Daftar isi
Sampel jenuh (total sampling atau saturation sampling) adalah teknik penentuan sampel yang mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Contohnya penelitian tentang kepuasan kerja di sebuah kantor dengan 48 pegawai, lalu semua 48 pegawai dijadikan responden.
Jangan tertukar dengan kejenuhan data pada penelitian kualitatif, yaitu saat informan baru tidak lagi memberi informasi baru. Itu dibahas di informan penelitian.
Kapan sampel jenuh dipakai
- Populasinya kecil. Pedoman yang sering dikutip dari Suharsimi Arikunto: bila populasi kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semua.
- Setiap anggota populasi penting, misalnya seluruh kepala sekolah di satu kecamatan atau seluruh UMKM binaan sebuah program.
- Mengambil sebagian justru membuat sampel terlalu kecil untuk dianalisis. Misalnya populasi 60 orang dengan rumus Slovin taraf kesalahan 5% menghasilkan 53 orang, yang hampir sama dengan seluruh populasi.
Syarat praktisnya, seluruh anggota populasi memang bisa dijangkau. Bila sebagian tidak bisa dihubungi atau menolak, tuliskan berapa yang akhirnya berpartisipasi.
Konsekuensi memakai sampel jenuh
Kelebihan:
- Tidak ada kesalahan pengambilan sampel, karena tidak ada anggota populasi yang tertinggal.
- Tidak perlu menghitung jumlah sampel dan memilih teknik pengacakan.
Yang perlu diperhatikan:
- Generalisasi hanya berlaku untuk populasi itu. Hasil di satu kantor tidak otomatis berlaku untuk kantor lain.
- Uji coba instrumen. Bila semua anggota populasi dijadikan sampel, uji coba kuesioner tidak bisa dilakukan pada anggota populasi lain. Uji coba biasanya dilakukan pada kelompok lain yang karakteristiknya mirip, misalnya pegawai kantor cabang lain. Hindari memakai orang yang sama untuk uji coba dan penelitian utama.
- Uji signifikansi. Lihat FAQ di bawah: secara konsep tidak wajib, tetapi sering tetap dipakai. Tuliskan pilihanmu.
- Jumlah yang kecil tetap membatasi analisis, misalnya regresi linear berganda dengan banyak variabel bebas.
Contoh kalimat Bab 3
Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor X yang berjumlah 48 orang. Karena jumlah populasi kurang dari 100, seluruh anggota populasi dijadikan sampel dengan teknik sampel jenuh (total sampling), sehingga jumlah sampel penelitian ini 48 orang. Uji coba instrumen dilakukan pada 30 pegawai Kantor Cabang Y yang memiliki karakteristik serupa.
Angka di atas hanya ilustrasi. Teknik lain untuk populasi besar dibahas di teknik sampling, dan dasar-dasarnya di populasi dan sampel.
Pertanyaan umum
Berapa batas populasi untuk memakai sampel jenuh?
Tidak ada batas baku. Pedoman yang sering dikutip dari Suharsimi Arikunto menyarankan mengambil semua bila populasi kurang dari 100 orang. Yang lebih penting, seluruh anggota populasi memang bisa dijangkau dan bersedia berpartisipasi.
Apakah sampel jenuh termasuk probability atau non-probability sampling?
Di banyak buku metodologi di Indonesia, sampel jenuh digolongkan ke non-probability sampling karena tidak ada pengacakan. Secara praktis, sampel jenuh sama dengan sensus: semua anggota populasi diteliti.
Kalau semua populasi diteliti, perlukah uji signifikansi?
Secara konsep, kesimpulan tentang populasi itu bisa dibaca langsung dari datanya, karena tidak ada sampel yang perlu digeneralisasi. Dalam praktik skripsi, uji signifikansi tetap sering dipakai dengan anggapan populasinya bagian dari populasi yang lebih luas. Ikuti arahan dosen dan tuliskan cara pandang yang kamu pakai.