Metodologi

Korelasi Pearson dan Spearman

Jawaban singkat

Korelasi mengukur kekuatan dan arah hubungan dua variabel, dengan koefisien antara −1 dan 1. Korelasi Pearson dipakai untuk data interval/rasio yang normal dan hubungannya linear; korelasi Spearman dipakai untuk data ordinal atau data yang tidak normal. Hubungan signifikan bila Sig. < 0,05 atau r hitung > r tabel.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Pearson atau Spearman?
  2. Rumus
  3. Menafsirkan kekuatan hubungan
  4. Uji signifikansi
  5. Langkah di SPSS
  6. Kesalahan umum
  7. Pertanyaan umum

Korelasi mengukur seberapa kuat dan ke arah mana dua variabel bergerak bersama. Koefisiennya, biasanya ditulis r (Pearson) atau ρ dan rs (Spearman), bernilai antara −1 dan 1:

  • Positif: bila satu variabel naik, variabel lainnya cenderung naik.
  • Negatif: bila satu variabel naik, variabel lainnya cenderung turun.
  • Mendekati 0: tidak ada hubungan linear (Pearson) atau monoton (Spearman).

Pearson atau Spearman?

Pearson (product moment)Spearman (rank)
Skala dataInterval atau rasioOrdinal, atau interval yang tidak memenuhi syarat Pearson
DistribusiNormalBebas
Bentuk hubunganLinearMonoton (selalu naik atau selalu turun)
Tahan pencilanKurangLebih tahan

Korelasi Pearson dikembangkan Karl Pearson pada akhir abad ke-19, sedangkan Charles Spearman (1904) mengusulkan korelasi yang dihitung dari peringkat data.

Rumus

Korelasi Pearson:

r=n∑XY−∑X∑Y[n∑X2−(∑X)2][n∑Y2−(∑Y)2]r = \frac{n\sum XY - \sum X \sum Y}{\sqrt{\left[n\sum X^2 - \left(\sum X\right)^2\right]\left[n\sum Y^2 - \left(\sum Y\right)^2\right]}}

Korelasi Spearman untuk data tanpa peringkat kembar, dengan d sebagai selisih peringkat setiap pasangan:

rs=1−6∑d2n(n2−1)r_s = 1 - \frac{6\sum d^2}{n(n^2 - 1)}

Bila ada peringkat kembar, Spearman dihitung dengan rumus Pearson yang diterapkan pada peringkat. SPSS sudah melakukannya secara otomatis.

Menafsirkan kekuatan hubungan

Tidak ada satu pedoman yang baku. Di skripsi Indonesia, yang paling sering dikutip adalah pedoman dari buku metode penelitian karya Sugiyono:

Nilai koefisien (mutlak)Tingkat hubungan
0,00 – 0,199Sangat rendah
0,20 – 0,399Rendah
0,40 – 0,599Sedang
0,60 – 0,799Kuat
0,80 – 1,000Sangat kuat

Di literatur internasional, banyak peneliti memakai patokan Jacob Cohen (1988): sekitar 0,10 kecil, 0,30 sedang, dan 0,50 besar. Sebutkan pedoman yang kamu pakai di Bab 3.

Uji signifikansi

Kekuatan hubungan dan signifikansi adalah dua hal berbeda. Korelasi lemah bisa signifikan bila sampelnya besar, dan korelasi sedang bisa tidak signifikan bila sampelnya kecil.

Untuk korelasi Pearson, statistik ujinya:

t=rn−21−r2,df=n−2t = \frac{r\sqrt{n - 2}}{\sqrt{1 - r^2}}, \qquad df = n - 2

Contoh

Korelasi antara motivasi dan prestasi belajar pada 50 siswa: r = 0,45.

  • r tabel dua sisi α 5% dengan df = 48 adalah 0,279.
  • Karena 0,45 > 0,279, hubungannya signifikan. Dengan rumus di atas, t = 3,49 dan p = 0,001.
  • Menurut pedoman di atas, kekuatan hubungannya sedang, dan arahnya positif.

Langkah di SPSS

  1. Buka Analyze → Correlate → Bivariate.
  2. Masukkan kedua variabel (atau lebih).
  3. Centang Pearson, Spearman, atau keduanya. Pilih Two-tailed kecuali hipotesismu berarah.
  4. Baca koefisien (Pearson Correlation atau Correlation Coefficient), Sig. (2-tailed), dan N.

Kesalahan umum

  • Menyimpulkan sebab-akibat dari korelasi.
  • Memakai Pearson pada hubungan yang jelas melengkung. Lihat dulu diagram pencarnya.
  • Hanya melaporkan signifikansi tanpa kekuatan dan arah hubungan.
  • Menulis "korelasi negatif sangat rendah" untuk r = −0,85. Kekuatan dibaca dari nilai mutlaknya, jadi hubungannya sangat kuat dengan arah negatif.

Pertanyaan umum

Korelasi signifikan berarti ada pengaruh?

Tidak. Korelasi hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat. Untuk menyatakan pengaruh, dibutuhkan desain penelitian yang mendukung (misalnya eksperimen) atau setidaknya landasan teori yang kuat ditambah analisis regresi.

Data Likert pakai Pearson atau Spearman?

Skor butir tunggal Likert bersifat ordinal, jadi Spearman lebih tepat. Skor total dari banyak butir sering diperlakukan sebagai interval sehingga Pearson umum dipakai. Ikuti kebiasaan bidangmu dan sebutkan alasannya di Bab 3.

Koefisien korelasi negatif artinya lemah?

Tidak. Tanda menunjukkan arah, angka mutlaknya menunjukkan kekuatan. r = −0,70 sama kuatnya dengan r = 0,70, hanya arahnya berlawanan: semakin tinggi satu variabel, semakin rendah variabel lainnya.

Panduan terkait