Daftar isi
Penelitian kualitatif bertujuan memahami makna, pengalaman, dan proses secara mendalam. Penelitian ini tidak mengukur seberapa banyak, tetapi menggali bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi menurut orang-orang yang mengalaminya. Datanya berupa kata-kata, misalnya transkrip wawancara, catatan observasi, dan dokumen.
Ciri-ciri penelitian kualitatif
- Latar alamiah. Data dikumpulkan di tempat peristiwanya terjadi, bukan dalam situasi buatan.
- Peneliti sebagai instrumen utama. Peneliti sendiri yang mewawancarai, mengamati, dan menafsirkan.
- Data deskriptif berupa kata-kata, gambar, atau dokumen.
- Analisis induktif. Pola dan tema dibangun dari data, bukan diuji dari hipotesis.
- Desain lentur. Pertanyaan dan fokus bisa menajam selama di lapangan.
- Mementingkan makna dari sudut pandang partisipan.
Jenis atau desain penelitian kualitatif
| Desain | Fokus | Contoh judul |
|---|---|---|
| Deskriptif kualitatif | Menggambarkan keadaan atau proses apa adanya | Implementasi Program Literasi Pagi di SMP Negeri X |
| Studi kasus | Satu kasus yang jelas batas waktu dan tempatnya | Strategi Kepala Sekolah dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di SD X |
| Fenomenologi | Makna pengalaman hidup sekelompok orang | Pengalaman Mahasiswa Rantau Menghadapi Culture Shock |
| Etnografi | Budaya dan kebiasaan suatu kelompok | Tradisi Gotong Royong Masyarakat Desa X |
| Grounded theory | Membangun teori dari data | Proses Mahasiswa Memilih Topik Skripsi |
| Naratif | Kisah hidup individu | Perjalanan Karier Guru Honorer di Daerah Terpencil |
Teknik pengumpulan data
- Wawancara mendalam, biasanya semi-terstruktur dengan pedoman wawancara.
- Observasi, baik partisipan (ikut terlibat) maupun nonpartisipan.
- Dokumentasi: arsip, foto, laporan, unggahan media sosial.
- Diskusi kelompok terarah (focus group discussion).
Informan biasanya dipilih secara purposive (memenuhi kriteria tertentu) atau snowball (direkomendasikan informan sebelumnya). Pengumpulan data dihentikan saat jenuh, yaitu ketika data baru tidak lagi menambah informasi penting.
Teknik analisis data
Model yang paling sering dipakai di skripsi Indonesia adalah model Miles dan Huberman:
- Kondensasi data (di edisi lama disebut reduksi data): memilih, memfokuskan, dan menyederhanakan data mentah.
- Penyajian data: menyusun data dalam narasi, matriks, atau bagan agar polanya terlihat.
- Penarikan dan verifikasi kesimpulan: merumuskan makna dan terus mengujinya dengan data.
Alternatif lain adalah analisis tematik: menandai data dengan kode, lalu mengelompokkan kode menjadi tema yang menjawab pertanyaan penelitian.
Keabsahan data
Penelitian kualitatif tidak memakai uji validitas statistik. Kepercayaan terhadap temuan dijaga dengan empat kriteria yang dikenal luas:
| Kriteria | Pertanyaannya | Cara menjaganya |
|---|---|---|
| Kredibilitas | Apakah temuan sesuai dengan kenyataan menurut partisipan? | Triangulasi, member check, keterlibatan cukup lama |
| Transferabilitas | Bisakah temuan diterapkan di konteks lain? | Deskripsi konteks yang rinci |
| Dependabilitas | Apakah prosesnya konsisten? | Jejak audit langkah penelitian |
| Konfirmabilitas | Apakah temuan berasal dari data, bukan bias peneliti? | Catatan reflektif, bukti data |
Pertanyaan umum
Berapa jumlah informan dalam penelitian kualitatif?
Tidak ada jumlah baku. Informan dipilih karena relevan dengan fokus penelitian, bukan agar mewakili populasi secara statistik. Pengumpulan data biasanya dihentikan saat data sudah jenuh, yaitu wawancara baru tidak lagi memunculkan informasi penting yang baru.
Apakah penelitian kualitatif memakai hipotesis?
Tidak dalam arti hipotesis yang diuji secara statistik. Penelitian kualitatif berangkat dari fokus dan pertanyaan penelitian; pemahaman dan bahkan teori bisa muncul dari data.
Apa beda deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif?
Keduanya menggambarkan suatu keadaan. Deskriptif kuantitatif menggambarkannya dengan angka, misalnya persentase dan rata-rata. Deskriptif kualitatif menggambarkannya dengan kata-kata berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumen.