Metodologi

Purposive Sampling

Jawaban singkat

Purposive sampling adalah teknik memilih sampel atau informan berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini termasuk non-probability sampling, sehingga kekuatannya terletak pada kriteria yang jelas dan masuk akal, bukan pada pengacakan.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Kapan purposive sampling tepat dipakai
  2. Menyusun kriteria
  3. Contoh penulisan di Bab 3
  4. Keterbatasan
  5. Pertanyaan umum

Purposive sampling adalah teknik memilih sampel atau informan berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti sesuai tujuan penelitian. Teknik ini termasuk non-probability sampling: tidak ada pengacakan, tetapi pemilihan dilakukan dengan pertimbangan yang jelas.

Kapan purposive sampling tepat dipakai

  • Hanya orang dengan karakteristik tertentu yang bisa menjawab pertanyaan penelitian, misalnya pelanggan yang sudah membeli minimal dua kali.
  • Tidak tersedia daftar lengkap populasi untuk pengacakan.
  • Penelitian kualitatif yang membutuhkan informan yang paling memahami fenomena.

Menyusun kriteria

Kriteria ditulis dalam dua bagian:

  • Kriteria inklusi: syarat yang harus dipenuhi agar seseorang bisa menjadi sampel.
  • Kriteria eksklusi: kondisi yang membuat seseorang dikeluarkan walaupun memenuhi kriteria inklusi.

Contoh kriteria untuk penelitian kuantitatif

Penelitian tentang pengaruh promosi media sosial terhadap minat beli:

  • Inklusi: berusia minimal 17 tahun, mengikuti akun media sosial Toko X, dan pernah melihat konten promosinya dalam tiga bulan terakhir.
  • Eksklusi: karyawan atau keluarga karyawan Toko X.

Contoh kriteria informan penelitian kualitatif

Penelitian tentang strategi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi:

  • Guru kelas yang sudah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi minimal satu semester.
  • Bersedia diwawancarai dan diobservasi.
  • Ditambah kepala sekolah sebagai informan pendukung untuk triangulasi.

Contoh penulisan di Bab 3

Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria inklusi meliputi (1) … dan (2) … . Responden yang … dikeluarkan dari sampel. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Lemeshow sebanyak 97 responden.

Keterbatasan

  • Hasilnya hanya kuat untuk kelompok yang memenuhi kriteria, bukan seluruh populasi.
  • Rawan bias peneliti bila kriterianya tidak jelas atau tidak dijelaskan alasannya.
  • Untuk penelitian kuantitatif, uji statistik inferensial tetap dipakai, tetapi generalisasinya perlu ditulis dengan hati-hati.

Lihat juga teknik sampling lainnya dan cara menghitung jumlah sampel.

Pertanyaan umum

Berapa jumlah sampel purposive sampling?

Untuk penelitian kuantitatif, jumlahnya tetap bisa dihitung dengan rumus seperti Lemeshow, lalu responden dipilih sesuai kriteria. Untuk penelitian kualitatif, informan ditambah sampai data jenuh.

Apa beda purposive sampling dan accidental sampling?

Purposive memilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan lebih dulu. Accidental memilih siapa saja yang kebetulan ditemui dan bersedia, tanpa kriteria khusus selain termasuk populasi.

Apakah hasil purposive sampling bisa digeneralisasi?

Generalisasinya terbatas pada kelompok yang memenuhi kriteria. Tuliskan batasan ini di keterbatasan penelitian.