Daftar isi
Grounded theory adalah pendekatan penelitian kualitatif untuk membangun teori langsung dari data, bukan menguji teori yang sudah ada. Pendekatan ini cocok untuk menjelaskan proses: bagaimana sesuatu terjadi, berkembang, atau dihadapi orang, misalnya bagaimana mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan rantau.
Asal-usul dan aliran
Grounded theory diperkenalkan Barney Glaser dan Anselm Strauss (1967). Kemudian berkembang menjadi beberapa aliran:
- Glaserian (klasik): menekankan teori yang benar-benar muncul dari data, dengan sedikit prosedur baku.
- Strauss dan Corbin (1990): prosedur yang lebih sistematis dengan tahap coding terbuka, aksial, dan selektif. Aliran ini paling sering dipakai di skripsi karena langkahnya jelas.
- Konstruktivis, Kathy Charmaz (2006): memandang teori sebagai hasil konstruksi bersama peneliti dan partisipan.
Pilih satu aliran dan sebutkan di Bab 3.
Ciri khas
- Perbandingan terus-menerus (constant comparison): setiap data baru dibandingkan dengan data dan konsep sebelumnya.
- Pengumpulan dan analisis bergantian: wawancara dianalisis sebelum wawancara berikutnya.
- Sampling teoretis: partisipan berikutnya dipilih untuk memperdalam konsep yang sedang berkembang, bukan ditentukan semuanya di awal.
- Memo: catatan analitis peneliti tentang kode, kategori, dan hubungan di antaranya, ditulis sepanjang penelitian.
- Kejenuhan teoretis: data dikumpulkan sampai kategori-kategorinya tidak lagi berkembang.
Tahap coding (Strauss dan Corbin)
- Coding terbuka: memecah data menjadi potongan kecil dan memberi label konsep, lalu mengelompokkan konsep yang mirip menjadi kategori.
- Coding aksial: menghubungkan kategori dengan subkategorinya, misalnya kondisi yang memicu, tindakan atau strategi, dan konsekuensinya.
- Coding selektif: memilih kategori inti yang menjadi pusat cerita, lalu menyusun hubungan semua kategori di sekitarnya menjadi teori.
Contoh singkat (data buatan)
Topik: adaptasi mahasiswa rantau di tahun pertama.
- Coding terbuka: "rindu masakan rumah", "bingung sistem SKS", "ikut organisasi daerah", "mencari teman sekamar sedaerah".
- Coding aksial: kategori keterkejutan awal (kondisi), mencari jangkar sosial (strategi), dan rasa memiliki kampus (konsekuensi).
- Coding selektif: kategori inti membangun rumah kedua, yang menjelaskan bagaimana mahasiswa bergerak dari keterkejutan menuju rasa memiliki lewat jangkar sosial.
Langkah penelitian
- Rumuskan pertanyaan tentang proses, misalnya "bagaimana mahasiswa rantau beradaptasi di tahun pertama?"
- Wawancarai beberapa partisipan awal yang dipilih secara purposive.
- Lakukan coding terbuka dan tulis memo segera setelah setiap wawancara.
- Pilih partisipan berikutnya berdasarkan kategori yang perlu diperdalam (sampling teoretis).
- Lanjutkan coding aksial dan selektif sampai kategori jenuh.
- Sajikan teori dalam uraian dan bagan, lalu bandingkan dengan teori yang sudah ada.
Contoh judul
Contoh
Judul: Proses Adaptasi Mahasiswa Rantau pada Tahun Pertama Perkuliahan: Studi Grounded Theory di Universitas X
Rumusan masalah: Bagaimana proses adaptasi mahasiswa rantau pada tahun pertama perkuliahan?
Kesalahan umum
- Menyebut penelitian grounded theory padahal hanya melakukan analisis tema satu kali di akhir. Untuk itu, analisis tematik lebih tepat.
- Menentukan semua informan di awal, tanpa sampling teoretis.
- Hasil akhir berupa daftar tema, bukan teori yang menjelaskan hubungan antarkategori.
- Tidak menyimpan memo sehingga proses pembentukan teori tidak bisa ditunjukkan.
Untuk menjaga mutu temuan, lihat keabsahan data dan informan penelitian.
Pertanyaan umum
Apakah grounded theory cocok untuk skripsi S1?
Bisa, tetapi menantang karena menuntut pengumpulan dan analisis data yang bergantian dan berulang dalam waktu terbatas. Banyak skripsi S1 memakai teknik coding grounded theory tanpa mengklaim membangun teori baru; bila demikian, sebut sebagai penelitian kualitatif dengan teknik analisis grounded theory.
Apakah grounded theory boleh memakai teori di Bab 2?
Aliran yang berbeda memberi jawaban berbeda. Glaser cenderung menunda kajian pustaka agar peneliti tidak terikat teori, sedangkan Strauss dan Corbin serta Charmaz menerima kajian pustaka sebagai kepekaan teoretis. Dalam skripsi, Bab 2 biasanya tetap ada, tetapi fungsinya sebagai bekal, bukan kerangka yang diuji.
Apa hasil akhir penelitian grounded theory?
Sebuah teori substantif: penjelasan tentang suatu proses dalam konteks tertentu, biasanya berupa kategori inti beserta kategori pendukung dan hubungan di antara mereka, sering disajikan dalam bentuk bagan.