Daftar isi
Uji linearitas memeriksa apakah hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) berbentuk garis lurus. Ini syarat korelasi Pearson dan regresi linear: bila hubungannya melengkung, garis lurus akan meremehkan atau salah menggambarkan kekuatan hubungan itu.
Cara kerja Test for Linearity
Cara yang paling banyak dipakai di skripsi adalah Test for Linearity di SPSS. Prinsipnya, responden dikelompokkan menurut nilai X yang sama, lalu dibandingkan dua hal:
- Linearity: seberapa banyak variasi rata-rata Y antar kelompok X yang bisa dijelaskan oleh garis lurus.
- Deviation from Linearity: sisa variasi rata-rata kelompok yang tidak mengikuti garis lurus.
Keduanya diuji dengan F, dengan variasi di dalam kelompok (Within Groups) sebagai pembanding. Karena itu, uji ini butuh nilai X yang berulang, misalnya skor total kuesioner.
Dasar pengambilan keputusan
| Nilai | Kesimpulan |
|---|---|
| Sig. Deviation from Linearity > 0,05 | Hubungan linear |
| Sig. Deviation from Linearity ≤ 0,05 | Hubungan tidak linear |
Sig. Linearity yang kecil (< 0,05) memperkuat kesimpulan bahwa ada komponen garis lurus yang signifikan, tetapi keputusan linear atau tidak tetap dibaca dari baris Deviation from Linearity.
Contoh (data rekaan)
Skor motivasi (X, tujuh nilai berbeda dari 2 sampai 8) dan nilai ujian (Y) dari 20 siswa menghasilkan tabel berikut.
| Sumber | JK | df | RJK | F | Sig. |
|---|---|---|---|---|---|
| Between Groups (Combined) | 676,783 | 6 | 112,797 | 12,705 | 0,000 |
| Linearity | 624,222 | 1 | 624,222 | 70,310 | 0,000 |
| Deviation from Linearity | 52,561 | 5 | 10,512 | 1,184 | 0,369 |
| Within Groups | 115,417 | 13 | 8,878 |
Sig. Deviation from Linearity = 0,369 > 0,05, jadi hubungan motivasi dan nilai ujian linear. Angka ini rekaan untuk latihan; hasilnya sudah dicocokkan dengan R.
Cara di SPSS dan di Metodologi
Di SPSS
- Buka Analyze → Compare Means → Means.
- Masukkan Y ke Dependent List dan X ke Independent List.
- Klik Options, centang Test for linearity, lalu Continue dan OK.
- Baca tabel ANOVA Table, baris Deviation from Linearity.
Untuk beberapa variabel bebas, ulangi untuk setiap pasangan X dan Y. Di olah data, semua pasangan bisa diuji sekaligus.
Di Metodologi
- Buka olah data; menu Linearitas langsung terpilih.
- Tempel tabel dari Excel atau Google Sheets (dengan baris judul), atau pilih file CSV atau Excel. Datanya diolah di browser dan tidak dikirim ke server.
- Di tab Variabel, beri label yang jelas dan label nilai untuk kode kelompok (mis. 1 = Eksperimen).
- Di tab Analisis, pilih variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X); setiap X diuji terhadap Y sekaligus, lalu tekan Uji linearitas.
- Baca tabel ANOVA Table (Linearity dan Deviation from Linearity). Nama tabel dan kolomnya sama dengan output SPSS, dan di bawahnya ada hipotesis, dasar keputusan, kesimpulan, serta kalimat untuk Bab 4.
- Salin tabel ke Word, atau unduh semua hasil sebagai file Word atau Excel, dengan gaya tabel SPSS atau APA.
Bedanya dengan SPSS: Hasilnya sama dengan Test for Linearity di menu Compare Means SPSS, tanpa perlu mengulang untuk setiap pasangan. Semua angka dicocokkan dengan R; lihat akurasi perhitungan.
Punya data? Hitung uji linearitas langsung di browser, lengkap dengan tabel bergaya SPSS dan kalimat untuk Bab 4. Datamu tidak dikirim ke server.
Olah datamuMenuliskannya di Bab 4
Hasil uji linearitas menunjukkan nilai Sig. Deviation from Linearity sebesar 0,369 (> 0,05), sehingga hubungan antara motivasi belajar dan nilai ujian bersifat linear. Dengan demikian, syarat linearitas untuk analisis regresi terpenuhi.
Bila hubungan tidak linear
- Periksa scatterplot dan outlier. Satu atau dua data ekstrem bisa membuat hubungan tampak melengkung.
- Pakai korelasi Spearman bila hubungannya naik atau turun secara konsisten tetapi tidak lurus. Lihat korelasi Pearson dan Spearman.
- Transformasi variabel, misalnya logaritma, bila hubungannya melengkung secara wajar (mis. penghasilan).
- Tambahkan suku kuadrat (X²) pada regresi bila teori menduga hubungan berbentuk U atau U terbalik.
Uji asumsi lainnya dibahas di uji asumsi klasik dan hub uji asumsi.
Pertanyaan umum
Yang dilihat Sig. Linearity atau Sig. Deviation from Linearity?
Yang menjadi dasar keputusan linear atau tidak adalah Deviation from Linearity: Sig. > 0,05 berarti penyimpangan dari garis lurus tidak signifikan, jadi hubungannya linear. Sig. Linearity < 0,05 hanya menambah keterangan bahwa komponen garis lurusnya signifikan.
Kenapa uji linearitas saya gagal dihitung atau hasilnya aneh?
Test for Linearity membutuhkan nilai X yang berulang, karena variasi di dalam setiap nilai X dipakai sebagai pembanding. Bila hampir semua nilai X berbeda (mis. data desimal), tabelnya tidak bermakna. Pakai scatterplot, atau periksa pola residual pada regresi.
Apakah uji linearitas wajib untuk regresi berganda?
Banyak pedoman skripsi mencantumkannya, dengan menguji setiap pasangan X dan Y satu per satu. Cara lain yang juga umum adalah melihat scatterplot residual terhadap nilai prediksi: bila titiknya menyebar acak tanpa pola melengkung, asumsi linearitas dianggap terpenuhi.