Metodologi

Model ADDIE

Jawaban singkat

ADDIE adalah model pengembangan lima tahap: Analysis (menganalisis kebutuhan, peserta, dan materi), Design (merancang produk), Development (membuat produk dan memvalidasikannya ke ahli), Implementation (menguji coba produk pada pengguna), dan Evaluation (menilai dan merevisi di setiap tahap serta di akhir). Model ini fleksibel dan paling sering dipakai untuk mengembangkan bahan dan media pembelajaran.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Lima tahap ADDIE
  2. Contoh penerapan: e-modul ekosistem untuk kelas X
  3. Instrumen dan analisis per tahap
  4. Menuliskannya di skripsi
  5. Kesalahan umum
  6. Pertanyaan umum

ADDIE adalah singkatan dari lima tahap pengembangan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini berasal dari dunia perancangan pelatihan (instructional design) dan dikenal luas sejak pertengahan 1970-an, ketika dipakai untuk mengembangkan program pelatihan militer Amerika Serikat. Kini ADDIE menjadi model yang paling sering dipakai dalam penelitian R&D di bidang pendidikan karena tahapnya sederhana dan mudah disesuaikan.

Lima tahap ADDIE

TahapKegiatan utamaHasil
AnalysisAnalisis kebutuhan, karakteristik pengguna, materi, dan tujuanRumusan masalah yang diselesaikan produk dan spesifikasinya
DesignMerancang isi, alur, tampilan, dan instrumen penilaianStoryboard, flowchart, kerangka isi, dan instrumen
DevelopmentMembuat produk, validasi ahli, lalu revisiProduk yang dinyatakan layak oleh ahli
ImplementationUji coba produk pada penggunaData kepraktisan dan (bila perlu) efektivitas
EvaluationEvaluasi formatif di setiap tahap dan sumatif di akhirProduk akhir yang sudah direvisi

Contoh penerapan: e-modul ekosistem untuk kelas X

Rencana pengembangan (ilustrasi)

Analysis. Wawancara guru dan angket siswa menunjukkan siswa kesulitan memahami rantai dan jaring-jaring makanan, sedangkan bahan ajar yang tersedia hanya buku teks. Siswa umumnya punya HP, sehingga produk dirancang sebagai e-modul yang bisa dibuka di HP.

Design. Peneliti menyusun peta materi, storyboard setiap halaman, desain tampilan, soal latihan, serta lembar validasi dan angket respons.

Development. E-modul dibuat, lalu dinilai ahli materi, ahli media, dan guru. Saran validator (misalnya menambah contoh dari ekosistem lokal) ditindaklanjuti, dan perubahan dicatat dalam tabel saran dan revisi.

Implementation. E-modul diuji coba pada satu kelas. Siswa mengisi angket respons, dan hasil belajar diukur dengan pretest dan posttest.

Evaluation. Hasil validasi, respons siswa, dan peningkatan hasil belajar dianalisis. Revisi akhir dilakukan berdasarkan temuan uji coba.

Instrumen dan analisis per tahap

TahapInstrumenAnalisis
AnalysisPedoman wawancara, angket kebutuhan, telaah kurikulumDeskriptif kualitatif
DesignTidak ada pengumpulan data; hasilnya rancangan
DevelopmentLembar validasi ahli materi, media, bahasaPersentase kelayakan atau Aiken's V
ImplementationAngket respons, tes hasil belajarPersentase kepraktisan, kategori Likert, uji t berpasangan, N-Gain
EvaluationRangkuman data semua tahapSintesis untuk revisi
  • Bab 3: jelaskan setiap tahap ADDIE sebagai prosedur pengembangan, termasuk subjek uji coba, instrumen, dan teknik analisis datanya.
  • Bab 4: sajikan hasil per tahap. Tahap Development biasanya memuat tabel skor validasi dan tabel saran-revisi, disertai tangkapan layar produk sebelum dan sesudah revisi.
  • Batasan: bila uji coba hanya dilakukan di satu kelas atau tahap tertentu dibatasi, tuliskan dengan jelas.

Kesalahan umum

  • Tahap Analysis ditulis sebagai teori, bukan data kebutuhan nyata dari lapangan.
  • Tahap Design dan Development tercampur, sehingga tidak jelas kapan rancangan berubah menjadi produk.
  • Evaluasi hanya muncul di akhir, padahal revisi setelah validasi ahli adalah evaluasi formatif.
  • Produk disebut "efektif" tanpa data hasil belajar.

Pertanyaan umum

Evaluasi dilakukan di akhir saja?

Tidak. Ada evaluasi formatif di setiap tahap (misalnya revisi setelah validasi ahli) dan evaluasi sumatif di akhir untuk menilai hasil penggunaan produk. Menuliskan keduanya membuat penelitian lebih kuat.

Apa bedanya ADDIE dan 4D?

4D (Define, Design, Develop, Disseminate) tidak punya tahap implementasi tersendiri; uji coba masuk ke tahap Develop, dan tahap terakhirnya penyebaran produk. ADDIE menekankan implementasi dan evaluasi. Keduanya sama-sama diterima; pilih yang paling cocok dengan tujuanmu atau yang diminta pedoman prodi.

Apakah tahap Implementation harus memakai pretest-posttest?

Tidak harus. Bila tujuanmu hanya kelayakan dan kepraktisan, uji coba terbatas dengan angket respons sudah cukup. Bila ingin menyatakan produk efektif, butuh data hasil seperti pretest-posttest.