain ini.

Notasi singkat

Dalam diagram desain, sering dipakai notasi yang diperkenalkan Janice Morse (1991):

  • QUAN atau QUAL dengan huruf besar menandai pendekatan yang lebih dominan; huruf kecil (quan, qual) menandai pendekatan pendukung.
  • Tanda + berarti bersamaan, dan panah berarti berurutan.

Contohnya, QUAN → qual berarti tahap kuantitatif sebagai inti, disusul tahap kualitatif yang lebih kecil untuk menjelaskannya.

Langkah penelitian sekuensial eksplanatori

Desain ini paling sering dipakai di skripsi karena alurnya jelas:

  1. Rumuskan masalah kuantitatif dan masalah kualitatif yang menjelaskannya.
  2. Kumpulkan dan analisis data kuantitatif, misalnya survei dengan regresi linear berganda.
  3. Tentukan hasil yang perlu dijelaskan dan pilih informan dari responden tahap pertama.
  4. Kumpulkan dan analisis data kualitatif, misalnya wawancara dengan analisis data kualitatif.
  5. Integrasikan: jelaskan bagaimana temuan kualitatif memperjelas, menguatkan, atau mengoreksi temuan kuantitatif.

Mengintegrasikan hasil

Integrasi adalah bagian yang membedakan mixed methods dari dua penelitian yang ditempel. Cara yang umum:

  • Pembahasan berdampingan: setiap temuan kuantitatif dibahas bersama kutipan atau tema kualitatif yang berkaitan.
  • Tabel gabungan (joint display): baris berisi topik, kolom berisi hasil kuantitatif, hasil kualitatif, dan kesimpulan gabungan.
  • Menghubungkan tahap: pada desain sekuensial, jelaskan bagaimana hasil tahap pertama menentukan sampel atau instrumen tahap kedua.

Bila hasil keduanya bertentangan, jangan disembunyikan. Pertentangan itu justru temuan yang perlu dibahas.

Contoh judul

Contoh

Judul: Pengaruh Beban Tugas terhadap Kejenuhan Belajar Mahasiswa dan Cara Mahasiswa Menghadapinya: Penelitian Mixed Methods Sekuensial Eksplanatori

Rumusan masalah:

  1. Seberapa besar pengaruh beban tugas terhadap kejenuhan belajar mahasiswa? (kuantitatif)
  2. Bagaimana mahasiswa dengan tingkat kejenuhan tinggi dan rendah menghadapi beban tugas? (kualitatif)
  3. Bagaimana temuan kualitatif menjelaskan hasil kuantitatif? (integrasi)

Kesalahan umum

  • Menyebut mixed methods padahal salah satu bagian hanya pelengkap kecil yang tidak dianalisis.
  • Tidak menuliskan desain yang dipakai beserta alasannya.
  • Bab hasil berisi dua laporan terpisah tanpa bagian integrasi.
  • Meremehkan waktu: dua instrumen, dua analisis, dan izin penelitian yang mungkin ganda.

Belum yakin pendekatan mana yang cocok? Coba pemilih metode penelitian, atau baca penelitian kuantitatif vs kualitatif.

Pertanyaan umum

Apakah mixed methods cocok untuk skripsi S1?

Bisa, tetapi bebannya hampir dua kali lipat: dua instrumen, dua jenis analisis, ditambah integrasi. Pastikan waktunya cukup dan dosen pembimbing menyetujui. Banyak skripsi S1 lebih aman memakai satu pendekatan dengan data pendukung.

Apakah menambah wawancara pada penelitian kuantitatif otomatis menjadi mixed methods?

Belum tentu. Disebut mixed methods bila kedua jenis data dikumpulkan dan dianalisis secara sistematis, lalu hasilnya sengaja diintegrasikan untuk menjawab rumusan masalah. Wawancara singkat yang hanya menjadi pelengkap biasanya cukup disebut data pendukung.

Bagaimana menentukan sampel pada mixed methods?

Setiap bagian mengikuti aturannya sendiri: bagian kuantitatif memakai sampel yang cukup untuk analisis statistik, bagian kualitatif memakai informan yang dipilih secara purposive. Pada desain sekuensial, informan sering dipilih dari responden tahap pertama, misalnya yang skornya paling tinggi dan paling rendah.

Panduan terkait