Metodologi

Uji Asumsi Klasik

Jawaban singkat

Uji asumsi klasik memeriksa syarat regresi linear (OLS): residual berdistribusi normal, tidak ada multikolinearitas antarvariabel bebas (Tolerance > 0,10 dan VIF < 10), tidak ada heteroskedastisitas (misalnya uji Glejser Sig. > 0,05), dan tidak ada autokorelasi (misalnya Durbin-Watson dU < d < 4 − dU). Bila semua terpenuhi, hasil uji t dan uji F regresi bisa dipercaya.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Ringkasan uji dan dasar keputusan
  2. Langkah umum di SPSS
  3. Menuliskannya di Bab 4
  4. Bila asumsi tidak terpenuhi
  5. Pertanyaan umum

Regresi linear dengan metode kuadrat terkecil (OLS) memberi hasil yang bisa dipercaya bila beberapa asumsi terpenuhi. Pemeriksaan asumsi ini di skripsi Indonesia disebut uji asumsi klasik, dan biasanya dilakukan sebelum regresi linear berganda dipakai untuk menguji hipotesis.

Ringkasan uji dan dasar keputusan

AsumsiUji yang umumTerpenuhi bila
Normalitas residualKolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk pada residualSig. > 0,05
Tidak ada multikolinearitasTolerance dan VIFTolerance > 0,10 dan VIF < 10
Tidak ada heteroskedastisitasGlejser, Breusch-Pagan, atau grafik scatterplotSig. > 0,05; titik menyebar tanpa pola
Tidak ada autokorelasiDurbin-Watson atau Run testdU < d < 4 − dU; Run test Sig. > 0,05
LinearitasTest for linearity (ANOVA table) atau grafikDeviation from linearity Sig. > 0,05

Langkah umum di SPSS

  1. Buka Analyze → Regression → Linear, masukkan variabel terikat dan variabel bebas.
  2. Di Statistics, centang Collinearity diagnostics (multikolinearitas) dan Durbin-Watson (autokorelasi).
  3. Di Plots, masukkan *ZPRED ke X dan *SRESID ke Y untuk grafik heteroskedastisitas.
  4. Di Save, centang Unstandardized residuals, lalu uji normalitas residual itu.
  5. Untuk uji Glejser, hitung nilai mutlak residual dan regresikan terhadap variabel bebas.

Untuk setiap asumsi, tulis tiga hal: dasar keputusan, hasil (angka dari output), dan kesimpulan. Contohnya:

Contoh paragraf

Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance variabel promosi 0,72 dan harga 0,72, dengan VIF masing-masing 1,39. Karena Tolerance > 0,10 dan VIF < 10, tidak terjadi multikolinearitas antarvariabel bebas.

Angka pada contoh hanyalah ilustrasi; isi dengan output penelitianmu.

Bila asumsi tidak terpenuhi

  • Residual tidak normal: periksa pencilan, transformasi variabel terikat, atau bootstrap. Lihat data tidak normal.
  • Multikolinearitas: keluarkan atau gabungkan variabel bebas yang sangat mirip.
  • Heteroskedastisitas: transformasi variabel (misalnya logaritma) atau galat baku yang tahan heteroskedastisitas (robust standard errors).
  • Autokorelasi: pada data runtun waktu, tambahkan variabel lag atau pakai metode yang memperhitungkan autokorelasi.

Pertanyaan umum

Apakah uji autokorelasi wajib untuk data cross-section?

Autokorelasi terutama masalah pada data runtun waktu. Untuk data kuesioner (cross-section), banyak ahli menganggapnya tidak relevan, tetapi sebagian pedoman skripsi tetap memintanya. Ikuti pedoman prodimu.

Apakah multikolinearitas diuji pada regresi sederhana?

Tidak. Multikolinearitas adalah hubungan antar-variabel bebas, jadi baru relevan bila variabel bebasnya dua atau lebih.

Urutan uji asumsi klasik yang benar?

Tidak ada urutan baku. Yang umum di skripsi: normalitas residual, multikolinearitas, heteroskedastisitas, lalu autokorelasi. Linearitas sering ditambahkan sebelum atau sesudahnya.