Metodologi

Systematic Literature Review

Jawaban singkat

Systematic literature review (SLR) adalah tinjauan literatur yang prosedurnya ditetapkan di awal dan dilaporkan lengkap, sehingga bisa diulang orang lain. Langkahnya: merumuskan pertanyaan (misalnya dengan PICO), menyusun strategi pencarian, menetapkan kriteria inklusi-eksklusi, menyaring artikel dan mencatat jumlahnya di diagram alir PRISMA, menilai kualitas, mengekstraksi data, lalu menyintesis temuan.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Langkah SLR
  2. 1. Merumuskan pertanyaan dengan PICO
  3. 2. Strategi pencarian
  4. 3. Kriteria inklusi dan eksklusi
  5. 4. Penyaringan dan diagram PRISMA
  6. 5. Menilai kualitas
  7. 6. Ekstraksi data
  8. 7. Sintesis
  9. Alat bantu gratis
  10. Kesalahan umum
  11. Pertanyaan umum

Systematic literature review (SLR) adalah studi literatur yang dilakukan dengan prosedur ketat dan terdokumentasi. Bedanya dengan tinjauan naratif terletak pada transparansi: kata kunci, basis data, kriteria, dan jumlah artikel di setiap tahap dilaporkan, sehingga orang lain bisa mengulang dan memeriksa prosesnya.

Langkah SLR

  1. Merumuskan pertanyaan penelitian.
  2. Menyusun protokol: basis data, kata kunci, kriteria inklusi dan eksklusi.
  3. Mencari artikel dan mencatat hasilnya.
  4. Menyaring judul dan abstrak, lalu teks lengkap.
  5. Menilai kualitas artikel yang lolos.
  6. Mengekstraksi data ke tabel.
  7. Menyintesis temuan dan melaporkannya dengan diagram PRISMA.

1. Merumuskan pertanyaan dengan PICO

Untuk pertanyaan tentang pengaruh suatu intervensi, kerangka PICO membantu membuat pertanyaan yang spesifik:

UnsurArtiContoh
P (population)SubjekSiswa SMP
I (intervention)Perlakuan atau fokusGamifikasi
C (comparison)PembandingPembelajaran konvensional
O (outcome)HasilMotivasi dan hasil belajar matematika

Pertanyaannya menjadi: "Bagaimana pengaruh gamifikasi dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa SMP?" Untuk pertanyaan kualitatif, sebagian peneliti memakai kerangka lain seperti SPIDER.

2. Strategi pencarian

Gabungkan kata kunci dengan operator Boolean:

  • AND mempersempit: kedua istilah harus muncul.
  • OR memperluas: salah satu istilah cukup (dipakai untuk sinonim).
  • Tanda kutip mencari frasa utuh.

Contoh string pencarian

("gamification" OR "gamifikasi") AND ("mathematics" OR "matematika") AND ("junior high school" OR "SMP")

Catat untuk setiap basis data: string yang dipakai, tanggal pencarian, filter (tahun, bahasa), dan jumlah hasilnya. Catatan ini menjadi bahan Bab 3 dan diagram PRISMA.

3. Kriteria inklusi dan eksklusi

Inklusi (dimasukkan)Eksklusi (dikeluarkan)
Artikel jurnal atau prosiding bertelaah sejawatOpini, editorial, skripsi yang tidak terbit
Terbit 2015–2025Di luar rentang tahun
Subjek siswa SMP atau sederajatSubjek mahasiswa atau SD
Melaporkan data hasil belajar atau motivasiTidak melaporkan hasil yang relevan
Teks lengkap dapat diaksesTeks lengkap tidak tersedia

Kriteria di atas hanya contoh; sesuaikan dengan pertanyaanmu dan tetapkan sebelum penyaringan.

4. Penyaringan dan diagram PRISMA

PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) adalah pedoman pelaporan tinjauan sistematis. Versi pertamanya terbit tahun 2009 dan diperbarui menjadi PRISMA 2020 oleh Matthew Page dan rekan (2021). Bagian yang paling dikenal adalah diagram alir yang mencatat jumlah artikel di setiap tahap.

Contoh angka di diagram alir (ilustrasi)

TahapKeteranganJumlah
IdentifikasiArtikel dari semua basis data412
Duplikat dihapus87
PenyaringanJudul dan abstrak disaring325
Dikeluarkan karena tidak relevan241
Teks lengkap dinilai84
Dikeluarkan dengan alasan (subjek berbeda 31, tanpa data hasil 18, tidak dapat diakses 7)56
TermasukArtikel yang disintesis28

Pastikan angkanya konsisten: setiap tahap sama dengan tahap sebelumnya dikurangi yang dikeluarkan. Templat diagram resmi bisa diunduh dari situs PRISMA. Bila memungkinkan, penyaringan dilakukan dua orang secara terpisah, lalu perbedaannya didiskusikan.

5. Menilai kualitas

Artikel yang lolos dinilai kualitas metodologinya dengan daftar periksa (checklist) yang sesuai jenis penelitiannya, misalnya CASP atau daftar periksa JBI. Hasil penilaian dipakai untuk menimbang bobot temuan, atau untuk mengeluarkan artikel yang kualitasnya sangat rendah.

6. Ekstraksi data

Buat tabel ekstraksi dengan kolom yang sama untuk semua artikel: penulis dan tahun, negara, desain, subjek, intervensi, ukuran hasil, dan temuan utama. Tabel ini biasanya dimuat di Bab 4 atau lampiran.

7. Sintesis

  • Sintesis naratif atau tematik: temuan dikelompokkan per tema, lalu dibandingkan.
  • Meta-analisis: bila banyak artikel kuantitatif melaporkan ukuran yang sebanding, ukuran efeknya bisa digabung secara statistik.

Tulis hasil per tema dan bahas pola, perbedaan, serta celah penelitian yang tersisa.

Alat bantu gratis

  • Zotero untuk mengelola sumber dan menghapus duplikat.
  • Spreadsheet (Google Sheets atau LibreOffice Calc) untuk log pencarian, penyaringan, dan tabel ekstraksi.
  • Templat diagram PRISMA dari situs resminya.
  • Pembuat daftar pustaka APA untuk menyusun daftar pustaka dari DOI.

Kesalahan umum

  • Kriteria inklusi-eksklusi dibuat setelah melihat artikel.
  • Angka di diagram PRISMA tidak konsisten.
  • Tidak mencatat tanggal dan string pencarian, sehingga pencarian tidak bisa diulang.
  • Hasil ditulis per artikel, bukan per tema.

Pertanyaan umum

Apa beda SLR dan studi literatur biasa?

Pada studi literatur naratif, peneliti memilih sumber dengan pertimbangannya sendiri. Pada SLR, setiap keputusan (kata kunci, basis data, kriteria, jumlah artikel di setiap tahap) ditetapkan dan dilaporkan, sehingga orang lain bisa mengulang pencariannya dan mendapat kumpulan artikel yang sama.

Apakah SLR harus memakai Scopus?

Tidak harus. Gunakan basis data yang relevan dan bisa kamu akses, misalnya Google Scholar, Garuda, DOAJ, atau portal jurnal internasional yang dilanggan kampus. Sebutkan semuanya di Bab 3 beserta tanggal pencarian.

Berapa artikel yang ideal dalam SLR?

Tidak ada angka ideal. Jumlah akhir mengikuti hasil penyaringan. SLR skripsi sering berakhir dengan belasan sampai beberapa puluh artikel. Yang penting setiap tahap penyaringan dilaporkan jujur.

Panduan terkait