Metodologi

Uji Multikolinearitas

Jawaban singkat

Multikolinearitas terjadi bila variabel bebas dalam regresi saling berkorelasi kuat. Diuji dengan Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor): VIF = 1 / Tolerance = 1 / (1 − R²ⱼ). Batas yang paling sering dipakai: tidak ada multikolinearitas bila Tolerance > 0,10 dan VIF < 10; sebagian peneliti memakai batas yang lebih ketat, VIF < 5.

Diperbarui 11 Oktober 2026Tim Metodologi
Daftar isi
  1. Tolerance dan VIF
  2. Langkah di SPSS
  3. Cara mengatasi
  4. Kesalahan umum
  5. Pertanyaan umum

Multikolinearitas adalah keadaan ketika dua variabel bebas atau lebih dalam regresi linear berganda saling berkorelasi kuat. Misalnya "pendapatan" dan "uang saku" yang hampir selalu naik-turun bersama. Pemeriksaan ini bagian dari uji asumsi klasik.

Tolerance dan VIF

Untuk setiap variabel bebas ke-j, regresikan variabel itu terhadap variabel bebas lainnya dan ambil Rj2R_j^2-nya:

Tolerancej=1−Rj2,VIFj=11−Rj2\text{Tolerance}_j = 1 - R_j^2, \qquad \text{VIF}_j = \frac{1}{1 - R_j^2}

Semakin besar Rj2R_j^2, semakin mirip variabel itu dengan variabel bebas lainnya, sehingga Tolerance mengecil dan VIF membesar.

HasilKesimpulan yang umum
Tolerance > 0,10 dan VIF < 10Tidak terjadi multikolinearitas
Tolerance ≤ 0,10 atau VIF ≥ 10Terjadi multikolinearitas

Langkah di SPSS

  1. Analyze → Regression → Linear, masukkan variabel terikat dan semua variabel bebas.
  2. Klik Statistics, centang Collinearity diagnostics.
  3. Baca kolom Tolerance dan VIF pada tabel Coefficients.

Contoh membaca hasil

Tabel Coefficients menunjukkan Tolerance kualitas layanan 0,64 (VIF 1,56) dan harga 0,64 (VIF 1,56). Semua Tolerance > 0,10 dan VIF < 10, sehingga tidak terjadi multikolinearitas.

Cara mengatasi

  • Keluarkan salah satu variabel yang sangat mirip, bila secara teori bisa dipertanggungjawabkan.
  • Gabungkan variabel yang mengukur konsep yang sama menjadi satu skor.
  • Tambah sampel, bila memungkinkan.
  • Pakai metode yang tahan multikolinearitas, misalnya regresi ridge, untuk penelitian lanjutan.

Kesalahan umum

  • Menguji multikolinearitas pada regresi dengan satu variabel bebas.
  • Membaca VIF variabel terikat (SPSS tidak menampilkannya; yang diuji hanya variabel bebas).
  • Menyebut "tidak ada multikolinearitas" padahal salah satu VIF di atas batas.

Pertanyaan umum

Kenapa multikolinearitas jadi masalah?

Bila variabel bebas sangat mirip, regresi sulit memisahkan pengaruh masing-masing. Galat baku koefisien membesar, sehingga variabel yang sebenarnya berpengaruh bisa tampak tidak signifikan, dan tanda koefisien bisa berubah-ubah.

VIF 5 atau 10?

Batas 10 paling umum dipakai di skripsi. Batas 5 lebih ketat dan dianjurkan sebagian buku. Sebutkan batas yang kamu pakai di Bab 3.