Pendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanTeknologi Pendidikan IndonesiaSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaBerita Pendidikan IndonesiaPenelitian Indonesia
 Home & Jaringan Kita
 Sekolah & Lembaga
 Berita Perkembangan
 Informasi
 Menganai Kami
 Sekolah Bertaraf Nasion'l
  
Sekolah Bertaraf Nasional Indonesia

  
 Manajemen Pendidikan
  

Manageing Basic Education
  
 Inovasi Pendidikan Baru
  
Inovasi Pendidikan

  
 Pasang / Baca Lowongan
  

Jobs@Menganggur.Com

  
 Pendidikan Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan
  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

Pendidikan Network Indonesia


Diadakannya tugas-tugas yang lebih praktis (seperti dalam IPA), termasuk tugas yang memanfaatkan lingkungan sosial dan alam

Anak menggunakan lebih banyak alat bantu belajar

Hasil kerja anak ditulis dengan kata-kata mereka sendiri (ini adalah hasil karya anak kelas 1)

Sudut-sudut baca/perpustakaan sekolah dibuat dan dimanfaatkan

Guru menunjukkan fleksibelitas dalam pengelolaan murid dalam pelaksanaan pembelajaran

Hasil kerja anak dipajangkan di kelas



Contoh Pembelajaran Ilmu Sains

SITUBONDO: Sains Class di SDN 2 Wringin Anom

Kepala sekolah, guru, dan Komite SDN 2 Wringin Anom salah satu sekolah binaan MBE di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo melakukan berbagai inovasi termasuk salah satu program yang namanya Sains Class.

Munculnya ide Sains Class berawal dari rapat sekolah. Adanya keinginan dari Kepala Sekolah dan Guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Adanya laboratorium yang merupakan sumbangan bangunan bagi sekolah korban banjir dan juga tersedianya alat-alat praktik IPA yang merupakan hibah bagi sekolah binaan SEQIP akhirnya muncul ide mengadakan Sains Class.

Sains Class ini diperuntukkan khusus mata pelajaran IPA untuk siswa kelas tiga, empat, lima dan enam dengan memanfaatkan laboratorium yang didesain menjadi sebuah kelas. Pola pelaksanaannya dengan cara Moving Class, yaitu ketika pelajaran IPA semua siswa di kelas tersebut pindah ke kelas IPA. Dengan Moving Class diharapkan memberi suasana baru kepada siswa sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar.

Kepala Sekolah SDN 2 Wringin Anom

Atas: Kepala Sekolah SDN 2 Wringin Anom mensosialisasikan rencana " Sains Class "
Bawah: Siswa kelas VI mengidentifikasi " Sifat - Sifat Magnet "

Siswa kelas VI

Dan hal tersebut benarlah ada-nya, siswa lebih senang dan termotivasi untuk belajar IPA. Tanpa di komando, ketika jam pelajaran IPA mereka bergerak sendiri ke kelas IPA dan juga produk belajar yang dihasilkan siswa lebih kreatif dan bervariatif. Hal tersebut terbukti ketika salah seorang siswa mampu menjuarai Olimpiade IPA tingkat kecamatan dan akhirnya juga lolos sebagai salah seorang wakil dari kabupaten Situbondo pada Olimpiade IPA tingkat propinsi Jawa Timur.

Terlaksananya program "Sains Class" di SDN 2 Wringin Anom tidak terlepas dari dukungan Komite Sekolah. Wali murid menyediakan prasarana yang dibutuhkan, berupa meja siswa terbuat dari bahan jati sebanyak delapan buah, 35 kursi plastik, dan sebuah papan white board beroda.

Petani Tulungrejo Menjadi Mitra Guru

Pembelajaran dengan memanfaatkan ahli/pakar secara langsung telah dilakukan di SDN Tulungrejo 04, Bumiaji, Kota Batu. Model yang dikembangkan oleh Ibu Prihastutik adalah menjalin kemitraan dengan petani dalam mengelola pembelajaran tentang perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif di Kelas VI. Para petani, yang terdiri dari petani apel, strawberi, kentang, bawang merah, dan jamur, terlibat langsung sebagai "guru". Jadi selain ikut mengajar, para petani juga ikut memberi penilaian.

Tenyata dengan model ini siswa belajar sangat antusias dan penuh semangat. Mereka dapat mencapai kompetesi baik dari aspek pemahaman konsep maupun kerja ilmiah. Berikut adalah komentar para petani: "ini adalah pengalaman pertama menjadi guru", "kami sangat senang", "Setiap saat anak boleh datang ke sini", "apakah saya memberi nilai terlalu pelit?".

Tentu yang paling berbahagia atas keberhasilan dari pembelajaran ini adalah Ibu Prihastutik. Karena model pembelajaran ini telah mengantarkan Ibu Tutik menjadi Juara III Lomba KREATIVITAS SAINS DAN MATEMATIK Tingkat Jawa Timur. Selamat! Siapa lagi yang akan menyusul untuk menjadi guru yang kreatif ???

Permainan "Puzzle Domino" Untuk Pembelajaran Pecahan

Mendengar kata DOMINO pikiran kita akan langsung tertuju pada kartu permainan dengan bulatan-bulatan merah berjumlah 1-6. Biasanya kita menggunakan domino untuk bermain sambil mengisi waktu luang.

Tetapi tidak bagi ibu Juliati, Guru kelas III dari SD Songgokerto III Batu. Domino dimodifikasi dan digunakan sebagai media bagi pembelajaran pecahan pada siswa kelas III SD. Dan mengantarkan Ibu Juli sebagai JUARA I lomba KREATIVITAS GURU SAINS DAN MATEMATIK tingkat Jawa Timur. Selamat untuk Bu Juli.

Layaknya permainan domino, Ibu Juli memodifikasi bulatan-bulatan domino, dan inilah contohnya:

Aturan permainan dalam pembelajaran ini adalah:

  1. Pembelajaran pecahan-pecahan yang ekivalen. Siswa memasangkan gambar dengan angka atau angka dengan angka atau gambar dengan gambar yang senilai atau ekivalen.

  2. Pembelajaran perbandingan dua pecahan yang nilainya berbeda lebih besar. Siswa memasangkan suatu gambar dengan angka atau angka dengan angka atau gambar dengan gambar yang nilainya lebih besar

  3. Pembelajaran perbandingan dua pecahan yang nilainya berbeda lebih kecil. Aturan permainannya yaitu siswa memasangkan suatu gambar dengan angka atau angka dengan angka atau gambar dengan gambar yang nilainya lebih kecil.

Dengan menggunakan media domino yang dimodifikasi menjadi puzzle ini ternyata murid-murid kelas III menjadi lebih mudah memahami konsep pecahan. Siswa-siswa juga merasa senang karena mereka dapat belajar melalui bermain.

KEBUMEN: Anak Menulis Percakapan

Di SD Benerkulon, Kecamatan Ambal, Kebumen siswa kelas 6 telah menulis percakapan bersama temannya. Percakapan lalu dipraktikkan melalui telepon benang yang dibuat siswa sendiri. Kegiatan ini sederhana tetapi efektif dan menyenangkan!

Bpk Suyanto Kanan: Bpk Suyanto, guru kelas 6 mendengarkan siswi membacakan percakapan ke dalam telepon benang.



PURWOREJO: Anak Menceritakan Gambar

Anak-anak kelas 2 SD Kanan: Anak-anak kelas 2 SD 1 Kutoarjo, Purworejo sedang memotong dan mengurutkan gambar tentang hujan dan banjir. Kemudian mereka menulis cerita sesuai isi gambar.


SMPN 5 Kutoarjo: Praktik Sains

Siswa kelas 9 di SMPN 5 Kutoarjo, Purworejo biasa melakukan praktik pada saat pembelajaran sains. Pada gambar 1 mereka mengetahui bahwa daya listrik dapat dibangkitkan dari buah-buahan. Selain itu pada gambar 2 siswa kelas 9 lainnya dibantu gurunya Bpk Giono, belajar tentang seleksi alam dengan melakukan percobaan di luar kelas dengan potongan kertas kecil.

Bpk Giono

MADIUN: Anak Mencari Informasi di Atlas

Dengan kegiatan belajar mengajar yang tradisional guru bisa memberi tahu lebih banyak kepada siswa. Dengan PAKEM lebih baik anak mencari informasi sendiri, dengan memperhatikan hal berikut: keterampilan siswa mencari informasi sama penting (atau lebih penting) daripada informasinya sendiri.

siswa kelas 6 SD Kanan: siswa kelas 6 SD Kanigoro 3, Madiun mencari informasi mengenai laut-lautan di sekitar Indonesia.


PURWOREJO: Pembelajaran Praktik di SD Pacor 2

Salah satu sekolah yang semangatnya tinggi di Kecamatan Kutoarjo, Purworejo adalah sekolah pinggiran, yaitu SD Pacor 2. Yang diutamanakan adalah pembelajaran yang praktik, efektif dan menyenangkan. Di samping ada tiga contoh, salah satunya melibatkan masyarakat untuk membantu pembelajaran muatan lokal.

Anak kelas 6
Anak kelas 6

1. Anak kelas 6 dipandu Nyonya Parso, anggota masyarakat setempat membuat besek dari bambu.
2. Anak kelas 6 biasa memperbaiki sepeda di bawah bimbingan Kepala Sekolah Bpk Ngadino.
3. Anak kelas 2 menyusun soal dengan menggunakan lidi.


Anak kelas 2

PURWOREJO: Mencicipi Berbagai Makanan

Di SD Wonorejo Kulon, Kecamatan Butuh, Purworejo anak juga praktik sains untuk mengetahui di mana di lidah letaknya berbagai rasa: rasa asam, manis, pahit dan asin. Mereka mencicipi berbagai bahan untuk mengetahui hal tersebut.

Ibu Sri Wahyuni dan Ibu Sumarti Pada gambar di sebelah kanan perhatikanlah bahwa guru-guru, Ibu Sri Wahyuni (kiri) dan Ibu Sumarti (kanan) ikut mencoba. Hal ini memberi semangat kepada siswa!

MADIUN: Anak Kelas 1 SD Menulis Tentang Bagian Tubuh

Banyak guru berpendapat bahwa pembelajaran sulit diterapkan. Padahal banyak ide yang mudah diterapkan. Yang penting anak yang aktif dengan misalnya berfikir dan menulis.

Bawah: Selin, siswi kelas 1 SD Nambangan Kidul, Madiun telah menggambar dan menulis tentang bagian-bagian tubuh.

Selin, siswi kelas 1



Compliments of:
Managing Basic Education